Dituduh Menipu, Ehh Motor Malah Dibawa Kabur yang Menuduh

GONDANGWETAN – Modus penipuan kini makin beragam. Seperti yang dialami Nafiuddin, 17. Remaja asal Dusun Wringin, Desa Ngempit, Kecamatan Kraton, itu Jumat siang (3/8) kehilangan motornya yang dibawa kabur pelaku penipuan. Para pelaku membawa kabur motornya, setelah lebih dahulu meminjam pada korban.

KEBINGUNGAN: Nafiuddin dan Zam-Zam saat di lokasi.

Nafiuddin yang menjadi korban, bahkan seakan tak berdaya. Sebab, para pelaku menudingnya pernah menipu adik pelaku. Lantaran ketakutan, Nafiuddin pun pasrah saat pelaku meminjam motornya. Namun, pelaku tak pernah kembali.

Aksi penipuan bermula saat Nafiuddin pergi ke GOR Kota Pasuruan. Dia bersama kawannya Zam-Zam dan mengendarai motor Suzuki Satria Fu bernopol 6184 TCH.

Sekitar pukul 14 .30, keduanya lalu dihampiri dua pria tidak dikenal. Salah satunya lantas berkata pada Nafiuddin, bahwa adiknya pernah kena tipu saat membeli handphone. Dan, Nafiuddin dituding sebagai pelakunya.

Lantaran tak pernah melakukan penipuan, kontan Nafiuddin membantahnya. Tapi, rupanya pelaku tak menyerah. Ia lalu mengancam Nafiuddin, jika tidak mengaku, maka pelaku melapor ke polisi.

Supaya lebih meyakinkan, pelaku lantas mengajaknya untuk pergi menemui adiknya. Karena takut, Nafiuddin langsung mengiyakan. Ia membonceng pelaku. Sementara Zam-Zam dibonceng oleh pelaku lainnya menggunakan Yamaha Mio warna hitam milik pelaku.

Mereka dibawa pelaku sampai pertigaan Kramat, Desa Gondangrejo, Gondangwetan. Pelaku lantas mencoba menelepon adiknya. Tak lama kemudian, ia bilang jika adiknya tidak bisa datang karena takut. Pelaku pun langsung meminjam motor Suzuki Satria untuk menyusul adiknya dan dibawa ke arah barat.

“Dia bilang cuma sebentar dan akan kembali. Ternyata ditunggu-tunggu tidak juga datang. Saya mau menolak cuma takut,” jelas Nafiuddin.

Sementara itu, Kanitreskrim Polsek Keboncandi Aiptu M Sahrul membenarkan adanya peristiwa penipuan motor di Desa Gondangrejo. Pihaknya pun sudah melakukan olah TKP. Sejauh ini, peristiwa ini masih diselidiki.

“Memang benar. Tadi korban sudah melapor pada kami. Dari hasil olah TKP dan penuturan korban, ini murni penipuan bukan perampasan,” ungkapnya. (riz/fun)