alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Penampungan Sementara Pasar Baru Tak Aman, Pedagang Sering Kemalingan

MAYANGAN – Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pedagang Pasar Baru Kota Probolinggo, dinilai tak aman. Pasalnya, dalam sepekan, ada saja barang yang hilang. Jumat (5/10) lalu ada pedagang yang menjerit kemalingan dan mengaku merugi hingga jutaan rupiah.

Hal itu diungkapkan Faizah, salah seorang pedagang di Pasar Baru, Minggu (8/10). Faizah membenarkan kalau TPS sering kemalingan.

Munir, pedagang lainnya terlihat lemas. Gara-gara itu, Munir tidak membuka kiosnya. Lantaran tak memiliki timbangan dan persediaan dagangan tinggal sedikit.

Tak hanya Munir, dua pekan lalu, Fatima, penjual rempah-rempah dan bumbu dapur, juga bernasib sama. Rempah dan bumbu dapur seperti merica, bawang putih, ketumbar, dan dagangan dikuras habis. Perempuan yang tinggal di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, cukup berani.

Menurutnya, pelaku tidak membobol pintu atau dinding serta atap TPS, melainkan hanya membuka gembok pintu dan menutupnya seperti sedia kala. Ada juga yang naik lewat atas bedak.

“Ya, TPS ini sudah tidak aman. Kami berharap penjagaannya diperketat lagi. Kalau terus-terusan kemalingan, kan yang rugi pedagang. Kalau bedak saya aman. Mungkin malingnya gak mau curi sublukan,” ujar Faizah sambil tertawa.

Ia kemudian menyebut, pedagang makanan dan minuman di TPS 5 yang merupakan TPS paling selatan, tiga hari yang lalu juga kebobolan. Kompor dan dua tabung gas elpijinya, digondol pencuri.

Pemilik warung itu bernama Ibu Ho, sehingga ia tidak bisa jualan akibat tidak mampu membeli kompor berikut tabung gasnya. “Di sini dia dipanggil Ho saja. Nama panjangnya, saya tidak tahu. Kejadiannya saya juga tidak tahu,” tambahnya. (rpd/rf/mie)

MAYANGAN – Tempat Penampungan Sementara (TPS) Pedagang Pasar Baru Kota Probolinggo, dinilai tak aman. Pasalnya, dalam sepekan, ada saja barang yang hilang. Jumat (5/10) lalu ada pedagang yang menjerit kemalingan dan mengaku merugi hingga jutaan rupiah.

Hal itu diungkapkan Faizah, salah seorang pedagang di Pasar Baru, Minggu (8/10). Faizah membenarkan kalau TPS sering kemalingan.

Munir, pedagang lainnya terlihat lemas. Gara-gara itu, Munir tidak membuka kiosnya. Lantaran tak memiliki timbangan dan persediaan dagangan tinggal sedikit.

Tak hanya Munir, dua pekan lalu, Fatima, penjual rempah-rempah dan bumbu dapur, juga bernasib sama. Rempah dan bumbu dapur seperti merica, bawang putih, ketumbar, dan dagangan dikuras habis. Perempuan yang tinggal di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, cukup berani.

Menurutnya, pelaku tidak membobol pintu atau dinding serta atap TPS, melainkan hanya membuka gembok pintu dan menutupnya seperti sedia kala. Ada juga yang naik lewat atas bedak.

“Ya, TPS ini sudah tidak aman. Kami berharap penjagaannya diperketat lagi. Kalau terus-terusan kemalingan, kan yang rugi pedagang. Kalau bedak saya aman. Mungkin malingnya gak mau curi sublukan,” ujar Faizah sambil tertawa.

Ia kemudian menyebut, pedagang makanan dan minuman di TPS 5 yang merupakan TPS paling selatan, tiga hari yang lalu juga kebobolan. Kompor dan dua tabung gas elpijinya, digondol pencuri.

Pemilik warung itu bernama Ibu Ho, sehingga ia tidak bisa jualan akibat tidak mampu membeli kompor berikut tabung gasnya. “Di sini dia dipanggil Ho saja. Nama panjangnya, saya tidak tahu. Kejadiannya saya juga tidak tahu,” tambahnya. (rpd/rf/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/