alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Kadis Meninggal karena Korona, Dispertahankan Tak Lockdown

MAYANGAN, Radar Bromo – Setelah ditinggal Sudiman yang berpulang usai positif korona, dua posisi penting di lingkungan Pemkot Probolinggo kosong. Yaitu, kepala Dispertahankan dan Plt kepala DPM-PTSP Tenaga Kerja.

Karena itu, Wakil Wali Kota (Wawali) Probolinggo Moch. Soufis Subri menegaskan akan segera melakukan koordinasi guna mengisi kekosongan jabatan tersebut. “Jelas nanti akan segera kami koordinasikan untuk mengisi kekosongan jabatan ini. Namun, saat ini kami masih fokus pada pemakaman,” kata Subri.

Selain itu, tracing dan tracking dilakukan di tempat Sudiman bertugas selama ini. Bahkan, sudah dilakukan dinas terkait sepekan sebelumnya.

“Untuk tracing pihak keluarga sudah ditangani oleh pemerintah kabupaten. Sedangkan di kota melalui dinas terkait dilakukan tracing di internal dinas. Namun, kantor tidak sampai di-lockdown,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo, dr Abraar HS Kuddah. Menurutnya, tracing sudah dilakukan sepekan sebelumnya.

Tracing pada keluarga dilakukan di Dinkes Kabupaten Probolinggo. Sebab, rumah Sudiman di Leces, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan tracing di tempat Sudiman bertugas, dilakukan Dinkes Kota Probolinggo.

Sudiman sendiri tidak diketahui tertular dari klaster apa. Abraar menyebut, identifikasi klaster saat ini sangat sulit diketahui.

“Tertular dari mana atau klaster mana, saat ini sulit mengidentifikasinya. Jadi bisa dari mana-mana,” tandas Abraar. (rpd/hn)

MAYANGAN, Radar Bromo – Setelah ditinggal Sudiman yang berpulang usai positif korona, dua posisi penting di lingkungan Pemkot Probolinggo kosong. Yaitu, kepala Dispertahankan dan Plt kepala DPM-PTSP Tenaga Kerja.

Karena itu, Wakil Wali Kota (Wawali) Probolinggo Moch. Soufis Subri menegaskan akan segera melakukan koordinasi guna mengisi kekosongan jabatan tersebut. “Jelas nanti akan segera kami koordinasikan untuk mengisi kekosongan jabatan ini. Namun, saat ini kami masih fokus pada pemakaman,” kata Subri.

Selain itu, tracing dan tracking dilakukan di tempat Sudiman bertugas selama ini. Bahkan, sudah dilakukan dinas terkait sepekan sebelumnya.

“Untuk tracing pihak keluarga sudah ditangani oleh pemerintah kabupaten. Sedangkan di kota melalui dinas terkait dilakukan tracing di internal dinas. Namun, kantor tidak sampai di-lockdown,” tambahnya.

Hal senada diungkapkan Plt Direktur RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo, dr Abraar HS Kuddah. Menurutnya, tracing sudah dilakukan sepekan sebelumnya.

Tracing pada keluarga dilakukan di Dinkes Kabupaten Probolinggo. Sebab, rumah Sudiman di Leces, Kabupaten Probolinggo. Sedangkan tracing di tempat Sudiman bertugas, dilakukan Dinkes Kota Probolinggo.

Sudiman sendiri tidak diketahui tertular dari klaster apa. Abraar menyebut, identifikasi klaster saat ini sangat sulit diketahui.

“Tertular dari mana atau klaster mana, saat ini sulit mengidentifikasinya. Jadi bisa dari mana-mana,” tandas Abraar. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/