Pulang Nonton Bola, Aremania Sidoarjo Diserang di Gempol, Kepala Bocor

BOCOR DI KEPALA: Aris Ismawanto (kanan) saat menjalani perawatan di RS Asih Abiyakta, Kepulungan, Gempol usai diserang sekelompok orang. Satu diantaranya ditangkap, berinisial MZ (foto kiri). (Foto: Polres Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo).

Related Post

BANGIL–Perseteruan antar-suporter di Indonesia masih terus berlangsung. Senin dinihari (6/8), aksi kekerasan antarsuporter terjadi di Kepulungan, Kecamatan Gempol.

Aris Ismawanto, 25, yang mengenakan jersey Arema dikeroyok oleh sekelompok yang mengenakan atribut hijau-hijau. Walhasil, warga Kramat Temenggung, Kabupaten Sidoarjo itu pun mengalami luka bocor di kepalanya.

Beruntung saat Aris tengah dikeroyok, sejumlah petugas kepolisian datang. Aris pun langsung dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Polisi berhasil mengamankan satu pelaku pengeroyokan itu. Ia adalah MZ, 19, warga Desa Kermisan, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo. Sementara beberapa pelaku lainnya berhasil kabur saat hendak ditangkap petugas.

Informasi yang dihimpun, aksi pengeroyokan itu terjadi sekitar pukul 00.10. Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Budi Santoso menguraikan, aksi pengeroyokan itu bermula saat korban baru saja menyaksikan tim Arema berlaga melawan Persija di stadion Kanjuruhan Malang, Minggu malam (5/8).

Korban yang merupakan warga Sidoarjo itu, hendak pulang ke rumahnya. Ia mengenakan kostum Arema dengan mengendarai motor, secara beriringan dengan supporter Arema lainnya.

Nah, sampai di Kepulungan, Kecamatan Gempol, korban tertinggal rombongannya. Saat itu, ada sejumlah kelompok yang suporter lain yang menggelar aksi sweeping. Sebagian diantaranya mengenakan atribut warna hijau-hijau.

“Jumlahnya sekitar 10 orang. Mereka juga baru saja menyaksikan tim Persebaya berlaga,” tandas Busan –sapaan akrab Budi Santoso- kepada Jawa Pos Radar Brom.

Usai mendapati korban sendirian, sekitar 10 oknum suporter itu pun menyerang korban Aris. Tak hanya dengan tangan hampa. Mereka diduga memukuli korban dengan batu. Walhasil, hal itu pun membuat kepala korban bocor dan bercucuran darah.

Beruntung saat aksi penganiayaan itu berlangsung, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian. “Selain mengamankan tersangka, petugas juga langsung membawa korban ke RS Asih Abiyakta, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol,” imbuh Busan.

Dari lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti. Selain sebuah palu petugas juga mengamankan sepuluh buah batu. Pelaku sendiri, kemudian diamankan ke Mapolres Pasuruan.

Karena perbuatannya itu, MZ terancam hukuman 7 tahun penjara. Ia disangkakan melanggar pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. (one/mie)