16 Pasien Korona di Kab Probolinggo Sembuh, 1 asal Tongas Meninggal

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dua hari terakhir, 16 pasien positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo dinyatakan sembuh. Namun, satu pasien meninggal.

Jubir Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto merinci, ada tujuh pasien yang sembuh, Minggu (2/8). Mereka berasal dari beberapa kecamatan.

Antara lain, perempuan warga Desa/Kecamatan Sukapura; perempuan warga Desa Sambirampak Kidul, Kotaanyar; laki-laki warga Kelurahan Semampir, Kraksaan; dan laki-laki warga Desa/Kecamatan Leces. Selanjutnya, laki-laki warga Desa Sumberkerang, Gending; laki-laki warga Desa Kalisalam, Dringu; dan perempuan dari Desa Tamansari, Dringu.

“Mereka masuk klaster pelangi karena penularannya terjadi secara horizontal dan tidak jelas sumbernya dari mana. Setelah pulang ke rumahnya, mereka tetap harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari dengan terus menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Selain ada yang sembuh, Minggu (2/8) ada pasien positif yang meninggal. Ia adalah perempuan berusia 57 tahun dari Kecamatan Tongas. Yang bersangkutan menjalani perawatan di RSUD Tongas dan meninggal dunia pukul 08.40.

“Dia positif Covid-19 beberapa hari lalu dengan penyakit penyerta kencing manis dan jantung. Dia sebelumnya masuk kategori suspect, kemudian dirawat. Tapi kondisinya terus memburuk dan akhirnya meninggal dunia,” tandasnya.

Ia pun langsung dimakamkan dengan protokol kesehatan. Namun, pemeriksaan swab evaluasi belum dilakukan karena belum waktunya dilakukan evaluasi.

Sebelumnya, Sabtu (1/8) ada sembilan pasien sembuh. Mereka semua juga masuk klaster pelangi.

Antara lain, perempuan dari Desa Tempuran, Bantaran; laki-laki dari Desa Pesisir, Sumberasih; perempuan warga Desa Kalisalam, Dringu; dan laki-laki dari Desa Clarak, Leces.

Selanjutnya, laki-laki warga Desa Karangren, Krejengan; laki-laki dan perempuan dari Desa/Kecamatan Leces; laki-laki dan perempuan warga Desa Kropak, Bantaran.

Menurutnya, dalam penentuan kesembuhan itu masih menerapkan protokol kesehatan lama. Yaitu, harus di-swab dua kali negatif secara berurutan. “Masih menggunakan yang lama. Karena sekarang ini masih dalam transisi,” tandasnya.

Sampai kemarin di Kabupaten Probolinggo total ada 232 pasien positif dan 194 di antaranya sembuh. Sedangkan pasien suspect mencapai 31 orang. (sid/hn)