Cabuli Atlet, Tersangka Pelatih Renang di Probolinggo Ini Tak Ditahan

MAYANGAN – Keluarga F, 14, korban dugaan pencabulan yang dilakukan pelatih renangnya, berinisial Dfr, 20 asal Kademangan, Kota Probolinggo, mempertanyakan sikap kepolisian yang tidak menahan pelaku. Padahal, yang jadi korban bukan hanya F. Melainkan juga kedua dua rekannya. Yakni, W, 13 dan M, 10.

Senin (4/3), NH, ibunda F serta keluarganya, mendatangi Polres Probolinggo Kota. Mereka tidak memahami kebijakan polisi yang tidak menahan pelaku.

Padahal, Dfr telah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan pada muridnya yang sesama jenis, sejak 18 Februari 2019. NH menuturkan, bahwa tersangka yang mantan pegawai THL (tenaga harian lepas) di Dinas Pertanian itu saat ini masih bebas.

“Dia hanya dikenakan wajib lapor seminggu 2 kali. Alasan polisi, handphone tersangka masih diperiksa di laboratorium forensik,” ujarnya.

Selain itu, NH menambahkan selain dari bukti HP, cukup banyak saksi yang diperiksa. Termasuk W dan M yang juga mengaku sebagai korban. “Teman-teman F sama-sama lelakinya juga,” imbuhnya.

Selain itu, NH menuturkan, bahwa tersangka juga mengirimkan foto-foto bugil perempuan dan kemaluan (maaf) tersangka. “Hanya saja langsung dihapus,” ujarnya.

NH mengaku khawatir dengan perkembangan psikologis anaknya, setelah mendapat perlakuan tidak senonoh dari pelaku. NH kemudian mengonsultasikan anaknya ke psikiater.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Nanang Fendy Dwi Susanto membenarkan jika pelaku tidak ditahan, namun dikenakan wajib lapor.

“Selama ini pelaku kooperatif dalam pemeriksaan. Penyidik juga tidak memiliki alasan teknis untuk melakukan penahanan. Misalnya, pelaku dikhawatirkan menghilangkan barang bukti,” ujarnya.

Nanang berjanji akan segera mempercepat proses penanganan kasus pelecehan tersebut. Termasuk berkoordinasi dengan jajaran di bawahnya agar segera melimpahkan kasus tersebut ke kejaksaan. “Tersangka dijerat dengan Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ujarnya. (put/rf/mie)