alexametrics
25C
Probolinggo
Thursday, 21 January 2021

100 Pelajar Diamankan saat Konvoi Kelulusan, Hapenya Diperiksa, Eh Kok Ada Gambar Pornonya Sih

PANGGUNGREJO,Radar Bromo – Adanya imbauan dari Pendidikan Menengah (Dikmen) Pemprov agar siswa tidak melakukan konvoi saat kelulusan rupanya tidak dipatuhi. Buktinya, masih banyak siswa di Pasuruan-Probolinggo yang tetap menggelar konvoi kelulusan. Akibatnya, ada pelajar yang harus diamankan kepolisian.

Seperti yang terlihat Senin (4/5). Ratusan siswa dan siswi SMK dari sejumlah sekolah terjaring oleh Polres Pasuruan Kota saat hendak melakukan konvoi. Ada 100 pelajar yang terjaring oleh pihak kepolisian. Mereka diamankan dari sejumlah lokasi seperti di dekat pom bensin AKR di Gondang Wetan, di Jalan Raya Keboncandi, serta di Bugul Kidul.

Polres juga melakukan penahanan pada motor yang dibawa oleh siswa. Sebab, mereka tidak bisa menunjukkan surat izin mengemudi (SIM) dan tidak dilengkapi dengan STNK.

SEMPROT: Mereka yang terjaring disemprot disinfektan, mengingat saat ini tengah pandemi. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

 

Mereka sudah melakukan aksi corat-coret di pakaian seragam. Ada yang menulis lulus dari Covid-19 dan ada pula yang menulis bebas Covid-19 di pakaian yang dikenakan itu. Ratusan pelajar ini lantas diangkut dari lokasi ke mapolres setempat di Jalan Gajah Mada, Kota Pasuruan dengan menggunakan mobil Sabhara dan mobil patroli.

Setibanya di mapolres, mereka langsung didata. Petugas juga mengamankan handphone yang dibawa oleh mereka. Saat dicek, ada gambar porno di sejumlah handphone mereka. Bahkan, petugas menemukan ada pesan grup yang bertuliskan “Tenang, konvoi-nya akan aman. Jam segini polisi masih tidur.”

Usai didata, mereka lantas disemprot satu per satu dengan menggunakan disinfektan. Mereka juga diminta membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

DITILANG: Selain ortunya dipanggil, motor mereka juga ditilang. Bahkan sidang tilang baru bisa diikuti usai Lebaran nanti. (Foto: Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

 

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Dony Alexander mengungkapkan, pengamanan pelajar ini hasil dari giat patroli yang dilakukan oleh Polres. Tujuannya, agar kondusivitas di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota tetap terjaga. Sebab, kegiatan konvoi ini membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan. Utamanya dalam kondisi adanya wabah korona di Pasuruan saat ini.

Pihaknya sendiri memberlakukan penilangan pada motor mereka. Sebab, diketahui mereka tidak melengkapi dengan STNK maupun SIM. Motor ini akan disita selama satu bulan sebagai efek jera agar mereka tidak melakukan hal serupa. Sidang akan dilakukan usai hari raya Idul Fitri mendatang. Pihaknya juga akan memanggil orang tua siswa agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.

“Terkait masalah gambar porno, kami juga akan menyampaikannya ke orang tua mereka. Sehingga, siswa tidak melakukan hal ini. Seharusnya dalam masa pandemi seperti saat ini, mereka merayakan kelulusan dengan tetap menjaga diri di rumah,” sebut Dony. (riz/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU