alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Haji Ditunda, Total 1.462 CJH di Pasuruan yang Batal Berangkat, Ini Rinciannya

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Sebanyak 1.225 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Pasuruan dipastikan batal berangkat tahun ini. Menyusul keputusan Kementerian Agama (Kemenag) RI membatalkan pemberangkatan jamaah haji tahun 2020 demi keamanan dan kesehatan bersama.

Pembatalan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M. Dalam Keputusan Menteri Agama itu disebutkan, semua CJH yang mendapatkan kursi ditunda keberangkatannya untuk tahun 2021.

“Sudah pasti pemberangkatan jamaah haji dibatalkan tahun ini. Edaran keputusan Menteri Agama juga sudah diedarkan. Jadi, kami langsung menindaklanjuti dengan memberikan edaran resmi itu ke semua CJH yang sudah melunasi BPIH,” terang Imron Muhadi, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pasuruan.

Dijelaskan Imron, keputusan Kemenag RI ini langsung diteruskan oleh Kemenag di daerah. Di Kabupaten Pasuruan, Kemenag setempat meneruskan informasi pembatalan itu ke KUA dan ke CJH. Sehingga, mereka mengetahui pembatalan keberangkatan secara resmi dari pusat.

Menurutnya, wabah korona saat ini memang belum mereda. Sehingga, keputusan penundaan keberangkatan CJH tahun ini adalah tempat. Kendati pelunasan BPIH sudah dilakukan dua kali.

Imron mengatakan, tercatat ada 1.225 CJH yang melunasi BPIH sebesar Rp 37.577.602. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.137 CJH melunasi di tahap pertama dan langsung mendapatkan kursi keberangkatan. Dan tahap kedua ada sebanyak 88 CJH yang melunasi.

“Untuk tahap kedua ada 88 yang melunasi. Juga ada 36 cadangan yang lunas BPIH 100 persen,” terangnya.

Karena kondisi itu, menurut Imron, BPIH yang sudah terbayarkan akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Namun, BPIH itu juga dapat diminta kembali oleh jamaah haji.

Di sisi lain, paspor yang terkumpul sampai kemarin tercatat mencapai 1.130 paspor. Paspor dapat dikembalikan kepada pemilik atau CJH sendiri.

“Terkait teknis dan jadwal lainnya, menunggu juknis selanjutnya. Harapan kami, CJH yang tahun ini tertunda keberangkatannya bisa bersabar dan ikhlas dengan situasi saat ini,” ujarnya.

Sementara itu di Kota Pasuruan, sebanyak 237 CJH gagal berangkat tahun ini. Kasi Haji pada Kemenag Kota Pasuruan Muhammad Ismail mengungkapkan, pihaknya sudah mengetahui pembatalan melalui pernyataan resmi Menag RI Fachrul Razi.

Pembatalan ini pun sudah disampaikan pada CJH yang direncanakan berangkat tahun ini melalui pesan pendek. Namun dalam waktu dekat, Kemenag akan melakukan sosialisasi secara langsung pada CJH.

“Begitu dapat informasi pembatalan keberangkatan CJH oleh Menag, langsung kami sampaikan melalui pesan pada CJH. Rencananya kami akan menyampaikan secara resmi dengan mengumpulkan mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, ada 237 CJH yang dijadwalkan berangkat tahun ini. Karena pemberangkatan ditunda, mereka langsung masuk dalam daftar tunggu keberangkatan haji tahun berikutnya. Tentu jika nanti ada perubahan dalam biaya perjalanan ibadah haji (BPIH), maka Kemenag akan melakukan penyesuaian.

Jika BPIH pada 2021 naik, maka CJH tinggal menambah sisanya. Namun jika sebaliknya, Kemenag akan mengembalikan kelebihannya. Namun, ia berharap agar masyarakat yang sudah masuk sebagai CJH tahun ini berlapang dada dan menerima segala keputusan pemerintah dengan ikhlas.

