alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Monday, 23 May 2022

Usai Atap Ambruk, SDN Gentong Diliburkan, Pemkot Siapkan Tiga Opsi untuk KBM

PASURUAN, Radar Bromo­ – Pemkot Pasuruan langsung menyikapi ambruknya atap empat ruang kelas di UPT SDN Gentong. Pemkot menyebut, seluruh siswa dan guru di UPT SDN Gentong diliburkan sementara hingga awal pekan depan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan Siti Zunniati menjelaskan, ambruknya atap empat ruang kelas SDN Gentong menjadi duka bagi Kota Pasuruan. Karena itu, pemkot meliburkan seluruh siswa dan guru sampai Sabtu (9/11) mendatang.

“Tidak hanya orang tua siswa yang berduka, seluruh masyarakat Kota Pasuruan juga berduka. Sebab itu, kami memutuskan untuk meliburkan sekolah. Paling tidak, agar kondisi psikis korban pulih terlebih dahulu,” jelas Zunniati.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pasuruan Bahrul Ulum menjelaskan, pihaknya bakal mengambil sejumlah langkah alternatif menyikapi ambruknya empat ruang kelas di UPT SDN Gentong. Di antaranya, siswa yang menempati empat ruang kelas yang ambruk, direlokasi ke sekolah terdekat untuk sementara.

EVAKUASI: Petugas kepolisian ikut mengevakuasi siswa di SDN Gentong usai insiden atap ambrol. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Jika ternyata opsi ini tidak memungkinkan, proses KBM tetap dilaksanakan di SDN setempat. Namun, pihaknya bakal melakukan sistem sif. Sehingga, proses KBM akan dilakukan dalam dua tahap. Yaitu, sif pagi dan sif siang. Namun, ini dilakukan usai memastikan bangunan lainnya aman digunakan.

Atau menggunakan opsi ketiga. Yaitu dengan mendirikan tenda sebagai pengganti ruang kelas yang ambruk sampai ada solusi lokasi tempat belajar yang baik. Lalu, sisa bangunan yang sudah ambruk ini bakal dirobohkan karena kondisinya sudah tidak layak.

“Renovasi bakal diajukan pada 2020 melalui APBD. Supaya tidak terjadi lagi, kami sudah meminta pada PUPR dan Dinas P dan K untuk mengecek kondisi sekolah lainnya di Kota Pasuruan. Terutama karena dalam waktu dekat sudah masuk musim hujan,” pungkas Bahrul Ulum.

Ambruknya ruang kelas di SDN Gentong juga mendapatkan atensi dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR. Selasa (5/11), sejumlah staf Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR turun ke Kota Pasuruan untuk mengecek bangunan yang ambruk.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR Dardjat Wigunarso menyebut, banyak faktor yang bisa menjadi penyebab ambruknya atap empat ruang kelas tersebut. Misalnya, kekuatan bentang kuda-kuda atau kekuatan penopang dalam menahan beban genting.

“Kami sendiri belum bisa menyimpulkan. Cuma kami berharap agar sisa konstruksi bangunan yang ambruk ini segera dirobohkan agar tidak membahayakan. Kami dari balai sudah siap untuk membantu Pemkot membuat masterplan dari bangunan baru nantinya,” terang Dardjat. (riz/hn/fun)

PASURUAN, Radar Bromo­ – Pemkot Pasuruan langsung menyikapi ambruknya atap empat ruang kelas di UPT SDN Gentong. Pemkot menyebut, seluruh siswa dan guru di UPT SDN Gentong diliburkan sementara hingga awal pekan depan.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Pasuruan Siti Zunniati menjelaskan, ambruknya atap empat ruang kelas SDN Gentong menjadi duka bagi Kota Pasuruan. Karena itu, pemkot meliburkan seluruh siswa dan guru sampai Sabtu (9/11) mendatang.

“Tidak hanya orang tua siswa yang berduka, seluruh masyarakat Kota Pasuruan juga berduka. Sebab itu, kami memutuskan untuk meliburkan sekolah. Paling tidak, agar kondisi psikis korban pulih terlebih dahulu,” jelas Zunniati.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pasuruan Bahrul Ulum menjelaskan, pihaknya bakal mengambil sejumlah langkah alternatif menyikapi ambruknya empat ruang kelas di UPT SDN Gentong. Di antaranya, siswa yang menempati empat ruang kelas yang ambruk, direlokasi ke sekolah terdekat untuk sementara.

EVAKUASI: Petugas kepolisian ikut mengevakuasi siswa di SDN Gentong usai insiden atap ambrol. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Jika ternyata opsi ini tidak memungkinkan, proses KBM tetap dilaksanakan di SDN setempat. Namun, pihaknya bakal melakukan sistem sif. Sehingga, proses KBM akan dilakukan dalam dua tahap. Yaitu, sif pagi dan sif siang. Namun, ini dilakukan usai memastikan bangunan lainnya aman digunakan.

Atau menggunakan opsi ketiga. Yaitu dengan mendirikan tenda sebagai pengganti ruang kelas yang ambruk sampai ada solusi lokasi tempat belajar yang baik. Lalu, sisa bangunan yang sudah ambruk ini bakal dirobohkan karena kondisinya sudah tidak layak.

“Renovasi bakal diajukan pada 2020 melalui APBD. Supaya tidak terjadi lagi, kami sudah meminta pada PUPR dan Dinas P dan K untuk mengecek kondisi sekolah lainnya di Kota Pasuruan. Terutama karena dalam waktu dekat sudah masuk musim hujan,” pungkas Bahrul Ulum.

Ambruknya ruang kelas di SDN Gentong juga mendapatkan atensi dari Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR. Selasa (5/11), sejumlah staf Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR turun ke Kota Pasuruan untuk mengecek bangunan yang ambruk.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur Kementerian PUPR Dardjat Wigunarso menyebut, banyak faktor yang bisa menjadi penyebab ambruknya atap empat ruang kelas tersebut. Misalnya, kekuatan bentang kuda-kuda atau kekuatan penopang dalam menahan beban genting.

“Kami sendiri belum bisa menyimpulkan. Cuma kami berharap agar sisa konstruksi bangunan yang ambruk ini segera dirobohkan agar tidak membahayakan. Kami dari balai sudah siap untuk membantu Pemkot membuat masterplan dari bangunan baru nantinya,” terang Dardjat. (riz/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/