alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Polisi: Ada Keretakan di Ruang Kelas 2B, Bangunan yang Atapnya Ambuk Direhab Tahun 2017

PASURUAN, Radar Bromo­ – Pihak kepolisian ikut menyelidiki penyebab ambruknya atap empat ruang kelas di SDN Gentong. Polres Pasuruan Kota dibantu tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya langsung terjun ke lokasi untuk mengidentifikasi penyebab ambruknya empat atap bangunan itu, Selasa (5/11). Sejauh ini, penyebab utama masih belum diketahui.

Tim inafis Polres Pasuruan Kota tiba di SDN Gentong, sekitar pukul 09.30. Agar memudahkan penyidikan, petugas langsung memasang garis polisi di sekitar areal bangunan yang ambruk. Olah tempat kejadian perkara (TKP) langsung dilakukan Satreskrim Polres Pasuruan Kota.

Berdasarkan hasil identifikasi sementara, menurut Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno, diketahui ada keretakan di ruang kelas 2B di sisi selatan. Diduga, ambruknya atap empat ruang kelas itu berasal dari keretakan ini. Keretakan ini menurutnya, menyebabkan galvalum di bagian atap tidak kuat. Kemudian ambruk.

Pihaknya sendiri sudah memeriksa sejumlah saksi. Mulai pembantu pelaksana, Budi Santoso dan guru di sekolah setempat. Dari pengakuan para saksi ini diketahui, pembangunan atap ruang kelas dilakukan pada 2017 dan sudah dua tahun berjalan. Penjelasan ini berbeda dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang menyebut rehab atap dilakukan pada 2012.

Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya pun ikut membantu identifikasi penyebab ambruknya atap empat ruang kelas itu. Sekitar pukul 14.00, tim tiba di SD Gentong. Proses identifikasi dilakukan selama satu jam hingga pukul 15.00 dengan melihat galvalum dan atap yang ambruk.

“Ini bermula dari keretakan di sisi selatan. Namun penyebab pastinya kami masih belum mengetahui. Tunggu hasil dari tim labfor dahulu. Yang jelas pengakuan dari sejumlah saksi memang sudah berjalan dua tahun ini,” terang Kapolres saat pers rilis di hadapan sejumlah wartawan. (riz/hn/fun)

PASURUAN, Radar Bromo­ – Pihak kepolisian ikut menyelidiki penyebab ambruknya atap empat ruang kelas di SDN Gentong. Polres Pasuruan Kota dibantu tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya langsung terjun ke lokasi untuk mengidentifikasi penyebab ambruknya empat atap bangunan itu, Selasa (5/11). Sejauh ini, penyebab utama masih belum diketahui.

Tim inafis Polres Pasuruan Kota tiba di SDN Gentong, sekitar pukul 09.30. Agar memudahkan penyidikan, petugas langsung memasang garis polisi di sekitar areal bangunan yang ambruk. Olah tempat kejadian perkara (TKP) langsung dilakukan Satreskrim Polres Pasuruan Kota.

Berdasarkan hasil identifikasi sementara, menurut Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno, diketahui ada keretakan di ruang kelas 2B di sisi selatan. Diduga, ambruknya atap empat ruang kelas itu berasal dari keretakan ini. Keretakan ini menurutnya, menyebabkan galvalum di bagian atap tidak kuat. Kemudian ambruk.

Pihaknya sendiri sudah memeriksa sejumlah saksi. Mulai pembantu pelaksana, Budi Santoso dan guru di sekolah setempat. Dari pengakuan para saksi ini diketahui, pembangunan atap ruang kelas dilakukan pada 2017 dan sudah dua tahun berjalan. Penjelasan ini berbeda dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang menyebut rehab atap dilakukan pada 2012.

Tim Labfor Mabes Polri Cabang Surabaya pun ikut membantu identifikasi penyebab ambruknya atap empat ruang kelas itu. Sekitar pukul 14.00, tim tiba di SD Gentong. Proses identifikasi dilakukan selama satu jam hingga pukul 15.00 dengan melihat galvalum dan atap yang ambruk.

“Ini bermula dari keretakan di sisi selatan. Namun penyebab pastinya kami masih belum mengetahui. Tunggu hasil dari tim labfor dahulu. Yang jelas pengakuan dari sejumlah saksi memang sudah berjalan dua tahun ini,” terang Kapolres saat pers rilis di hadapan sejumlah wartawan. (riz/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/