Waduh, Enam Orang di Beji Alami Luka Bakar usai Tabung Elpiji Bocor

BEJI, Radar Bromo – Kegiatan memasak nasi punel di rumah Samsuri, 60, warga Bengok Utara, Desa/Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan, berujung bencana. Dapur tempat memasak terbakar, setelah terkena letupan api dari tungku di halaman belakang rumah korban. Enam orang pun terbakar.

Empat dari enam korban adalah satu keluarga. Keempat korban yaitu Samsuri; Romlah, 55, istri Samsuri; Yudi, 35, anak Samsuri; Rohmah, 5, cucu Samsuri. Sementara dua korban ledakan lainnya adalah tetangga korban. Yaitu, Lasiono, 41 dan Nursalim, 39.

Semua korban mengalami luka bakar. Karenanya, saat itu juga para korban dilarikan ke dua rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis. Yaitu ke RS Masyitoh Bangil dan RSUD Bangil. Lasiono dilarikan ke RS Masyitoh. Sementara lima korban yang lain dilarikan ke RSUD Bangil.

Kepala Desa Beji Syarifuddin menyampaikan, insiden memilukan yang menimpa keluarga Samsuri dan tetangganya itu berlangsung Kamis (2/12) petang. Ketika itu, korban dan istrinya sedang menyiapkan masakan nasi punel.

Mereka memang berjualan nasi punel. Karena itu, memasak nasi punel adalah hal biasa. Tiap hari mereka memasak nasi punel yang akan dijual esok harinya.

TKP: Tabung elpiji dan kompor inilah yang menjadi penyebab enam orang mengalami luka bakar. (Foto: Polsek Beji for Jawa Pos Radar Bromo)

 

Saat memasak, korban menggunakan tabung gas elpiji 3 kg yang baru dibeli. Namun, tiba-tiba tabung gas tersebut ngowos.

“Karena panik, korban berteriak meminta pertolongan. Lalu datang tetangga korban untuk membantu, yaitu Lasiono dan Nursalim,” jelasnya.

Untuk menghentikan kebocoran gas itu, Nursalim berinisiatif menyumbat bibir atau lubang tabung elpiji dengan tusuk bambu. Cara itu membuahkan hasil. Sebab, kebocoran gas tersebut akhirnya terhenti. Tapi, ternyata itu hanya sesaat.

Setelah kebocoran gas teratasi, dua tetangga korban pun pamit pulang. Namun, saat hendak meninggalkan rumah korban, tiba-tiba ada letupan api.

Letupan api itu langsung membakar dapur korban yang sebelumnya dipenuhi gas elpiji yang bocor. Dan saat itu juga, api menyambar para korban yang ada di dapur.

“Elpijinya tidak meledak. Tapi ada api dari halaman belakang rumah korban yang kemudian membakar dapur,” urainya.

Akibat kejadian tersebut, enam korban yang berada di dapur langsung terbakar. Samsuri menderita luka bakar di punggung, kedua kaki, kedua tangan, dan wajah. Istrinya, Romlah menderita luka bakar di kedua kaki, tangan kiri, dan wajah.

Yudi, anak dari Samsuri, menderita luka bakar di kedua kaki dan hidung. Luka bakar juga menimpa Rohmah, cucu dari Samsuri. Rohmah menderita luka bakar di kedua kakinya.

Lalu tetangga korban Lasiono menderita luka bakar di bagian kedua kakinya. Dan Nursalim, luka bakar dialami pada kedua kaki, wajah, kedua lengan, dan pantat.

Kanitreskrim Polsek Beji Iptu Tatok menduga, api yang membakar dapur korban berasal dari tungku di halaman belakang rumah korban. Api tersebut menyambar dapur yang sebelumnya dipenuhi gas elpiji.

“Gas elpiji diduga menguap saat tabung bocor dan memenuhi ruangan dapur. Sehingga, begitu ada percikan api dari tungku dekat dapur, api langsung menyambar hingga membakar dapur tersebut dan mengenai para korban,” pungkasnya. (one/hn/fun)