alexametrics
24.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Tak Panggil Polres soal Video Viral, Anggota Dewan Mundur dari Pansus

BANGIL, Radar Bromo – Persoalan video viral ini pun berdampak terhadap keretakan di Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan. Itu setelah upaya anggota pansus untuk menghadirkan pihak kepolisian, tidak mendapat respons dari pimpinan pansus.

Bahkan, anggota pansus DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono memilih mundur dari keanggotaan pansus. Ia berpandangan, pansus DPRD Kabupaten Pasuruan terlalu “lembek”. Buktinya, tidak berani untuk menghadirkan pihak kepolisian di gedung dewan untuk mempertanyakan persoalan tersebut.

“Saya secara resmi telah mundur dari pansus DPRD Kabupaten Pasuruan. Surat pengunduran diri dari pansus sudah saya layangkan ke pimpinan fraksi,” aku Rudi yang merupakan politisi dari F-PKB ini.

Rudi mengaku, ada berbagai hal yang membuatnya memutuskan untuk mundur dari Pansus Penanganan Covid-19. Selama ini, banyak usulannya yang tidak terakomodir oleh pimpinan pansus. Salah satunya pemanggilan terhadap pihak Polres Pasuruan untuk mengklarifikasi berkaitan video viral tersebut.

“Kalau usulan saya tidak pernah digubris, buat apa saya menjadi anggota pansus. Lebih baik saya mundur saja,” akunya.

Ia menambahkan, pansus DPRD Kabupaten Pasuruan seharusnya bisa menjadi wadah dalam menampung aspirasi masyarakat. Terutama berkaitan dengan Covid-19. Kenyataannya, keberadaan pansus tak banyak memberi arti besar kepada masyarakat. Ini pula yang membuatnya memilih mundur dari pansus.

Ketua Fraksi PKB Kabupaten Pasuruan, M. Yusuf Daniel menguraikan, surat permohonan pengunduran diri dari pansus atas nama Rudi Hartono sudah diterimanya. “Sudah ada suratnya. Intinya memang ada ketidakpuasan dengan pansus,” sampainya.

Wakil Ketua Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan, Saifullah Damanhuri mengaku, memang belum melayangkan surat ke Polres Pasuruan untuk mengklarifikasi beredarnya video viral tersebut. Karena, pihaknya masih menunggu ketua yang sekarang masih sakit. “Saya beberapa kali hubungi ketua pansus, belum diangkat,” timpalnya.

Ia meyakinkan, Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan sudah bekerja maksimal untuk masyarakat. Terutama dalam hal penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Bahkan, beberapa kebijakan yang bersentuhan dengan masyarakat tak lepas dari masukan pansus.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman anggota polisi sedang dangdutan viral di dunia maya. Video tersebut menuai kecamatan, lantaran dinilai tidak patut. Sebab, di tengah upaya pemerintah dan petugas menggalakkan protokoler kesehatan, malah mereka mengabaikannya. Tidak hanya bergerombol, sebagian besar dari mereka tidak mengenakan masker. (one/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Persoalan video viral ini pun berdampak terhadap keretakan di Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan. Itu setelah upaya anggota pansus untuk menghadirkan pihak kepolisian, tidak mendapat respons dari pimpinan pansus.

Bahkan, anggota pansus DPRD Kabupaten Pasuruan, Rudi Hartono memilih mundur dari keanggotaan pansus. Ia berpandangan, pansus DPRD Kabupaten Pasuruan terlalu “lembek”. Buktinya, tidak berani untuk menghadirkan pihak kepolisian di gedung dewan untuk mempertanyakan persoalan tersebut.

“Saya secara resmi telah mundur dari pansus DPRD Kabupaten Pasuruan. Surat pengunduran diri dari pansus sudah saya layangkan ke pimpinan fraksi,” aku Rudi yang merupakan politisi dari F-PKB ini.

Rudi mengaku, ada berbagai hal yang membuatnya memutuskan untuk mundur dari Pansus Penanganan Covid-19. Selama ini, banyak usulannya yang tidak terakomodir oleh pimpinan pansus. Salah satunya pemanggilan terhadap pihak Polres Pasuruan untuk mengklarifikasi berkaitan video viral tersebut.

“Kalau usulan saya tidak pernah digubris, buat apa saya menjadi anggota pansus. Lebih baik saya mundur saja,” akunya.

Ia menambahkan, pansus DPRD Kabupaten Pasuruan seharusnya bisa menjadi wadah dalam menampung aspirasi masyarakat. Terutama berkaitan dengan Covid-19. Kenyataannya, keberadaan pansus tak banyak memberi arti besar kepada masyarakat. Ini pula yang membuatnya memilih mundur dari pansus.

Ketua Fraksi PKB Kabupaten Pasuruan, M. Yusuf Daniel menguraikan, surat permohonan pengunduran diri dari pansus atas nama Rudi Hartono sudah diterimanya. “Sudah ada suratnya. Intinya memang ada ketidakpuasan dengan pansus,” sampainya.

Wakil Ketua Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan, Saifullah Damanhuri mengaku, memang belum melayangkan surat ke Polres Pasuruan untuk mengklarifikasi beredarnya video viral tersebut. Karena, pihaknya masih menunggu ketua yang sekarang masih sakit. “Saya beberapa kali hubungi ketua pansus, belum diangkat,” timpalnya.

Ia meyakinkan, Pansus Penanganan Covid-19 DPRD Kabupaten Pasuruan sudah bekerja maksimal untuk masyarakat. Terutama dalam hal penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Bahkan, beberapa kebijakan yang bersentuhan dengan masyarakat tak lepas dari masukan pansus.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah rekaman anggota polisi sedang dangdutan viral di dunia maya. Video tersebut menuai kecamatan, lantaran dinilai tidak patut. Sebab, di tengah upaya pemerintah dan petugas menggalakkan protokoler kesehatan, malah mereka mengabaikannya. Tidak hanya bergerombol, sebagian besar dari mereka tidak mengenakan masker. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/