alexametrics
25.5 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Kemenag di Pasuruan Buka Penarikan BPIH, Permohonan Dibuka Sepanjang Tahun

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan mulai membuka layanan bagi CJH yang mau menarik uang BPIH. Namun, sampai Minggu (7/6), belum ada CJH yang mengajukan permohonan penarikan setoran pelunasan BPIH itu.

Imron Muhadi, kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pasuruan mengatakan, juknis pengembalian setoran pelunasan BPIH sudah diinformasikan ke Kemenag di daerah. Karena itu, CJH yang sudah melunasi BPIH bisa mengajukan pengembalian setoran haji.

“Bagi CJH yang kemarin lunas BPIH, bisa melakukan permohonan penarikan setoran. Teknisnya sudah diberikan oleh pusat,” terangnya.

Imron mengatakan, pengajuan permohonan ini sudah dibuka sejak minggu lalu. Yakni, setelah pemerintah pusat memastikan penundaan pemberangkatan jamaah haji tahun ini. Bagi CJH yang sudah melunasi BPIH, dana yang disetor saat pelunasan bisa ditarik lagi. Dan permohonan penarikan itu, dibuka sepanjang tahun sampai 2021.

MASIH JALAN: Pelayanan Haji dan Umroh di Kemenag Kabupaten Pasuruan beberapa waktu lalu. (Foto: Erri Kartika/Radar Bromo)

Tata cara permohonan ini, CJH wajib menyertakan bukti asli setoran lunas BPIH yang dikeluarkan oleh perbankan. Lalu, fotokopi buku tabungan atas nama CJH, fotokopi KTP dan menunjukkan KTP asli, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Nantinya dari Kemenag, akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap seluruh dokumen permohonan. Kalau dokumen sudah lengkap dan sah, selanjutnya dilaporkan ke Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Kemudian, pusat yang akan memproses sampai dana BPIH yang terbayar kembali ke rekening CJH.

Di sisi lain, menurut Imron, CJH yang tahun ini tertunda berangkat langsung masuk kuota tahun 2021. Dan CJH nantinya akan kembali melunasi BPIH sesuai tahun 2021.

“Untuk CJH yang tidak menarik lagi setoran lunasnya, nantinya tetap menyesuaikan dengan BPIH tahun 2021. Apakah berkurang atau lebih, tinggal menyesuaikan,” terangnya.

Sementara itu, di Kota Pasuruan, Kemenag Kota Pasuruan juga mulai membuka layanan bagi CJH yang mau menarik uang BPIH. Namun, belum ada CJH yang mengajukan penarikan dana setoran lunas BPIH.

Plt Kepala Kantor Kemenag Kota Pasuruan Munif mengatakan, CJH dibagi dua. Yakni, jamaah reguler dan khusus. Proses pengembalian setoran pelunasan BPIH untuk dua klasifikasi itu juga sedikit berbeda.

“Jamaah haji yang telah melunasi BPIH bisa mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan BPIH secara tertulis ke Kepala Kantor Kementerian Agama,” katanya.

Untuk CJH reguler, juga harus menyertakan bukti asli setoran lunas BPIH yang dikeluarkan Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH, fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jamaah haji dan memperlihatkan aslinya. Lalu, fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan memperlihatkan aslinya, serta nomor telepon yang bisa dihubungi.

Sedangkan untuk jamaah haji khusus, tidak jauh berbeda persyaratannya. Hanya saja, harus menyertakan bukti pelunasan setoran BPIH Khusus yang dikeluarkan oleh BPS Khusus. Lalu, nomor rekening USD atau rupiah atas nama jamaah haji dan nomor telepon jamaah haji.

Menurut Munif, pengembalian BPIH hanya bisa dilakukan untuk setoran pelunasan saja. Dengan kata lain, tak seluruh BPIH bisa dikembalikan. Sebab, jika semua BPIH ditarik, maka CJH dianggap batal melaksanakan ibadah haji. Sehingga, jika mendaftar kembali, harus kembali mengantre.

“Sedangkan daftar tunggu di Kota Pasuruan sekarang sudah sampai 26 tahun mendatang,” ujarnya.

Munif juga menyampaikan, pengajuan pengembalian setoran pelunasan itu tak dibatasi waktu. Artinya, jamaah calon haji bisa mengajukan pengembalian kapan saja. Nominal setoran pelunasan setiap jamaah itu sendiri berbeda-beda. Rata-rata sekitar Rp 12 juta.

“Sampai dengan saat ini tidak ada jamaah yang mengajukan pengembalian. Kami juga sudah mengonfirmasi hal ini ke seluruh KBIH, tidak ada yang mengajukan,” tuturnya. (eka/tom/hn)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pasuruan mulai membuka layanan bagi CJH yang mau menarik uang BPIH. Namun, sampai Minggu (7/6), belum ada CJH yang mengajukan permohonan penarikan setoran pelunasan BPIH itu.

