alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 27 October 2020

Pasutri Bunuh Bocah di Kejayan Dikenai Pasal Pembunuhan Berencana

BANGIL, Radar Bromo – Tewasnya Ri alias Rr, menyisakan cerita memilukan. Bocah 5 tahun asal Desa Tanggulangin, Kecamatan Kejayan itu, tidak sekadar dibunuh. Sebelum dihabisi, ternyata korban juga dicabuli dua kali oleh pelaku M Tohir, 27.

Hal itu terungkap setelah petugas melakukan penyidikan yang mendalam atas kasus pembunuhan korban. Dalam penyidikan itu pula, pihak kepolisian berhasil meringkus dua orang yang menjadi pelaku pembunuhan. Selain Tohir, ada juga Ifa Maulaya, 19, yang tak lain istrinya.

Mereka, merupakan pasangan suami istri di lingkungan rumah korban. Yang semakin membuat hati miris, keduanya baru menikah dua pekan belakangan. Mereka berhasil diringkus selang beberapa jam setelah melancarkan aksi kejahatan. Perhiasan emas milik korban, menjadi salah satu pembuka tabir kejahatan sadis yang mereka lakukan.

Kapolres Pasuruan, AKBP Rofiq Ripto Himawan mengungkapkan, kedua tersangka ditangkap di rumahnya, Selasa (7/7) malam, sekitar pukul 19.00. Petugas berhasil mengungkap kasus itu, setelah melakukan pendalaman, dengan menghimpun keterangan saksi-saksi dan sejumlah alat bukti. Termasuk kalung, gelang ataupun anting-anting emas milik korban, yang juga menjadi jalan dalam membongkar kasus tersebut.

“Ada indikasi pembunuhan berencana yang dilakukan tersangka,” kata Rofiq, dalam press release di Mapolres Pasuruan Rabu (8/7).

BIADAB: M Tohir dn istrinya, Ifa Maulaya saat dirilis di Polres Pasuruan, Rabu (8/7) siang. Inset, jenazah Ri sebelum dievakuasi dari TKP di sekitar parit. (Foto: M Zubaidillah Jawa Pos Radar Bromo)

Rofiq menceritakan, kasus pembunuhan itu bermula, saat korban bermain dengan rekan-rekannya, sekitar pukul 12.30. Saat asik bermain di sungai dekat rumahnya itu, Moch. Tohir menghampiri korban. Ia kemudian mengajak korban main ke rumahnya. Untuk membujuk agar korban mau, pelaku mengiming-iminginya dengan es krim. Iming-iming itu, rupanya membuat korban luluh. Korban kemudian ikut, untuk pergi ke rumah pelaku.

Saat di rumah pelaku itu, suasana sedang sepi. Istrinya, Ifa Maulaya sedang pergi ke toko. Di situlah, niat busuk pelaku muncul. Ia kemudian menyetubuhi korban. Tidak hanya sekali. Tapi dua kali.

Begitu puas, pelaku mempersilahkan korban untuk pergi bermain kembali. Namun, tak lama kemudian, istrinya pulang. Kepada istrinya, Tohir meminta agar mengambil perhiasan emas milik korban.

Keduanya bergegas pergi untuk menghampiri korban yang lokasi masih tak begitu jauh. Begitu bertemu korban, Ifa membujuk korban untuk melucuti perhiasan emasnya. Korban yang masih lugu, akhirnya terbujuk dan merelakan emasnya dilucuti oleh kedua pelaku.

Begitu selesai melucuti kalung, gelang dan anting korban, perhiasan emas itu kemudian ditaruh di lemari rumah pelaku. Selanjutnya, Tohir menyeret korban ke sungai, sekitar pukul 14.30. Di dekat sungai itu, Tohir meminta istrinya, untuk mengambil kayu.

Sebatang kayu itu, kemudian dipukulkan ke bagian belakang korban. Pukulan tersebut, mengenai bagian kepala dan bahu korban. Akibatnya, korban tersungkur ke sungai atau parit. Pelaku kian menjadi gelap mata.

Ia membenamkan kepala korban ke sungai, dua kali. Sampai-sampai, korban tak lagi bernyawa. “Ia sempat pergi dari sungai, setelah membenamkan korban. Tapi, kembali lagi ke lokasi, untuk memastikan korban meninggal dunia,” imbuh Rofik.

Sekembalinya itu, ia kembali membenamkan kepala korban ke sungai. Saat itulah, ia benar-benar yakin, kalau korban telah meninggal dunia. Begitu korban meninggal dunia, pelaku kemudian pulang ke rumahnya.

Kabar tewasnya korban pun tersiar. Setelah ada warga setempat, yang menemukan jazad korban. Petugas kepolisian yang memperoleh informasi itu, kemudian melakukan penelusuran.

Sejumlah saksi-saksi dihimpun. Petugas juga melakukan otopsi terhadap mayat korban. Kematian korban dipastikan karena gagal napas, setelah dibenamkan dalam air. Upaya penyelidikan yang dilakukan petugas, kian menemui titik terang. Ketika petugas berhasil menemukan perhiasan emas yang disimpan pelaku di lemari rumahnya. Keduanya pun diduga menjadi orang kuat, yang melakukan pembunuhan keji itu.“Keduanya kami amankan di rumahnya,” ulas dia.

Apa yang dilakukan keduanya itu, membuat mereka dijerat pasal berlapis. Selain pasal 80 ayat 3 subsider pasal 81 ayat 2 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun, juga pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup. Serta, pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. “Kami kenakan pasal berlapis,” papar Rofik. (one/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Usai Donor Darah, Bold Riders-Super Soccer Pasuruan Tanam Pohon

Tanaman kayu putih dipilih karena ini adalah tanaman obat.

Jualan Buah di Jl Juanda, Putri Polisi Dijambret, Ini Modusnya  

Korban melaporkan pelaku yang saat itu mengendarai sepeda motor Honda Vario merah.

Innalillahi, Pulang Kerja, PNS Pemkab Pasuruan Tewas Tertabrak Truk Tronton

Sore itu, Slamet Supriyanto hendak pulang ke rumahnya usai bekerja. Ia mengendarai motor Honda Vario bernopol N 2175 TBL dari arah utara ke selatan.

Kaliputih Sumbersuko Gempol Kembali Tercemar Busa Berlimpah

Kondisi sungai tercemar busa itu bukan kali ini terjadi. Pada pertengahan Agustus lalu, kondisi serupa juga pernah terjadi.

Komunitas Difabel Antusias Ikuti Donor Darah Bold Riders Probolinggo

Dalam aksi sosial ini, Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Probolinggo turut serta menjadi pendonor.