Empat Tempat Wisata di Kabupaten Probolinggo Layak Dibuka, Tunggu Keputusan Bupati

LUMBANG, Radar Bromo – Empat tempat wisata di Kabupaten Probolinggo dinyatakan layak dibuka. Keempat tempat wisata itu pun dipastikan layak dibuka di tahap awal new normal. Namun, tetap harus menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Empat destinasi wisata itu adalah Puncak Seruni Point di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura; air terjun Madakaripura di Desa Negororejo, Kecamatan Lumbang. Lalu, Pantai Bentar di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending dan Eco Park di Desa Bermi, Kecamatan Krucil.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menyampaikan, kepastian ini disampaikan tim survei verifikasi Kabupaten Probolinggo. Tim telah mengecek dan meninjau kesiapan lima destinasi wisata yang akan dibuka tahap awal di era new normal.

Tim itu sendiri terdiri atas sejumlah OPD dan pihak terkait. Mulai Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup, dan pihak lainnya.

Dari hasil survei dan verifikasi itu juga diputuskan satu tempat wisata belum layak dibuka. Yaitu, Pantai Duta di Desa Randutatah, Kecamatan Paiton. Pantai Duta dinilai belum layak dibuka karena berada di kecamatan yang masuk zona merah penyebaran Covid-19.

”Kami sudah survei dan verifikasi kesiapan destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo untuk dibuka di tahap awal,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Selama survei dan verifikasi, tim mendatangi empat dari lima destinasi wisata yang direncanakan untuk dibuka tahap awal. Pantai Duta di Desa Randutatah, Kecamatan Paiton, tidak didatangi. Sebab, berada di zona merah penyebaran virus Covid-19. Sehingga, dipastikan tidak layak untuk diusulkan dibuka.

”Secara umum, empat destinasi wisata yang telah disurvei dan verifikasi, dinyatakan layak dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” katanya.

Keempat destinasi wisata itu dinyatakan layak dibuka karena memenuhi sejumlah syarat atau indikator. Yaitu, berada di zona kuning atau hijau. Secara umum sudah siap menerapkan protokol kesehatan.

Ini dibuktikan dengan ketersediaan sarana dan prasarana protokol kesehatan. Mulai rambu jaga jarak (physical distancing), dan banner-banner imbauan untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

”Kesiapan SDM di destinasi wisata yang akan dibuka tahap awal di masa pandemi Covid-19 ini, juga menjadi evaluasi kami. Paling penting saat destinasi wisata itu dibuka, masyarakat ikut berperan dalam mencegah penyebaran Covid-19,” terangnya.

 

Pembukaan Tunggu Keputusan Bupati

Meski empat destinasi wisata di Kabupaten Probolinggo layak dibuka di tahap awal, namun belum dapat dipastikan kapan pembukaan akan dilakukan. Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo menunggu keputusan bupati untuk membuka tempat wisata.

Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto menegaskan, tim survei dan verifikasi kesiapan destinasi wisata sudah melaporkan hasil di lapangan pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 setempat. Kemudian, Gugus Tugas meneruskan hasil laporan itu pada Bupati Probolinggo Hj. P. Tantriana Sari sebagai ketua Gugus Tugas.

Hasil itu menjadi masukan dan pertimbangan bagi Bupati untuk mengambil keputusan. Apakah akan membuka tempat wisata atau tidak dan kapan akan dibuka.

”Hasil survei dan verifikasi kesiapan destinasi wisata ini, menjadi pertimbangan Ibu Bupati Probolinggo untuk memutuskan dibuka atau tidaknya destinasi wisata tersebut. Termasuk kepastian kapan dibukanya wisata itu secara resmi,” katanya.

Yang jelas, menurutnya, pembukaan tempat wisata akan dilakukan bertahap. Termasuk, pengunjung wisata akan dibatasi jumlahnya.

“Wisata akan dibuka bertahap. Termasuk pengunjung wisata dibatasi 50 persen dari kapasitas normal,” tuturnya.

Selama dibuka, protokol kesehatan harus diterapkan di tempat wisata. Seperti, menggunakan masker bagi pengunjung dan pengelola wisata.

“Pengunjung atau masyarakat yang tidak patuh atau tidak pakai masker, harus keluar dari tempat wisata tersebut. Selain itu, saat ditemukan kasus penyebaran Covid-19 baru, wisata itu akan ditutup langsung,” tegasnya. (mas/hn)