Imron Muhadi, kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pasuruan mengatakan, juknis pengembalian setoran pelunasan BPIH sudah diinformasikan ke Kemenag di daerah. Karena itu, CJH yang sudah melunasi BPIH bisa mengajukan pengembalian setoran haji.

“Bagi CJH yang kemarin lunas BPIH, bisa melakukan permohonan penarikan setoran. Teknisnya sudah diberikan oleh pusat,” terangnya.

Imron mengatakan, pengajuan permohonan ini sudah dibuka sejak minggu lalu. Yakni, setelah pemerintah pusat memastikan penundaan pemberangkatan jamaah haji tahun ini. Bagi CJH yang sudah melunasi BPIH, dana yang disetor saat pelunasan bisa ditarik lagi. Dan permohonan penarikan itu, dibuka sepanjang tahun sampai 2021.

MASIH JALAN: Pelayanan Haji dan Umroh di Kemenag Kabupaten Pasuruan beberapa waktu lalu. (Foto: Erri Kartika/Radar Bromo)

Tata cara permohonan ini, CJH wajib menyertakan bukti asli setoran lunas BPIH yang dikeluarkan oleh perbankan. Lalu, fotokopi buku tabungan atas nama CJH, fotokopi KTP dan menunjukkan KTP asli, dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

Nantinya dari Kemenag, akan melakukan verifikasi dan validasi terhadap seluruh dokumen permohonan. Kalau dokumen sudah lengkap dan sah, selanjutnya dilaporkan ke Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat). Kemudian, pusat yang akan memproses sampai dana BPIH yang terbayar kembali ke rekening CJH.

Di sisi lain, menurut Imron, CJH yang tahun ini tertunda berangkat langsung masuk kuota tahun 2021. Dan CJH nantinya akan kembali melunasi BPIH sesuai tahun 2021.

“Untuk CJH yang tidak menarik lagi setoran lunasnya, nantinya tetap menyesuaikan dengan BPIH tahun 2021. Apakah berkurang atau lebih, tinggal menyesuaikan,” terangnya.

Sementara itu, di Kota Pasuruan, Kemenag Kota Pasuruan juga mulai membuka layanan bagi CJH yang mau menarik uang BPIH. Namun, belum ada CJH yang mengajukan penarikan dana setoran lunas BPIH.

Plt Kepala Kantor Kemenag Kota Pasuruan Munif mengatakan, CJH dibagi dua. Yakni, jamaah reguler dan khusus. Proses pengembalian setoran pelunasan BPIH untuk dua klasifikasi itu juga sedikit berbeda.

“Jamaah haji yang telah melunasi BPIH bisa mengajukan permohonan pengembalian setoran pelunasan BPIH secara tertulis ke Kepala Kantor Kementerian Agama,” katanya.

Untuk CJH reguler, juga harus menyertakan bukti asli setoran lunas BPIH yang dikeluarkan Bank Penerima Setoran (BPS) BPIH, fotokopi buku tabungan yang masih aktif atas nama jamaah haji dan memperlihatkan aslinya. Lalu, fotokopi kartu tanda penduduk (KTP) dan memperlihatkan aslinya, serta nomor telepon yang bisa dihubungi.

Sedangkan untuk jamaah haji khusus, tidak jauh berbeda persyaratannya. Hanya saja, harus menyertakan bukti pelunasan setoran BPIH Khusus yang dikeluarkan oleh BPS Khusus. Lalu, nomor rekening USD atau rupiah atas nama jamaah haji dan nomor telepon jamaah haji.

Menurut Munif, pengembalian BPIH hanya bisa dilakukan untuk setoran pelunasan saja. Dengan kata lain, tak seluruh BPIH bisa dikembalikan. Sebab, jika semua BPIH ditarik, maka CJH dianggap batal melaksanakan ibadah haji. Sehingga, jika mendaftar kembali, harus kembali mengantre.

“Sedangkan daftar tunggu di Kota Pasuruan sekarang sudah sampai 26 tahun mendatang,” ujarnya.

Munif juga menyampaikan, pengajuan pengembalian setoran pelunasan itu tak dibatasi waktu. Artinya, jamaah calon haji bisa mengajukan pengembalian kapan saja. Nominal setoran pelunasan setiap jamaah itu sendiri berbeda-beda. Rata-rata sekitar Rp 12 juta.

“Sampai dengan saat ini tidak ada jamaah yang mengajukan pengembalian. Kami juga sudah mengonfirmasi hal ini ke seluruh KBIH, tidak ada yang mengajukan,” tuturnya. (eka/tom/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/