Kronologi 2 Kasus Positif Covid 19 Kota Probolinggo, Berawal dari Pelatihan  

KANIGARAN, Radar Bromo–Kota Probolinggo sudah dikonfirmasi terdapat 2 warganya asal Kecamatan kademangan yang positif corona virus disease (Covid 19). Dua warga itu adalah bapak dan anak.

Asal muasal keduanya terpapar korona, berawal dari sang ayah yang mengikuti pelatihan Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) di Surabaya. Lantas dari sang ayah, sang anak yang masih belasan tahun ikut terpapar.

Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, pelatihan PKHI yang diikuti pasien itu berlangsung pada 8-19 Maret lalu. Dari Kota Probolinggo, sejatinya tidak hanya satu orang yang mengikuti pelatihan itu.

“Ada enam orang dari Kota Probolinggo. Lima lainnya sudah dites dan dinyatakan negatif,” ujar Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin saat menggelar press relase lewat telekonferensi.

Sebelumnya, sang ayah yang mengikuti PKHI itu masuk dalam Pasien Dalam Pengawasan (PDP) usai mengalami sakit. Dari situ, tim Satgas penanganan Covid-19 melakukan tracking.

Saat kelima peserta PKHI lainnya negatif, sang anak yang awalnya masuk ODP (Orang Dalam Pemantauan) juga ikut dicek. Ternyata, sang anak juga diketahui positif covid 19 usai dilakukan tes swab.

Bapak dan anak itu pun kini sudah dirawat di ruang isolasi RSUD dr Mohamad Saleh, sejak beberapa hari lalu. Kondisi keduanya pun kini membaik.

“Ini harus kami sampaikan kepada masyarakat, ada dua yang terkonfirmasi positif. Kondisinya sudah semakin membaik, sudah lepas infus dan mudah-mudahan segera sembuh. Masyarakat jangan panik,” jelas Habib Hadi –sapaan akrab wali kota-.

Melihat perkembangan tersebut, Habib Hadi menegaskan, pencegahan penularan COVID 19 tidak bisa dilakukan sendiri tanpa kebersamaan dengan seluruh masyarakat. Wali kota berharap kepedulian masyarakat untuk menjaga diri sendiri dan keluarga.

Baca Juga: 2 Warga Kota Probolinggo Positif Covid-19; Bapak-Anak

“Ikuti anjuran pemerintah. Kami bersama kepolisian dan TNI sudah melakukan tindakan, berpatroli membubarkan keramaian dan tempat kongkow karena itu sangat berbahaya. Jaga diri agar tidak terpapar virus korona,” tegas Habib Hadi.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya menegaskan, pemerintah-kepolisian-TNI tidak akan pernah lelah memberikan nasihat. “Jangan bosan, capek denger kami ngomong. Setiap hari kami akan memberi imbauan, patroli, penyemprotan. Semua kami lakukan demi warga,” katanya.

Hal senada disampaikan Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo, bahwa institusinya siap mendukung kebijakan wali kota dan satgas. “Harapan kami bahwa masyarakat semakin disiplin dalam melaksanakan protokol kesehatan. Jangan panik, jaga kesehatan, jaga jarak dan jangan lupa berdoa,” pesannya. (put/mie)