alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

Begal Spesialis Tukang Ojek asal Malang Diringkus, Kakinya Didor Polisi

BANGIL, Radar Bromo – Lika-liku Tumyati, 47, warga Sumbersuko, Kecamatan Tajingan, Kabupaten Malang dalam menebar teror bagi tukang ojek pangkalan dan online, akhirnya terhenti. Itu setelah anggota Satreskrim Polres Pasuruan, berhasil menciduknya selang beberapa jam setelah beraksi.

Residivis kasus begal itu ditangkap Sabtu sore (3/8). Ia ditangkap sekitar pukul 15.00 saat sembunyi di rumah temannya yang ada di Desa Tempuran, Kecamatan Pasrepan.

Wakapolres Pasuruan, Kompol Supriyono menyampaikan, penangkapan tersebut berawal dari aksi begal yang dilakukannya, terhadap tukang ojek. Ia melancarkan aksinya tersebut Sabtu pagi (3/8) sekitar pukul 06.00. Korbannya menimpa Sutopo Handoko, warga Krajan Barat, Desa Sengon Agung, Kecamatan Purwosari.

Ketika itu, tersangka berpura-pura menjadi penumpang ojek. Ia memanfaatkan jasa korban, ketika sedang mangkal di Persimpangan empat, Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari. “Korban kemudian mengantar tersangka, sesuai tempat yang diinginkan,” jelas Supriyono saat didampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan.

Korban mengantar tersangka ke wilayah Tutur. Hingga sampai di Ngembal, Kecamatan Tutur, tersangka meminta korban menghentikan motornya. Tersangka memaksa, dengan menodongkan golok ke arah perut korban. “Ia meminta motor, handphone serta dompet korban,” sambungnya.

Lantaran takut, korban pasrah. Ia kemudian menyerahkan apa yang diminta tersangka. Begitu berhasil mendapatkan apa yang diinginkan, tersangka melarikan diri.

Ia sempat jatuh, lantaran ketakutan dikejar korban. “Sementara, korban kemudian melaporkan apa yang menimpanya itu ke polisi,” imbuhnya.

Dari laporan itulah, petugas bergerak. Hingga tak sampai 24 jam, tersangka berhasil ditangkap. Ia sempat mencoba melarikan diri. Namun, upaya itu terhenti. Setelah petugas melumpuhkannya dengan tembakan di kaki kiri.

Berdasarkan pemeriksaan petugas, tersangka ternyata bukan sekali merampas tukang ojek. Ia juga pernah melancarkan aksi serupa, kepada tukang ojek online.

Menurut Supriyono, tersangka merupakan seorang residivis. Ia pernah dua kali masuk penjara atas kasus begal. Kini, karena perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancamannya, 12 tahun penjara. (one/fun)

BANGIL, Radar Bromo – Lika-liku Tumyati, 47, warga Sumbersuko, Kecamatan Tajingan, Kabupaten Malang dalam menebar teror bagi tukang ojek pangkalan dan online, akhirnya terhenti. Itu setelah anggota Satreskrim Polres Pasuruan, berhasil menciduknya selang beberapa jam setelah beraksi.

Residivis kasus begal itu ditangkap Sabtu sore (3/8). Ia ditangkap sekitar pukul 15.00 saat sembunyi di rumah temannya yang ada di Desa Tempuran, Kecamatan Pasrepan.

Wakapolres Pasuruan, Kompol Supriyono menyampaikan, penangkapan tersebut berawal dari aksi begal yang dilakukannya, terhadap tukang ojek. Ia melancarkan aksinya tersebut Sabtu pagi (3/8) sekitar pukul 06.00. Korbannya menimpa Sutopo Handoko, warga Krajan Barat, Desa Sengon Agung, Kecamatan Purwosari.

Ketika itu, tersangka berpura-pura menjadi penumpang ojek. Ia memanfaatkan jasa korban, ketika sedang mangkal di Persimpangan empat, Desa Sengonagung, Kecamatan Purwosari. “Korban kemudian mengantar tersangka, sesuai tempat yang diinginkan,” jelas Supriyono saat didampingi Kasatreskrim Polres Pasuruan.

Korban mengantar tersangka ke wilayah Tutur. Hingga sampai di Ngembal, Kecamatan Tutur, tersangka meminta korban menghentikan motornya. Tersangka memaksa, dengan menodongkan golok ke arah perut korban. “Ia meminta motor, handphone serta dompet korban,” sambungnya.

Lantaran takut, korban pasrah. Ia kemudian menyerahkan apa yang diminta tersangka. Begitu berhasil mendapatkan apa yang diinginkan, tersangka melarikan diri.

Ia sempat jatuh, lantaran ketakutan dikejar korban. “Sementara, korban kemudian melaporkan apa yang menimpanya itu ke polisi,” imbuhnya.

Dari laporan itulah, petugas bergerak. Hingga tak sampai 24 jam, tersangka berhasil ditangkap. Ia sempat mencoba melarikan diri. Namun, upaya itu terhenti. Setelah petugas melumpuhkannya dengan tembakan di kaki kiri.

Berdasarkan pemeriksaan petugas, tersangka ternyata bukan sekali merampas tukang ojek. Ia juga pernah melancarkan aksi serupa, kepada tukang ojek online.

Menurut Supriyono, tersangka merupakan seorang residivis. Ia pernah dua kali masuk penjara atas kasus begal. Kini, karena perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancamannya, 12 tahun penjara. (one/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/