“Ada 237 CJH yang dijadwalkan berangkat tahun ini. Otomatis akan diikutkan tahun berikutnya. Tentu kami akan melakukan penyesuaian sesuai aturan yang ada nantinya,” sebut Ismail. (eka/riz/hn/fun)

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Sebanyak 1.225 calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Pasuruan dipastikan batal berangkat tahun ini. Menyusul keputusan Kementerian Agama (Kemenag) RI membatalkan pemberangkatan jamaah haji tahun 2020 demi keamanan dan kesehatan bersama.

Pembatalan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1441 H/2020 M. Dalam Keputusan Menteri Agama itu disebutkan, semua CJH yang mendapatkan kursi ditunda keberangkatannya untuk tahun 2021.

“Sudah pasti pemberangkatan jamaah haji dibatalkan tahun ini. Edaran keputusan Menteri Agama juga sudah diedarkan. Jadi, kami langsung menindaklanjuti dengan memberikan edaran resmi itu ke semua CJH yang sudah melunasi BPIH,” terang Imron Muhadi, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kabupaten Pasuruan.

Dijelaskan Imron, keputusan Kemenag RI ini langsung diteruskan oleh Kemenag di daerah. Di Kabupaten Pasuruan, Kemenag setempat meneruskan informasi pembatalan itu ke KUA dan ke CJH. Sehingga, mereka mengetahui pembatalan keberangkatan secara resmi dari pusat.

Menurutnya, wabah korona saat ini memang belum mereda. Sehingga, keputusan penundaan keberangkatan CJH tahun ini adalah tempat. Kendati pelunasan BPIH sudah dilakukan dua kali.

Imron mengatakan, tercatat ada 1.225 CJH yang melunasi BPIH sebesar Rp 37.577.602. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.137 CJH melunasi di tahap pertama dan langsung mendapatkan kursi keberangkatan. Dan tahap kedua ada sebanyak 88 CJH yang melunasi.

“Untuk tahap kedua ada 88 yang melunasi. Juga ada 36 cadangan yang lunas BPIH 100 persen,” terangnya.

Karena kondisi itu, menurut Imron, BPIH yang sudah terbayarkan akan disimpan dan dikelola secara terpisah oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Namun, BPIH itu juga dapat diminta kembali oleh jamaah haji.

Di sisi lain, paspor yang terkumpul sampai kemarin tercatat mencapai 1.130 paspor. Paspor dapat dikembalikan kepada pemilik atau CJH sendiri.

“Terkait teknis dan jadwal lainnya, menunggu juknis selanjutnya. Harapan kami, CJH yang tahun ini tertunda keberangkatannya bisa bersabar dan ikhlas dengan situasi saat ini,” ujarnya.

Sementara itu di Kota Pasuruan, sebanyak 237 CJH gagal berangkat tahun ini. Kasi Haji pada Kemenag Kota Pasuruan Muhammad Ismail mengungkapkan, pihaknya sudah mengetahui pembatalan melalui pernyataan resmi Menag RI Fachrul Razi.

Pembatalan ini pun sudah disampaikan pada CJH yang direncanakan berangkat tahun ini melalui pesan pendek. Namun dalam waktu dekat, Kemenag akan melakukan sosialisasi secara langsung pada CJH.

“Begitu dapat informasi pembatalan keberangkatan CJH oleh Menag, langsung kami sampaikan melalui pesan pada CJH. Rencananya kami akan menyampaikan secara resmi dengan mengumpulkan mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, ada 237 CJH yang dijadwalkan berangkat tahun ini. Karena pemberangkatan ditunda, mereka langsung masuk dalam daftar tunggu keberangkatan haji tahun berikutnya. Tentu jika nanti ada perubahan dalam biaya perjalanan ibadah haji (BPIH), maka Kemenag akan melakukan penyesuaian.

Jika BPIH pada 2021 naik, maka CJH tinggal menambah sisanya. Namun jika sebaliknya, Kemenag akan mengembalikan kelebihannya. Namun, ia berharap agar masyarakat yang sudah masuk sebagai CJH tahun ini berlapang dada dan menerima segala keputusan pemerintah dengan ikhlas.

“Ada 237 CJH yang dijadwalkan berangkat tahun ini. Otomatis akan diikutkan tahun berikutnya. Tentu kami akan melakukan penyesuaian sesuai aturan yang ada nantinya,” sebut Ismail. (eka/riz/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/