Waduh, 4 Padmasari di Wonokitri-Tosari Dirusak Orang Tak Bertanggung Jawab

TOSARI, Radar Bromo – Sebanyak 4 bangunan Padmasari (pura kecil) yang biasanya digunakan untuk ritual keagamaan umat Hindu Tengger di Gua Widodaren, Wonokitri, Tosari, Kabupaten Pasuruan, dirusak orang tidak bertanggung jawab. Kejadian perusakan ini langsung ditangani oleh Polsek Tosari.

Kerusakan bangunan Padmasari ini diketahui rusak oleh warga sekitar pada Sabtu (7/12) siang lalu. Warga Tengger yang biasa melakukan ritual pemujaan di sana, kaget saat tahu 4 bangunan yang terletak di Gua Widodaren, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, sudah dalam keadaan rusak. Bahkan ada yang sudah rata dengan tanah.

Singgih, Tokoh pemuda Tosari dan juga Sekretaris Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Pasuruan mengetahui kerusakan setelah ada laporan masyarakat Tengger pada Sabtu siang lalu sekitar pukul 13.00. “Kejadian ini langsung kami laporkan ke Polsek Tosari. Bersama muspika, tokoh agama, tokoh adat langsung melakukan pengecekan di lokasi dan melakukan pemantauan di sana,” terangnya.

Setelah dilakukan pengecekan, tercatat ada 4 bangunan Padmasari yang biasanya digunakan warga Tengger untuk mengambil air suci di Gua Widodaren. Pertama, bangunan Padmasari di depan saat mau naik ke Gua Widodaren; kedua merupakan bangunan di dalam Gua Widodaren yang rusak parah, dimana bangunan dihancurkan rata dengan tanah, dan juga juga dilempar ke semua arah.

DISELIDIKI: Lokasi padmasari yang dirusak, sudah dipasang garis polisi dan kini dalam penyelidikan polisi. (Foto: Polsek Tosari for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Sedangkan 2 bangunan lain yaitu di pintu masuk depan gua. Dimana bangunan juga dihancurkan dan kain wastra Padmasari dibakar.

Dari pengamatan tokoh setempat, kerusakan bangunan Padmasari ini kemungkinan terjadi pada hari Kamis dan Jumat. “Ini lantaran hari Rabu masih ada kegiatan ritual di sana. Dan tahunya sudah dirusak pada hari Sabtu. Jadi kemungkinan pengerusakan ini terjadi pada hari Kamis dan Jumat,” terangnya.

Singgih menambahkan, perusakan ini juga pernah terjadi beberapa tahun lalu. Namun saat itu memang tidak sampai terekspos. Namun karena sekarang terjadi dua kali, masyarakat Tengger sempat emosi dan diredam oleh tokoh agama setempat.

“Setelah tahu ada perusakan, masyarakat sini sempat ada emosi sesaat, tapi diredam oleh tokoh agama di sini,” terangnya.

Selama di Tosari, kata Singgih, tidak pernah ada masalah kendati ada 3 agama yang dianut masyarakat Tengger dan adem ayem. “Jadi ini memang ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Entah apa motivasinya namun memang sengaja ada pengrusakan,” terangnya.

Ini lantaran lokasi Padmasari ini memang jauh dari tempat wisata. Dan yang ke sana memang adalah masyarakat Tengger yang beribadah. Sehingga jika wisatawan jelas tidak memungkinkan.

Kapolsek Tosari, Iptu Bambang Tri mengatakan bahwa dari Polsek Tosari sudah mengamankan TKP dan langsung melakukan penyidikan. “Sudah dilakukan olah TKP dan penyidikan di sana,” terangnya.

Namun sampai Minggu lalu, memang belum bisa memastikan siapa yang merusak bangunan Padmasari di sana. Ini lantaran lokasi memang terbuka dan bisa didatangi siapa saja. (eka/fun)