alexametrics
24.2 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Bawakan Batik Kuno Probolinggo, Ini Penampakan Puteri Indonesia

KANIGARAN–Putri Indonesia 2017 Bunga Jelitha Ibrani tampil anggun dalam malam Festival Batik 2018 Kota Probolinggo, Rabu malam (7/11). Dengan tema Ultimate Reborn Kota Probolinggo Batik Festival, model kelahiran Jakarta itu mendapat kehormatan membawakan motif batik kuno yang direpro oleh pebatik asal kota mangga.

Ada 20 batik kuno Kota Probolinggo yang direpro oleh pebatik kota mangga. Batik-batik itu ditampilkan dalam festival yang digelar di halaman kantor Pemkot Probolinggo.

Motif-motif batik kuno yang direpro itu adalah, Kapal Keruk, Campur Sari, Kembang Pring, Panji Lintik, Karang Melok, dan Bak Boyo.

Kemudian, Kembang Namao Bulu, Sriti, Kembang Koro, Panji Ubin, Udan Emas, Lurking, Lem Kare, dan Kerangan. Selain itu, ada juga Peksi Puger, Belah Ketupat, Kembang Suro, Kawung Bulan, Wajek’an, serta Jal Serinpang.

MEMUKAU: Bunga Jelitha Ibrani memakai batik Campur Sari dan Kembang Pring yang direpro Mujiono dan Yayuk Setyowati. Sebelumnya, Bunga Jelitha juga tampil dengan batik Lurking dan Kapal Keruk. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Tak hanya menampilkan Bunga Jelitha Ibrani, batik-batik kuno warisan budaya lokal itu juga dibawakan oleh model dari Color Model Inc Malang. Para model itu berlenggak-lenggok di atas catwalk, dengan koreografer Agoeng Soedir Poetra.

Yang istimewa, para pebatik yang merepro motif batik kuno juga diajak beraksi di catwalk. Mereka diberi kesempatan untuk menyapa para undangan dan penonton.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo Tutang Heru Aribowo mengatakan, tujuan diselenggarakannya festival batik ini salah satunya untuk meningkatkan peluang dan kerja sama dalam mendukung pariwisata.

“Kalau tujuan utamanya tentu mengenalkan batik kuno khas Kota Probolinggo yang diambil dari National Museum of World Cultures, Belanda. Selain itu, juga meningkatkan peluang pemasaran dan jaringan para perajin batik dalam mendukung aktivitas pariwisata,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Bambang Agus Suwignyo mengatakan, pariwisata Kota Probolinggo sangat menjanjikan. Sebagai kota transit, penting bagi Kota Probolinggo untuk menonjolkan kekayaan wisatanya.

Nah, salah satunya dengan menggelar festival batik. “Tentunya akan meningkatkan daya saing dengan batik daerah lain,”  katanya.

Agenda ke depan, menurut Sekda, event festival ini diharapkan bisa disinergikan dengan event lokal lain. Seperti Probolinggo Tempoe Doeloe.

“Sekalian mengenalkan motif batik kuno pada dunia. Kalau bisa, acaranya sampai 2 pekan,” ujar mantan Direktur RSUD dr Mohamad Saleh itu.

Acara yang dibuka pukul 19.30, itu juga dihadiri  Wali Kota terpilih Habib Hadi Zainal Abidin, Ketua Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (APBJ) Wirasno, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, serta undangan.

Bunga Jelitha Ibrani mengaku kagum dengan festival yang digelar oleh Disbudpar bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo itu. Kekagumannya karena kota yang baru ia datangi itu ternyata menyimpan warisan budaya lokal.

Ia bahkan mengajak anak-anak muda kota mangga untuk mengenal batik warisan leluhur itu. “Suatu kebanggaan bagi saya tampil membawakan batik warisan budaya lokal ini. Ini adalah karya budaya yang harus dilestarikan. Jangan lupa peran UKM yang telah merepro batik-batik kuno ini, agar mendapat apresiasi. Karena dari tangan merekalah, batik ini bisa dilestarikan,” jelasnya.

Penghargaan maupun apresiasi itu ternyata sudah disiapkan oleh Pemkot Probolinggo. Wali Kota Probolinggo memberikan penghargaan kepada 20 UKM yang telah berhasil merepro motif batik kuno tersebut.

