Ssstt.. Ada Caleg Mantan Napi Tipikor di Kabupaten Probolinggo?

KRAKSAAN – KPU Kabupaten Probolinggo masih melakukan verifikasi berkas dan syarat bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang telah mendaftar. Dari 577 bacaleg, rupanya ada bacaleg yang berstatus mantan narapidana (napi) kasus korupsi. Sayangnya, KPU tidak menjelaskan bacaleg tersebut.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, bacaleg yang pernah tersangkut kasus tipikor itu berjumlah 3 orang. Saat masa perbaikan, mereka telah melengkapi berkas syarat calon. Hanya saja, karena berstatus napi kasus tipikor, mereka pun terancam dicoret dari Daftar Calon Sementara (DCS).

Ketua KPU Kabupaten Probolinggo Muhammad Zubaidi membenarkan ada bacaleg yang tersangkut kasus tipikor. Hanya saja, pihaknya masih akan melakukan klarifikasi ke PN Kraksaan. Mengingat, yang mempunyai wewenang benar-tidaknya bacaleg tersebut adalah eks napi tipikor adalah pengadilan.

“Kami masih akan melakukan verifikasi dan klarifikasi pada pengadilan. Apakah benar bersangkutan mantan narapidana kasus tipikor atau bukan,” terangnya. Sayangnya, KPU enggan membeberkan nama dan parpol di Jatim yang mereka perebutkan.

Sementara itu, Jawa Pos Radar Bromo sejatinya berupaya mendapatkan konfirmasi dari Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan terkait klarifikasi dari KPU. Namun, Wakil Ketua PN Kraksaan Gatot juga tak memberi penjelasan detail.

Di sisi lain, KPU akan memastikan proses verifikasi dan klarifikasi terhadap berkas syarat calon para bacaleg. Terutama ijazah. KPU juga akan melakukan klarifikasi pada Dispendik, jika ada berkas syarat calon yang disinyalir bermasalah.

Zubaidi mengatakan, pihaknya hanya meneliti berkas syarat calon para bacaleg. Tetapi, KPU juga bakal klarifikasi pada pihak terkait, jika ada syarat calon yang disinyalir bermasalah. “Kami juga langsung lakukan klarifikasi jika ada berkas syarat calon yang memang disinyalir bermasalah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bromo (7/8).

Seperti hal berkas syarat calon ijazah yang disinyalir palsu. Ketua mengaku, akan klarifikasi pada dinas terkait. Sehingga, pihaknya saat mengumumkan daftar calon sementara (DCS), sudah terverifikasi dan klarifikasi. Meskipun, pihaknya tetap memberikan ruang terbuka bagi masyarakat yang hendak memberikan tanggapan atas DCS yang telah diumumkan nanti.

“Meski ada tahapan tanggapan dari masyarakat, kami ingin semua berkas syarat calon sudah terverifikasi dan terklarifikasi, jika disinyalir bermasalah,” terangnya. Direncanakan, hari ini pihaknya mulai penyusunan DCS bagi para bacaleg yang memenuhi syarat.

Namun, DCS itu masih ada tahapan tanggapan dari masyarakat, sebelum penetapan DCT daftar calon tetap. “Sebelum penetapan DCT, kami akan sampaikan pada partai politik (parpol), terkait bacaleg yang DCS dan akan diumumkan,” ujarnya. (mas/rf/mie)