alexametrics
24.8 C
Probolinggo
Saturday, 2 July 2022

Stok Berkurang, Lapak Ikan Banyak Kosong

MAYANGAN – Kondisi cuaca yang tidak menentu berdampak pada stok ikan segar di Pasar Ikan Mayangan, Kota Probolinggo. Banyak nelayan yang tidak melaut membuat harga ikan tangkap naik. Sejumlah lapak penjual ikan di Pasar Ikan Mayangan, juga tutup.

Sedangkan, pedagang yang masih tetap berjualan, menjual ikan dengan jenis terbatas. Harga jualnya juga melambung. “Sekarang sedikit yag berjual ikan. Musim angin ini nelayan jarang yang melaut,” ujar salah seorang pedagang di Pasar Ikan Mayangan, Jumali.

Jumali mengatakan, selain ikan yang didapat sedikit, harganya juga naik. Seperti, cumi-cumi per 1 kilogram dijual Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu. “Biasanya kalau cuaca normal Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram,” ujarnya.

Harga ikan dorang juga cukup tinggi. Mencapai Rp 60 ribu per kilogram, biasanya harganya hanya Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan, harga udang berukuran tanggung sampai Rp 70 ribu per kilogram. Biasanya, hanya Rp 40 ribu per kilogram.

Tingginya harga ikan membuat sejumlah konsumen, terutama konsumen rumah tangga mengeluh. Mereka juga mengaku mengurangi pembelian ikan. “Harga daging ayam mahal, sekarang ikan laut juga mahal. Susah cari makanan sumber protein. Biasanya kalau murah bisa ambil 1 kilogram, sekarang paling hanya seperempat kilogram,” ujar salah seorang warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Santi, 40.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, dengan kondisi cuaca berangin, pasokan ikan rentan berkurang. Ini, karena dampak nelayan yang melaut berkurang. “Dengan stok ikan yang berkurang, jelas harga ikan hasil tangkapan akan melambung. Alternatifnya, konsumsi ikan hasil budi daya, seperti lele,” ujarnya. (put/rud/mie)

MAYANGAN – Kondisi cuaca yang tidak menentu berdampak pada stok ikan segar di Pasar Ikan Mayangan, Kota Probolinggo. Banyak nelayan yang tidak melaut membuat harga ikan tangkap naik. Sejumlah lapak penjual ikan di Pasar Ikan Mayangan, juga tutup.

Sedangkan, pedagang yang masih tetap berjualan, menjual ikan dengan jenis terbatas. Harga jualnya juga melambung. “Sekarang sedikit yag berjual ikan. Musim angin ini nelayan jarang yang melaut,” ujar salah seorang pedagang di Pasar Ikan Mayangan, Jumali.

Jumali mengatakan, selain ikan yang didapat sedikit, harganya juga naik. Seperti, cumi-cumi per 1 kilogram dijual Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu. “Biasanya kalau cuaca normal Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram,” ujarnya.

Harga ikan dorang juga cukup tinggi. Mencapai Rp 60 ribu per kilogram, biasanya harganya hanya Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu per kilogram. Sedangkan, harga udang berukuran tanggung sampai Rp 70 ribu per kilogram. Biasanya, hanya Rp 40 ribu per kilogram.

Tingginya harga ikan membuat sejumlah konsumen, terutama konsumen rumah tangga mengeluh. Mereka juga mengaku mengurangi pembelian ikan. “Harga daging ayam mahal, sekarang ikan laut juga mahal. Susah cari makanan sumber protein. Biasanya kalau murah bisa ambil 1 kilogram, sekarang paling hanya seperempat kilogram,” ujar salah seorang warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Santi, 40.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perikanan Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, dengan kondisi cuaca berangin, pasokan ikan rentan berkurang. Ini, karena dampak nelayan yang melaut berkurang. “Dengan stok ikan yang berkurang, jelas harga ikan hasil tangkapan akan melambung. Alternatifnya, konsumsi ikan hasil budi daya, seperti lele,” ujarnya. (put/rud/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/