alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

Innalillahi, Dua Warga Nguling Tewas saat Kerusuhan di Wamena

NGULING, Radar Bromo – Korban kerusuhan di Kabupaten Wamena, Papua Barat, bertambah. Dua warga Kabupaten Pasuruan menjadi korban kerusuhan ini. Mereka ditemukan tewas di rumahnya di Wamena, Sabtu (28/9).

Keduanya adalah Untung Edi Cahyono, 45 dan Syaiful Mukmin, 47. Keduanya warga Dusun Wates, Desa Kedawang, Kecamatan Nguling. Saat ini, jenazah mereka sudah dimakamkan.

Camat Nguling Bunardi membenarkan dua warganya menjadi korban kerusahan Wamena. Pihak kecamatan mendapatkan informasi ini dari Pemdes Kedawang, Sabtu (28/9) setelah magrib.

Kecamatan bersama pemdes lantas menjemput kedua jenazah di Bandara Juanda, Kota Surabaya, pukul 23.00 dengan ambulans Puskesmas Nguling. Jenazah tiba di rumah masing-masing pada Minggu dini hari (29/9), pukul 00.30.

“Sekitar satu jam setelah jenazah keduanya tiba di rumah masing-masing, pihak keluarga langsung memakamkan keduanya di TPU desa setempat,” ungkap Bunardi.

Dari informasi yang didapatkan kecamatan, menurutnya, Untung Edi Cahyono tewas setelah kepala kena panah. Sementara Syaiful Mukmin terbakar saat berada di dalam rumahnya di Wamena.

“Mereka menjadi korban saat berada di rumah mereka di Wamena. Syaiful Mukmin terbakar saat sedang tidur di rumahnya. Untung Edi Cahyono terkena panah saat di rumahnya,” sebutnya.

Dari pendataan pihak Kecamatan Nguling, menurutnya, ada 205 warga dari sembilan desa di Kecamatan Nguling yang bekerja di Wamena. Termasuk dua warga yang tewas saat kerusuhan tersebut.

Mayoritas mereka bekerja sebagai pedagang kaki lima (PKL) dan membuka toko kelontong di Wamena. Rata-rata mereka berasal dari keluarga kurang mampu dan bekerja untuk memperbaiki ekonomi keluarga.

Bunardi mengaku, pihak kecamatan sudah mengusulkan bantuan sosial kematian pada Badan Keuangan Daerah (BKD) Senin (30/10). Namun, sejauh ini usulan ini masih belum turun.

“Kami dapat informasi jika masyarakat di sana sudah mengungsi dan ditampung oleh pemerintah setempat. Sejauh ini baru dua orang ini yang pulang,” pungkasnya. (riz/hn/fun)

NGULING, Radar Bromo – Korban kerusuhan di Kabupaten Wamena, Papua Barat, bertambah. Dua warga Kabupaten Pasuruan menjadi korban kerusuhan ini. Mereka ditemukan tewas di rumahnya di Wamena, Sabtu (28/9).

Keduanya adalah Untung Edi Cahyono, 45 dan Syaiful Mukmin, 47. Keduanya warga Dusun Wates, Desa Kedawang, Kecamatan Nguling. Saat ini, jenazah mereka sudah dimakamkan.

Camat Nguling Bunardi membenarkan dua warganya menjadi korban kerusahan Wamena. Pihak kecamatan mendapatkan informasi ini dari Pemdes Kedawang, Sabtu (28/9) setelah magrib.

Kecamatan bersama pemdes lantas menjemput kedua jenazah di Bandara Juanda, Kota Surabaya, pukul 23.00 dengan ambulans Puskesmas Nguling. Jenazah tiba di rumah masing-masing pada Minggu dini hari (29/9), pukul 00.30.

“Sekitar satu jam setelah jenazah keduanya tiba di rumah masing-masing, pihak keluarga langsung memakamkan keduanya di TPU desa setempat,” ungkap Bunardi.

Dari informasi yang didapatkan kecamatan, menurutnya, Untung Edi Cahyono tewas setelah kepala kena panah. Sementara Syaiful Mukmin terbakar saat berada di dalam rumahnya di Wamena.

“Mereka menjadi korban saat berada di rumah mereka di Wamena. Syaiful Mukmin terbakar saat sedang tidur di rumahnya. Untung Edi Cahyono terkena panah saat di rumahnya,” sebutnya.

Dari pendataan pihak Kecamatan Nguling, menurutnya, ada 205 warga dari sembilan desa di Kecamatan Nguling yang bekerja di Wamena. Termasuk dua warga yang tewas saat kerusuhan tersebut.

Mayoritas mereka bekerja sebagai pedagang kaki lima (PKL) dan membuka toko kelontong di Wamena. Rata-rata mereka berasal dari keluarga kurang mampu dan bekerja untuk memperbaiki ekonomi keluarga.

Bunardi mengaku, pihak kecamatan sudah mengusulkan bantuan sosial kematian pada Badan Keuangan Daerah (BKD) Senin (30/10). Namun, sejauh ini usulan ini masih belum turun.

“Kami dapat informasi jika masyarakat di sana sudah mengungsi dan ditampung oleh pemerintah setempat. Sejauh ini baru dua orang ini yang pulang,” pungkasnya. (riz/hn/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/