alexametrics
29 C
Probolinggo
Wednesday, 25 November 2020

Soal Tanah Pekarangan, Warga Ranuagung Tiris Gugat Ibu Kandung

KRAKSAAN, Radar Bromo – Naise, 44, warga Desa Ranuagung, Kecamatan Tiris, Kabupaten Probolinggo, tega menggugat ibu kandungnya, Surati, 66, ke Pengadilan Negeri (PN) Kraksaan. Objek yang digugat adalah tanah pekarangan yang sebagian ditempati rumah ibunya.

Rabu (5/8), sidang gugatan yang dilayangkan Naise digelar. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Syafruddin Prawira, pukul 13.30. Kedua belah pihak hadir dalam sidang tersebut.

Namun, sidang tidak berlangsung lama. Setelah dibuka, hakim lantas menganjurkan sengketa itu untuk dilakukan mediasi. Sayang, mediasi gagal dan perkara tersebut dilanjutkan.

Kuasa hukum tergugat, Samsul Huda menjelaskan, tanah yang jadi sengketa itu sebenarnya milik Suri, orang tua dari kliennya, Surati. Pada tahun 2015, Suri meninggal.

Sebelum meninggal, Suri menghibahkan tanah tersebut pada Naise sebagai penggugat. Naise tak lain anak dari Surati. Dia anak kedua dari lima bersaudara.

TAK LAMA: Suasana sidang gugatan perkara tanah yang dilayangkan oleh anak kandung kepada ibunya di PN Kraksaan, Rabu (5/8). (Foto: Mukhamad Rosyidi/Jawa Pos Radar Bromo)

“Tapi dalam proses hibah itu, tidak ada yang tahu. Tiba-tiba muncul sertifikat tanah,” katanya.

Tanah itu sendiri, tidak hanya ditempati Surati. Namun, juga ditempati Manis, 45, saudara kandung penggugat. Juga Satik, 36 dan Sinal 44, yang merupakan saudara sepupu penggugat. Karena itu, semuanya turut menjadi tergugat. Sedangkan tiga saudara penggugat lainnya, tidak tinggal dalam satu tempat di tanah objek sengketa itu.

“Yang digugat bukan hanya ibunya, tetapi saudaranya juga,” katanya.

Samsul berharap masalah ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Mengingat, tergugat adalah ibu kandungnya penggugat. Pihaknya juga berharap kepada hakim untuk menerapkan asas keadilan pada kasus ini.

“Harapan kami masalah ini selesai secara kekeluargaan. Toh ini ibu kandungnya. Toh, tanah tersebut tanah warisan juga. Yang kami harapkan dari hakim adalah yang berasaskan keadilan,” jelasnya.

Surati sendiri mengaku, sebelumnya pernah dilaporkan oleh anaknya itu ke kepolisian. Perkaranya, karena dirinya diduga menebang pohon sengon di tanah tersebut. Padahal, menurutnya, dia yang menanam sengon itu.

Nggak tahu kenapa anak saya itu begitu. Ini sudah kali berapanya saya berurusan dengan hukum ini,” katanya.

Surati juga mengaku tidak tahu, bahwa tanah milik ibunya itu telah dihibahkan kepada anak keduanya. “Saya tidak tahu kenapa. Menghadapi ini bukan hanya nangis air mata, hati saya juga nangis,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Surati mengaku pernah diusir dari rumahnya oleh anak keduanya itu. Dia lantas ikut anak bungsunya. Tetapi, karena rumahnya sempit, akhirnya ia bangun rumah dari bambu di lahan tersebut. Hingga akhirnya gugatan itu muncul.

Dalam persidangan kemarin itu, ia ditemani oleh beberapa keluarga dan tetangganya. Ia terlihat lesu saat menunggu jadwal panggilan sidang.

Sementara itu, Naise melalui pendampingnya, Taufik mengatakan, ia hanya ingin tanah tersebut bisa menjadi miliknya kembali. Sebelumnya, antara pihaknya dan keluarganya sudah pernah ada mediasi.

“Intinya penggugat ini hanya ingin haknya kembali. Karena para tergugat ini menempati tanah tersebut. Pernah ada mediasi-mediasi sampai akhirnya dilaporkan ke polisi. Sama polisi diarahkan ke perdata,” katanya. (sid/hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Harbokir Kembali Hadir di 3 Dekade JNE

Harbokir atau Hari Bebas Ongkos Kirim yang tiap tahun dirayakan dalam rangka perayaan hari ulang tahun JNE, siap dinikmati kembali oleh seluruh pelanggan setia.

Kerap Sepi, Dewan Soroti Penataan Pasar Poncol

Dewan menilai aset pemkot ini tidak berjalan maksimal. Akibatnya, banyak los yang ditinggal oleh pedagang.

Hentikan Pengiriman Air Bersih di Kab Pasuruan 28 November

Sesuai SK kedaruratan bencana, prediksi pengiriman air bersih akan dihentikan akhir bulan ini.

Kena Tol Paspro, Delapan Makam di Banjarsawah Tegalsiwalan Dipindah

Rukun Kepaten Dusun Krajan, Desa Banjarsawah, memindahkan kuburan itu ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Krajan.

Mulai Ekskavasi Goa Jepang di Gempol, Libatkan BPCB-Arkeolog

Proses ekskavasi Goa Jepang di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol mulai dilakukan.