Bakal Kembali Dibuka, Pengunjung Bromo Dibatasi 20 Persen

SUKAPURA, Radar Bromo – Akhirnya kejelasan tentang pembukaan Wisata Gunung Bromo didapat. Rencananya, wisata internasional ini akan dibuka dalam waktu dekat. Hanya saja, kuota pengunjung dibatasi sebesar 20 persen dari kondisi normal.

Kepala Balai Besar TNBTS John Kenedie mengatakan, keputusan itu diperoleh setelah Balai Besar TNBTS menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan empat kepala daerah kabupaten pemangku wisata Bromo. Disepakati pula, kuota 20 persen pengunjung itu dibagi untuk beberapa lokasi.

Antara lain, 178 orang per hari di Pananjakan, Kabupaten Pasuruan; 28 orang per hari di Bukit Cinta, Kabupaten Pasuruan; 86 orang per hari di Bukit Kedaluh, Kabupaten Pasuruan.

Lalu, 347 orang per hari di sabana Teletubbies, Kabupaten Probolinggo dan 100 orang per hari di Mentigen, Kabupaten Probolinggo.

Dijelaskan John Kenedie, pihaknya melakukan reaktivasi secara bertahap TNBTS di masa transisi akhir pandemi Covid-19. Diawali dengan rakor bersama empat kepala daerah kabupaten pemangku wisata Bromo.

Yaitu, kepala daerah Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan, dan Kabupaten Probolinggo. Diundang juga pelaku usaha wisata dan pihak terkait.

Reaktivasi kawasan TNBTS untuk kunjungan wisata alam dilakukan secara bertahap dengan tetap berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19. Selain itu, menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Tahap awal, wisata alam bisa dibuka di zona tidak terdampak (hijau) dan zona risiko rendah (kuning),” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Dilanjutkannya, tidak hanya pengunjung yang dibatasi 20 persen tiap harinya. Pembelian tiket masuk hanya dilakukan secara online sesuai dengan ketersediaan kuota sebesar 20 persen.

“Jika terjadi pelanggaran pelaksanaan protokol dan panduan kunjungan wisata alam, kami sepakat untuk memberikan sanksi kepada pelanggar. Termasuk apabila bertambahnya kasus Covid-19, maka kegiatan wisata sewaktu-waktu dapat ditutup kembali,” terangnya.

Namun, John Kenedie belum menyebut pasti kapan wisata Bromo dibuka. Pihaknya menunggu surat rekomendasi dari empat kabupaten.

“Pelaksanaan reaktivasi bertahap akan dievaluasi secara berkala dengan memperhatikan hasil monitoring pelaksanaan di lapangan dan perkembangan kondisi pandemi Covid-19. Kapan dibuka, tunggu surat rekomendasi dari empat daerah kabupaten,” ungkapnya. (mas/hn)