Rapid Test Reaktif, Pemudik dari Bali Warga Leces Dijemput Paksa

SEMPAT MENOLAK: Ugas Irwanto, koordinator Pengamanan dan Gakum Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo (baju putih) menjemput SL di rumahnya di Desa Pondokwuluh, Kecamatan Leces. SL dinyatakan reaktif rapid test. Namun, dia pulang ke rumahnya sebelum hasil tes turun. Tim pun menjemput SL untuk dikarantina lagi. (Istimewa)

Related Post

LECES, Radar Bromo – Seorang pemudik dari Bali langsung pulang setelah menjalani karantina 14 hari di tingkat desa Pondokwuluh, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

SL, nama pemudik itu pulang setelah menjalani rapid test. Dia pulang tanpa menunggu hasil rapid test yang keluar Sabtu (2/5) malam. Ternyata, rapid test pada SL hasilnya reaktif. Warga Desa Pondokwuluh pun langsung geger.

Saat itu juga Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo menjemput paksa SL ke rumahnya di Desa Pondokwuluh. Tujuannya, membawa SL ke tempat karantina di rumah pengawasan.

Namun, SL menolak dijemput. Dia tidak mau dikarantina. Bahkan, SL sempat ikut salat tarawih berjamaah.

Ugas Irwanto, koordinator Pengamanan dan Gakum Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Probolinggo saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, SL sudah dikarantina 14 hari di tempat isolasi tingkat desa. Sebelum pulang, bersangkutan di-rapid test lebih dulu. Setelah itu, SL pulang tanpa menunggu hasil rapid test.

”Saat hasil rapid test ternyata reaktif, yang bersangkutan menolak kembali. Dia juga menolak untuk dikarantina lagi. Di rumahnya, dia malah sempat salat tarawih,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Karena itu, pihaknya turun tangan. Tim gugus tugas mendatangi rumah SL untuk menjemput paksa SL. Awalnya, SL dan keluarganya tetap tidak bersedia mejalani karantina di rumah pengawasan.

Bahkan, ibu SL sempat menangis dan tidak sadarkan diri selama 30 menit. Namun, pihaknya tetap berusaha memberikan pemahaman bahwa karantina penting untuk keselamatan bersama. Hingga akhirnya, SL bersedia dibawa ke rumah pengawasan.

”Sekarang SL sudah menjalani karantina di rumah pengawasan. Selanjutnya, SL akan dilakukan tes swab. Jika hasil tes swab-nya negatif dua kali, bisa pulang. Sedangkan keluarganya, diminta untuk karantina mandiri di rumahnya,” terangnya. (mas/hn/mie)