Amankan Miras saat Razia Karaoke Tampiarto, Pengelola Berdalih Tamu Hotel

MELANGGAR: Satpol PP Kota Probolinggo merazia tempat karaoke di Hotel Tampiarto, Kota Probolinggo, Minggu (5/1). Di sana, mereka menemukan pria perpesta miras dan mengamankan sembilan botol miras. (Foto: Satpol PP for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar Bromo – Kabar adanya tempat karaoke di Hotel Tampiarto, Kota Probolinggo, menjadi perhatian serius Satpol PP Kota Probolinggo. Minggu (5/1) malam, Satpol PP merazianya. Hasilnya, mereka menemukan sejumlah pria sedang pesta minuman keras (miras). Serta, sembilan botol miras golongan satu.

Karena dianggap melanggar, patugas langsung membawa sembilan botol miras temuannya. Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi mengatakan, sudah lama pihaknya mendengar adanya aktivitas karaoke di Hotel Tampiarto. Karenanya, pihaknya melakukan razia. Minggu (5/1), razia dilakukan sekitar pukul 00.00.

Di sana, aparat penegak peraturan daerah (perda) itu menemukan empat pria sedang asyik berpesta minuman keras (miras) di sebuah ruangan. Selain itu, Satpol PP juga menemukan sembilan botol bir hitam besar jenis Guinness.

Menurut Agus, pihak pengelola berdalih yang berada di tempat karaoke itu merupakan tamu hotel. Tempat karaokenya tidak dibuka untuk umum. Namun, kata Agus, kini masalahnya terkait dengan penjualan miras golongan satu. Sebab, miras golongan satu hanya boleh dijual di tempat-tempat tertentu.

LOKASI LAIN: Selain di tempat karaoke Tampiarto, razia juga menyasar sejumlah warung remang-remang. (Foto: Satpol PP for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Karenanya, meski pihak pengelola tempat Karaoke Tampiarto berdalih apapun, Agus mengatakan, anggotanya tetap membawa sembilan botol miras yang ditemukannya. “Kami lakukan koordinasi dengan dinas terkait. Mulai dari perizinan, DKUPP, dan lainnya, pukul 10.00. Hasilnya, kami akan berikan ke Wali Kota. Nanti Wali Kota yang memutuskan,” jelasnya.

Yang jelas Agus, dari hasil koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Karaoke Tampiarto tidak berizin. Sebab, selain harus memiliki Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP), juga harus ada izin penjualan.

“Dia (Karaoke Tampiarto) hanya punya TDUP hingga tahun 2022. Tapi, izin lainnya tidak ada. Sehingga, kami memutuskan tempat karaoke itu melanggar,” ujarnya.

Mendapati temuan Satpol PP, Jawa Pos Radar Bromo berusaha mendapatkan keterangan dari pengelola tempat Karaoke Tampiarto, Arie Hafiz Azhari. Namun, ketika dihubungi melalui selulernya, sampai berita ini ditulis Senin (6/1) sore, yang bersangkutan belum merespons.

Sementara itu, selain dari tempat Karaoke Tampiarto, malam itu Satpol PP juga menyasar sejumlah warung. Hasilnya, mereka mengamankan enam arak, tiga anggur merah, tujuh bir Bintang, dua botol Guinness, dan setengah teko arak. Barang itu didapatkan di lesehan Yusa di Jalan Brantas, Kota Probolinggo. (rpd/rud/fun)