alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Masih Awal Tahun, Dampak dan Bencana di Kab Probolinggo Meningkat

DRINGU, Radar Bromo – Sepekan awal 2020, Kabupaten Probolinggo sudah dilanda tiga kali bencana alam. Angka ini lebih banyak dibanding sepekan pada awal 2019. Bahkan, dampak bencana awal tahun ini begitu besar dan naik drastis dibanding 2019.

Tercatat dalam tiga kali bencana tahun ini ada ratusan rumah warga rusak dan puluhan pohon tumbang. Rinciannya, ada 205 rumah rusak ringan dan lima rumah rusak berat. Bencana juga mengakibatkan empat fasilitas pendidikan rusak berat dan empat fasilitas umum rusak ringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, bencana yang terjadi pada awal pekan 2020 cukup mengejutkan. Sebab, ada satu bencana yang dampaknya luar biasa. “Dalam sepekan awal tahun 2020 kami mencatat ada tiga kali bencana. Bencana angin kencang semua. Kalau sepekan awal 2019, hanya ada dua bencana,” ujarnya.

Menurutnya, dampak bencana yang terjadi awal tahun ini karena angin kencang. Pada waktu bersamaan, angin kencang menghantam sejumlah desa. Akibatnya, ratusan rumah warga rusak. Bahkan, ada rumah warga yang tertimpa pohon tumbang. “Untungnya, tidak sampai ada korban jiwa,” ujarnya.

Anggit menjelaskan, sesuai imbauan BMKG, dalam pekan ini diprediksi masih akan terjadi cuaca ekstrem. Karenanya, masyarakat diminta lebih waspada saat hujan disertai angin. Karena potensi paling besar saat hujan dan angin kencang, pohon tumbang serta puting beliung.

“Kerawanan bencana yang terjadi saat musim hujan lainnya adalah tanah longsor dan banjir. Karena itu, masyarakat harus lebih waspada dan tanggap akan bencana,” ujarnya. (mas/rud/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Sepekan awal 2020, Kabupaten Probolinggo sudah dilanda tiga kali bencana alam. Angka ini lebih banyak dibanding sepekan pada awal 2019. Bahkan, dampak bencana awal tahun ini begitu besar dan naik drastis dibanding 2019.

Tercatat dalam tiga kali bencana tahun ini ada ratusan rumah warga rusak dan puluhan pohon tumbang. Rinciannya, ada 205 rumah rusak ringan dan lima rumah rusak berat. Bencana juga mengakibatkan empat fasilitas pendidikan rusak berat dan empat fasilitas umum rusak ringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Anggit Hermanuadi mengatakan, bencana yang terjadi pada awal pekan 2020 cukup mengejutkan. Sebab, ada satu bencana yang dampaknya luar biasa. “Dalam sepekan awal tahun 2020 kami mencatat ada tiga kali bencana. Bencana angin kencang semua. Kalau sepekan awal 2019, hanya ada dua bencana,” ujarnya.

Menurutnya, dampak bencana yang terjadi awal tahun ini karena angin kencang. Pada waktu bersamaan, angin kencang menghantam sejumlah desa. Akibatnya, ratusan rumah warga rusak. Bahkan, ada rumah warga yang tertimpa pohon tumbang. “Untungnya, tidak sampai ada korban jiwa,” ujarnya.

Anggit menjelaskan, sesuai imbauan BMKG, dalam pekan ini diprediksi masih akan terjadi cuaca ekstrem. Karenanya, masyarakat diminta lebih waspada saat hujan disertai angin. Karena potensi paling besar saat hujan dan angin kencang, pohon tumbang serta puting beliung.

“Kerawanan bencana yang terjadi saat musim hujan lainnya adalah tanah longsor dan banjir. Karena itu, masyarakat harus lebih waspada dan tanggap akan bencana,” ujarnya. (mas/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/