Terlindas Forklift, Pegawai Outsourcing PT. KTI asal Jangur Meninggal

MAYANGAN, Radar BromoAktivitas Mahfudi, 35 bekerja di PT Kutai Timber Indonesia (KTI) berujung tragedi. Warga asal Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo itu meregang nyawa usai mengalami kecelakaan kerja, Rabu siang (8/1).

Mahfudi yang bekerja di bagian produksi I itu terlindas alat berat forklift. Ia mengalami luka di bagian perutnya. Mahfudi mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 15.00 di IGD RSUD dr Moh Saleh.

Menurut Suparman, 65 mertua Mahfudi, sekitar pukul 12.00 ia mendapatkan kabar dari anaknya bahwa Mahfudi mengalami kecelakaan kerja. Sehingga ia dirawat di IGD RSUD Moh Saleh.

“Saya dikabari anak saya, jika dia (Mahfudi) kecelakaan. Sekarang di rumah sedang persiapan untuk pemakaman” ujar Suparman saat ditemui Jawa Pos Radar Bromo di Kamar Jenazah.

Dilokasi yang sama, Pengawas Ketenaga kerjaan Disnakertrans Prov Jatim subkorwil Probolinggo, Ninuk Sri Lestari membenarkan kecelakaan kerja tersebut. Informasi yang ia dapatkan, kecelakaan kerja akibat terlindas mesin forklift tersebut terjadi sekitar pukul 12.00.

Selanjutnya, korban langsung dilarikan ke IGD RSUD setempat. Sayangnya korban yang tak mampu bertahan, hingga  meninggal pada pukul 15.00.

Dengan peristiwa tersebut ia besama dnegan tim URC akan melakukan penanganan dan penyelidikan terkait dengan peristiwa tersebut. “Tim URC Disnakertrans Subkorwil Probolinggo melakukan upaya penanganan korban kasus kecelakaan kerja ini,” bebernya.

Informasi yang diterima Tari –sapaan akrab Ninuk Sri Lestari-, Mahfudi tersebut merupakan kariyawan dari pihak ketiga PT. KTI. “Informasi yang kami terima, ini karyawan dari pihak ketiga PT. KTI,” tambahnya.

Pihak keluarga dibantu dengan petugas ambulans sendiri langsung membawa jenazah pulang, tanpa menunggu petugas ident Polresta tiba di kamar jenazah. “Kami mencoba memberikan pemahaman kepada keluarga. Paling tidak dilakukan visum. Namun, pihak keluarga memaksa segera dibawa pulang agar bisa dimakamkan,” jelas Irvan iswahyudi,  petugas kamar mayat RSUD.

“Untuk lukanya, dimungkinkan luka dalam. Sebab, meski ada luka gores di bagian perut, namun tidak sampai ada luka menganga,” imbuhnya.

Sampai berita ini ditulis, Jawa Pos Radar Bromo belum mendapat keterangan resmi dari PT KTI. Sejumlah karyawan PT KTI yang ditemui di RSUD enggan memberikan keterangan. Termasuk adik kandung korban yang juga bekerja di PT. KTI. (rpd/mie)