alexametrics
28.9 C
Probolinggo
Wednesday, 16 June 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pasien Ningsih Capai Ratusan, Mulai VIP sampai Gratis

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

PANDAAN, Radar Bromo – Pengobatan alternatif yang dilakukan Ningsih Tinampi, 44, berlokasi di Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Pengobatan di Karangjati itu, dibuka sejak 2,5 tahun lalu. Namun, baru setahun terakhir viral di YouTube.

Pasien yang datang pun jumlahnya mencapai ratusan. Tiap hari, bisa sampai 200 orang lebih yang datang untuk berobat. Mereka biasanya datang dengan ditemani keluarga masing-masing. Karena itu, antrean panjang pun terjadi di rumah Ningsih, setiap harinya.

Yang menarik, mereka yang berobat tidak hanya barasal dari Kabupaten Pasuruan atau daerah-daerah di Indonesia. Banyak pasien Ningsih yang berasal dari mancanegara. Seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Belanda.

“Tiap harinya pasien berobat sekitar 200 orang dan bahkan lebih. Semuanya ditangani langsung oleh Bu Ningsih dari pagi hingga dini hari, bahkan menjelang Subuh. Mayoritas keluhannya penyakit nonmedis,” terang orang terdekat Ningsih yang enggan disebutkan namanya.

Ia menyebutkan, pengobatan alternatif janda lima anak itu sejatinya sudah berjalan lama. Lebih dari enam tahun. Namun, baru viral di media sosial sejak setahun terakhir.

“Awalnya Bu Ningsih mengobati para pasiennya keliling ke daerah dan desa-desa. Dan sekitar 2,5 tahun terakhir buka praktik sendiri di rumahnya,” ucapnya.

Untuk pengobatan, para pasien dipijat dengan media botol. Pernah menggunakan media wortel, diajak ngobrol, serta dibacakan doa seperti surat Al-Fatihah.

BERHARAP SEMBUH: Antrean pasien dan keluarganya di lokasi pengobatan alternatif Ningsih Tinampi, Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Biaya pengobatannya sendiri, untuk satu pasien bertarif hanya Rp 300 ribu. Namun, mereka harus pesan dulu karena antre. Biasanya, pasien yang datang harus pesan sekitar 1-2 bulan sebelumnya. Pasien yang akan berobat, cukup menunjukkan data KTP, kemudian menyertakan nomor telepon yang dapat dihubungi.

Selain itu, juga ada tarif pasien VIP. Harganya tentu saja lebih mahal. Yaitu, Rp 1,5 juta. Pasien VIP ini cukup mendaftar 1-3 hari sebelumnya.

“Bagi yang tak mampu, tidak ditarik biaya. Juga dapat makan gratis dua kali pagi dan siang, bahkan lebih. Hasil dari praktik ini digunakan untuk kegiatan sosial oleh Ibu. Mulai santunan yatim piatu dan janda. Serta, gaji karyawan belasan orang, termasuk operasional dan lain-lain,” bebernya.

Lokasi pengobatan Ningsih sendiri sangat strategis. Dari jalan nasional jurusan Malang – Surabaya, cukup dengan jalan kaki sekitar 100 meter. Sedangkan kendaraan seperti motor dan mobil, parkir di luar dan dikelola oleh karang taruna dan pemuda dusun setempat.

Ningsih Tinampi membenarkan pasiennya ratusan orang setiap harinya. Dan dirinya sendiri yang menangani para pasien tersebut.

“Mayoritas pasien berobat ke kami keluhannya nonmedis. Untuk medis, kami arahkan ke rumah sakit atau dokter. Juga ada pasien medis mendesak diobati, terpaksa kami tangani semaksimalnya,” ucap Ningsih.

Dari mana Ningsih mendapat kemampuan mengobati pasien dengan keluhan nonmedis? Perempuan asal Dampit, Kabupaten Malang, itu enggan menyebutkan.

“Saya mengobati para pasien sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Itu saja,” tuturnya.

Kemarin, salah satu pasien yang datang untuk berobat adalah Hadi, 41, asal Surabaya. Pasien dengan keluhan nonmedis itu datang bersama keluarganya.

Hadi mengaku mengetahui pengobatan alternatif Ningsih dari YouTube. Dia pun merasa penasaran dan tertarik, sehingga memutuskan datang berobat.

