Pelanggar Disanksi Pakai Rompi Khusus, Mulai Diberlakukan Pekan Ini

GADINGREJO, Radar Bromo – Mulai pekan ini Pemkot Pasuruan memberlakukan sanksi sosial yang lebih represif pada warga yang melanggar aturan protokoler kesehatan. Sanksi diberikan untuk memberikan efek jera.

Sesuai rencana awal, menurut Kepala Diskominfo Kota Pasuruan Kokoh Arie Hidayat, warga yang melanggar akan diminta menggunakan rompi. Rompi ini didesain dengan tanda khusus. Sehingga, warga lain bisa mengetahui bahwa yang bersangkutan telah melanggar protokol kesehatan. Misalnya, tidak menggunakan masker.

Pelanggar ini lantas diminta mencari warga lain yang juga melanggar. Kemudian, memberikan sosialisasi pada warga yang melanggar agar tidak mengulangi perbuatannya kembali.

Untuk merealisasikan rencana itu, Gugus Tugas bakal melakukan sosialisasi pada warga Kota Pasuruan tentang sanksi tersebut pekan ini. Harapannya, masyarakat tidak ada yang melanggar saat sanksi ini mulai diberlakukan.

Sebagai tahap awal, Senin (3/8) Pemkot Pasuruan bersama TNI dan Polri akan melakukan sosialisasi di keramaian. Seperti pusat perbelanjaan, warung kopi, kafe, hingga pengguna jalan di jalur protokol.

“Insyaallah, mulai Senin ini kami akan lakukan sosialisasi hingga Kamis mendatang (6/8). Akhir pekan ini sanksi mulai diberlakukan. Dengan sosialisasi ini kami berharap masyarakat lebih peduli menggunakan masker dan tidak lagi melanggar aturan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Dijelaskan Kokoh, sanksi yang selama ini diberlakukan dinilai kurang maksimal. Seperti, dari memungut sampah hingga push up di tempat. Karena itu, saat ini ditetapkan sanksi yang lebih mendidik.

Sebelumnya, pemkot mendapatkan masukan agar sanksi yang diberikan berupa denda atau administratif. Namun, pihaknya menilai hal ini kurang mendidik warga yang melanggar.

Karena itulah diputuskan sanksi tetap berupa hukuman sosial, namun bersifat lebih tegas. Sehingga, pelanggar akan merasa jera dan tidak lagi mengulangi perbuatannya.

“Kami masih kerap menemukan pelanggaran saat sanksi sosial terdahulu diberlakukan. Sementara itu, jumlah pasien positif yang terpapar Covid-19 terus bertambah setiap hari. Makanya, kami berlakukan sanksi yang lebih tegas agar masyarakat lebih peduli dan tidak apatis pada pandemi ini,” terang Kokoh. (riz/fun)