2 Bocah Sumberasih Kena Ledakan saat Main Botol, Tangan Diamputasi  

OLAH TKP: Petugas saat melakukan olah TKP di lokasi meledaknya botol minuman berkarbonasi yang dibuat mainan 2 bocah. Inset Andiyanto saat dirawat. Tangannya harus diamputasi usai kena ledakan. (Istimewa)

Related Post

SUMBERASIH, Radar Bromo–Sebuah botol tiba-tiba meledak saat dipegang dua bocah sekawan asal Desa Lemah Kembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Akibatnya sungguh fatal. Tangan kanan salah satu bocah harus diamputasi. Sementara satunya, luka-luka.

Kedua korban yaitu Andianto, 9, pelajar kelas 3 SD asal Dusun Darungan, RT 10/RW 03. Sementara rekannya, Iksan, 10, pelajar kelas 4 SD asal Dusun Tanah Merah, RT 09/RW 03. Mereka teman sepermainan, meski beda dusun.

Peristiwa mengenaskan itu terjadi Sabtu (1/8) sekitar pukul 15.00. Saat itu kedua korban naik mesin perontok jagung menuju area persawahan di Dusun Darungan, Desa Lemah Kembar. Sampai di lokasi, keduanya bermain di area persawahan.

Saat bermain di tengah sawah itulah, keduanya menemukan sebuah botol minuman berkarbonasi dalam keadaan tertutup. Botol itu berisi kerikil dan bahan lain yang mirip bondet. Andianto lantas mengambil botol itu.

Lantaran masih bocah, keduanya tidak menyadari botol yang dipegang berbahaya. Bahkan, bisa meledak. Mereka bahkan menggunakan botol itu untuk bermain.

Setelah diambil, Andianto membawa botol itu ke dekat sungai irigasi di area persawahan sekitar. Botol itu lantas dimasukkan ke sungai sambil dikocok. Saat itulah, botol tiba-tiba meledak. “Diduga botol itu sejenis bondet,” terang Kapolsek Sumberasih Iptu Suyanto.

Dan akibatnya sungguh fatal. Akibat ledakan itu, jari tangan kanan Andianto putus. Tidak hanya itu, isi botol yang meledak mengenai bagian tubuh Andianto yang lain.

“Kondisi Andianto luka berat. Jari tangan kanan putus. Dahi kanan, pipi kanan, kaki kanan dan kirinya, termasuk tumitnya, luka akibat percikan ledakan,” lanjut Kapolsek Sumberasih Iptu Suyanto.

Sementara Iksan yang berada di sampingnya juga terkena ledakan tersebut. Namun, lukanya tidak separah Andianto. Iksan hanya mengalami luka di kaki kiri dan kanan serta tangan kiri akibat percikan ledakan botol tersebut.

“Jadi, Iksan ini sudah menyuruh Andianto untuk membuang botol tersebut. Tapi, malah dibawa ke sungai sekitar dan dikocok. Akhirnya meledak,” tambahnya.

Ironisnya, tidak ada warga yang mengetahu kejadian itu. Memang di sawah ada sejumlah warga. Namun, mereka sibuk panen jagung. Selain itu, suara ledakan tidak terdengar karena tertutupi suara bising mesin perontok jagung.

Warga baru mengetahui peristiwa itu setelah mendengar tangisan keduanya. Warga pun langsung melarikan keduanya ke dokter. “Keduanya dibawa ke dokter Ika yang ada di Desa Mentor. Namun, karena kondisi Andianto parah, dia dirujuk ke RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Sementara Iksan boleh pulang setelah dirawat,” tandas Iptu Suyanto, Selasa (4/8) pagi.

Di RSUD, Andianto dirawat di ruang Bougenville kelas 3. Ayahnya Siswono dan keluarganya, menemani bocah kelas 3 SD itu. Menurut Siswono, luka di tangan anaknya sudah dioperasi. Karena lukanya parah, tangan kanan korban diamputasi hingga pergelangan, Senin (3/8).

“Saya tidak tahu kejadiannya seperti apa. Soalnya waktu itu saya sedang bekerja tani. Sekarang kondisinya sudah membaik,” tutur Siswono. (rpd/hn/mie)