“Niatan kami ke sini untuk berobat nonmedis agar sembuh. Mudah-mudahan jodoh dan sudah mendaftar sebulan sebelumnya,” ujarnya. (zal/hn/fun)

Mobile_AP_Rectangle 1

PANDAAN, Radar Bromo – Pengobatan alternatif yang dilakukan Ningsih Tinampi, 44, berlokasi di Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Pengobatan di Karangjati itu, dibuka sejak 2,5 tahun lalu. Namun, baru setahun terakhir viral di YouTube.

Pasien yang datang pun jumlahnya mencapai ratusan. Tiap hari, bisa sampai 200 orang lebih yang datang untuk berobat. Mereka biasanya datang dengan ditemani keluarga masing-masing. Karena itu, antrean panjang pun terjadi di rumah Ningsih, setiap harinya.

Yang menarik, mereka yang berobat tidak hanya barasal dari Kabupaten Pasuruan atau daerah-daerah di Indonesia. Banyak pasien Ningsih yang berasal dari mancanegara. Seperti Malaysia, Singapura, Thailand, dan Belanda.

Mobile_AP_Half Page

“Tiap harinya pasien berobat sekitar 200 orang dan bahkan lebih. Semuanya ditangani langsung oleh Bu Ningsih dari pagi hingga dini hari, bahkan menjelang Subuh. Mayoritas keluhannya penyakit nonmedis,” terang orang terdekat Ningsih yang enggan disebutkan namanya.

Ia menyebutkan, pengobatan alternatif janda lima anak itu sejatinya sudah berjalan lama. Lebih dari enam tahun. Namun, baru viral di media sosial sejak setahun terakhir.

“Awalnya Bu Ningsih mengobati para pasiennya keliling ke daerah dan desa-desa. Dan sekitar 2,5 tahun terakhir buka praktik sendiri di rumahnya,” ucapnya.

Untuk pengobatan, para pasien dipijat dengan media botol. Pernah menggunakan media wortel, diajak ngobrol, serta dibacakan doa seperti surat Al-Fatihah.

BERHARAP SEMBUH: Antrean pasien dan keluarganya di lokasi pengobatan alternatif Ningsih Tinampi, Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

 

Biaya pengobatannya sendiri, untuk satu pasien bertarif hanya Rp 300 ribu. Namun, mereka harus pesan dulu karena antre. Biasanya, pasien yang datang harus pesan sekitar 1-2 bulan sebelumnya. Pasien yang akan berobat, cukup menunjukkan data KTP, kemudian menyertakan nomor telepon yang dapat dihubungi.

Selain itu, juga ada tarif pasien VIP. Harganya tentu saja lebih mahal. Yaitu, Rp 1,5 juta. Pasien VIP ini cukup mendaftar 1-3 hari sebelumnya.

“Bagi yang tak mampu, tidak ditarik biaya. Juga dapat makan gratis dua kali pagi dan siang, bahkan lebih. Hasil dari praktik ini digunakan untuk kegiatan sosial oleh Ibu. Mulai santunan yatim piatu dan janda. Serta, gaji karyawan belasan orang, termasuk operasional dan lain-lain,” bebernya.

Lokasi pengobatan Ningsih sendiri sangat strategis. Dari jalan nasional jurusan Malang – Surabaya, cukup dengan jalan kaki sekitar 100 meter. Sedangkan kendaraan seperti motor dan mobil, parkir di luar dan dikelola oleh karang taruna dan pemuda dusun setempat.

Ningsih Tinampi membenarkan pasiennya ratusan orang setiap harinya. Dan dirinya sendiri yang menangani para pasien tersebut.

“Mayoritas pasien berobat ke kami keluhannya nonmedis. Untuk medis, kami arahkan ke rumah sakit atau dokter. Juga ada pasien medis mendesak diobati, terpaksa kami tangani semaksimalnya,” ucap Ningsih.

Dari mana Ningsih mendapat kemampuan mengobati pasien dengan keluhan nonmedis? Perempuan asal Dampit, Kabupaten Malang, itu enggan menyebutkan.

“Saya mengobati para pasien sesuai dengan kemampuan yang saya miliki. Itu saja,” tuturnya.

Kemarin, salah satu pasien yang datang untuk berobat adalah Hadi, 41, asal Surabaya. Pasien dengan keluhan nonmedis itu datang bersama keluarganya.

Hadi mengaku mengetahui pengobatan alternatif Ningsih dari YouTube. Dia pun merasa penasaran dan tertarik, sehingga memutuskan datang berobat.

“Niatan kami ke sini untuk berobat nonmedis agar sembuh. Mudah-mudahan jodoh dan sudah mendaftar sebulan sebelumnya,” ujarnya. (zal/hn/fun)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2