Koreografer Agoeng Soedir Poetra juga mendapat penghargaan yang diberikan langsung oleh Sekda Bambang Agus mewakili Wali Kota Probolinggo Rukmini. (sid/rf)

KANIGARAN–Putri Indonesia 2017 Bunga Jelitha Ibrani tampil anggun dalam malam Festival Batik 2018 Kota Probolinggo, Rabu malam (7/11). Dengan tema Ultimate Reborn Kota Probolinggo Batik Festival, model kelahiran Jakarta itu mendapat kehormatan membawakan motif batik kuno yang direpro oleh pebatik asal kota mangga.

Ada 20 batik kuno Kota Probolinggo yang direpro oleh pebatik kota mangga. Batik-batik itu ditampilkan dalam festival yang digelar di halaman kantor Pemkot Probolinggo.

Motif-motif batik kuno yang direpro itu adalah, Kapal Keruk, Campur Sari, Kembang Pring, Panji Lintik, Karang Melok, dan Bak Boyo.

Kemudian, Kembang Namao Bulu, Sriti, Kembang Koro, Panji Ubin, Udan Emas, Lurking, Lem Kare, dan Kerangan. Selain itu, ada juga Peksi Puger, Belah Ketupat, Kembang Suro, Kawung Bulan, Wajek’an, serta Jal Serinpang.

MEMUKAU: Bunga Jelitha Ibrani memakai batik Campur Sari dan Kembang Pring yang direpro Mujiono dan Yayuk Setyowati. Sebelumnya, Bunga Jelitha juga tampil dengan batik Lurking dan Kapal Keruk. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Tak hanya menampilkan Bunga Jelitha Ibrani, batik-batik kuno warisan budaya lokal itu juga dibawakan oleh model dari Color Model Inc Malang. Para model itu berlenggak-lenggok di atas catwalk, dengan koreografer Agoeng Soedir Poetra.

Yang istimewa, para pebatik yang merepro motif batik kuno juga diajak beraksi di catwalk. Mereka diberi kesempatan untuk menyapa para undangan dan penonton.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Probolinggo Tutang Heru Aribowo mengatakan, tujuan diselenggarakannya festival batik ini salah satunya untuk meningkatkan peluang dan kerja sama dalam mendukung pariwisata.

“Kalau tujuan utamanya tentu mengenalkan batik kuno khas Kota Probolinggo yang diambil dari National Museum of World Cultures, Belanda. Selain itu, juga meningkatkan peluang pemasaran dan jaringan para perajin batik dalam mendukung aktivitas pariwisata,” jelasnya.

Sementara itu, Sekda Bambang Agus Suwignyo mengatakan, pariwisata Kota Probolinggo sangat menjanjikan. Sebagai kota transit, penting bagi Kota Probolinggo untuk menonjolkan kekayaan wisatanya.

Nah, salah satunya dengan menggelar festival batik. “Tentunya akan meningkatkan daya saing dengan batik daerah lain,”  katanya.

Agenda ke depan, menurut Sekda, event festival ini diharapkan bisa disinergikan dengan event lokal lain. Seperti Probolinggo Tempoe Doeloe.

“Sekalian mengenalkan motif batik kuno pada dunia. Kalau bisa, acaranya sampai 2 pekan,” ujar mantan Direktur RSUD dr Mohamad Saleh itu.

Acara yang dibuka pukul 19.30, itu juga dihadiri  Wali Kota terpilih Habib Hadi Zainal Abidin, Ketua Asosiasi Perajin Batik Jawa Timur (APBJ) Wirasno, dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, serta undangan.

Bunga Jelitha Ibrani mengaku kagum dengan festival yang digelar oleh Disbudpar bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo itu. Kekagumannya karena kota yang baru ia datangi itu ternyata menyimpan warisan budaya lokal.

Ia bahkan mengajak anak-anak muda kota mangga untuk mengenal batik warisan leluhur itu. “Suatu kebanggaan bagi saya tampil membawakan batik warisan budaya lokal ini. Ini adalah karya budaya yang harus dilestarikan. Jangan lupa peran UKM yang telah merepro batik-batik kuno ini, agar mendapat apresiasi. Karena dari tangan merekalah, batik ini bisa dilestarikan,” jelasnya.

Penghargaan maupun apresiasi itu ternyata sudah disiapkan oleh Pemkot Probolinggo. Wali Kota Probolinggo memberikan penghargaan kepada 20 UKM yang telah berhasil merepro motif batik kuno tersebut.

Koreografer Agoeng Soedir Poetra juga mendapat penghargaan yang diberikan langsung oleh Sekda Bambang Agus mewakili Wali Kota Probolinggo Rukmini. (sid/rf)

MOST READ

BERITA TERBARU

/