Sopir Toyota Innova Ditetapkan Tersangka, Jadi Penyebab Kecelakaan yang Tewaskan Pasutri Asal Krembung

PANDAAN – Penyidikan kecelakaan maut yang menewaskan pasutri asal Krembung, Sidoarjo, dilakukan secara cepat oleh Satlantas Polres Pasuruan. Hasilnya, polisi menetapkan Yerie Hendriyanto, 39, asal Kenjeran, Surabaya sebagai tersangka dalam kejadian laka maut ini. Dia adalah pengemudi mobil Toyota Innova nopol L 1783 RV.

Dalam kecelakaan yang terjadi Kamis (3/1) siang itu, Yerie diduga kurang berhati-hati saat mengemudi. Alhasil, mobil yang dikemudikannya menabrak motor Honda Beat nopol W 5376 QB di jalan nasional jurusan Malang–Surabaya, tepatnya di Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan. Hingga kemudian tiga pengendara motor terpental, lalu dua di antaranya terlindas truk boks yang tengah melintas.

“Sopir mobil Toyota Innova (Yerie) di posisi tak menguntungkan dalam kejadian laka tersebut. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka,” tegas Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Iptu Marti.

Penetapan tersangka itu, lanjut Marti, adalah hasil gelar perkara penyidik usai pemeriksaan sejumlah saksi-saksi. Di samping itu, polisi juga sudah menggelar olah TKP di lapangan, bahkan mendalami rekaman CCTV yang ada.

Saat kejadian berlangsung, posisi truk wing box nopol L 8151 BJ nyeberang dari arah timur ke barat masuk ke dalam pabrik PT Tirta Investama. Truk itu dikemudikan Widji, 52, asal Desa Kerang, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan. Saat menyeberang, sejumlah satpam ikut membantu.

TKP: Jalan raya Krangjati yang jadi lokasi kecelakaan. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Hingga kemudian motor yang dikendarai korban pasutri dan cucunya yang masih kecil berhenti di lajur cepat. Sesaat kemudian, tertabrak dari belakang mobil Innova yang dikemudikan Yerie. Sehingga, motor terdorong ke depan dan pasutri bagian kepalanya terlindas roda belakang truk wing box sebelah kiri.

“Penyebabnya bukan faktor teknis, tapi human error. Sopir mobilnya kurang konsentrasi dan lelah saat mengendarai kendaraannya,” ujar Marti.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat UU 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 310 ayat 4. Ancaman maksimalnya enam tahun penjara. “Tersangka saat ini kami amankan di Mapolres Pasuruan,” bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Didik Dwi Listiawan, 45 dan Tutik Mustikawati, 40, mengalami kecelakaan di Karangjati Pandaan. Pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Wangkal, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo yang saat itu juga membonceng M Dani, 4, cucunya, ditabrak mobil saat berhenti di depan PT Tirta Investama. Akibat tabrakan itu, pasutri pengendara motor terlindas truk boks yang tengah melintas. (zal/fun)