Kota Probolinggo Ketambahan 31 Positif, 11 di Antaranya Tenaga Kesehatan

SAMPAIKAN PERKEMBANGAN: Wawali Probolinggo Moch. Soufis Subri memimpin rilis perkembangan Covid-19 Kota Probolinggo. Inset, angka Dovid-19 Kota Probolinggo per 6 Juli 2020. (Foto: Gugus Tugas for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar Bromo – Warga Kota Probolinggo harus kembali diingatkan mengenai protokol kesehatan karena semakin meningkatnya euforia new normal. Hal ini harus dilakukan dengan semakin meningkatnya jumlah pasien positif korona di Kota Probolinggo.

Senin (6/7) melalui rilis video conference, Wawali Probolinggo Moch. Soufis Subri mengumumkan, penambahan pasien positif dalam 1 hari mencapai 31 orang.

“Update Covid-19 hari ini (Senin, Red) ada penambahan pasien baru yang terkonfirmasi positif sebanyak 31 orang. Rinciannya adalah 8 orang tenaga kesehatan di RSUD dr Moh Saleh, 3 orang tenaga kesehatan dari Puskesmas Ketapang, orang tanpa gejala (OTG) dari KTI 8 orang, OTG umum sebanyak 11 orang dan 1 orang pelaku perjalanan,” uajrnya.

Rincian 31 orang pasien ini 3 orang dari Kelurahan Ketapang, 1 dari Kelurahan Pilang, 2 dari Triwung Lor, 1 dari Kebonsari Kulon, 1 dari Kelurahan Sukoharjo, 1 dari Jrebeng Lor, 8 dari Jrebeng Wetan, 1 dari Kedungasem, 1 dari Kelurahan Jati, 3 dari Kelurahan Mangunharjo, 3 dari Kelurahan Mayangan dan 6 dari Kelurahan Sukabumi.

Sehingga, total di Kota Probolinggo ada 103 pasien terkonfirmasi positif, yang 51 di antaranya dirawat di RSUD dr Mohamad Saleh dan safe house, 3 orang dirawat di Surabaya. Adapun yang sembuh ada 46 orang dan meninggal dunia sudah 3 orang.

“Untuk tingkat kesembuhan di Kota Probolinggo mencapai 40 persen,” ujarnya.

Saat disinggung ketersediaan tempat rawat inap dengan penambahan jumlah pasien yang besar, Subri menjelaskan, untuk di RSUD dr Mohamad saleh ketersediaan tempat tidur bagi pasien korona sebanyak 40 unit. “Sehingga ada 14 orang di antaranya ditempatkan di safe house dengan pengawasan ketat dari tim dokter,” ujarnya.

Dalam kesempatan rilis video conference tersebut Subri mengingatkan kepada warga Kota Probolinggo untuk tidak meremehkan penyebaran wabah korona.

“Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Pergerakan Covid-19 dari hari ke hari, semakin cepat. Artinya kewaspaadan harus meningkat tidak boleh kendor dengan istilah new normal. Pertumbuhan covid semakin merajalela,” ujarnya.

Subri meminta kepada masyarakat untuk tetap patuh dengan protap kesehatan Covid-19 terutama mengenai penggunaan masker. “Saat ini memang diwacanakan new normal. Tapi apabila kondisi riil di lapangan tidak menunjukkan kondisi yang memungkinkan dilakukan new normal, maka akan diambil langkah yang hati-hati dan aman bagi masyarakat. Kami saat ini menyiapkan regulasinya,” ujarnya. (put/fun)