Tersangka Asusila Ini Ngaku Sudah Nikahi Siri Korban, Mas Kawin Perahu

PAJARAKAN-AR, 26 warga Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo tak mengira, kisah asmara terlarangnya bakal mengantarkannya ke balik jeruji besi. Padahal, ia mengaku sudah beritikad baik.

AR mengaku, sejak mengetahui sang kekasih gelap yakni NJ hamil, ia sempat meminta NJ menggugurkan kandungannya. Namun, lantaran NJ tak mau, AR pun tak memaksanya.

Saat perut korban NJ terus membesar, AR pun akhirnya beritikad baik. Ia mau menikahi korban. Cuma, sebatas nikah siri.

Sekitar sebulan lalu, AR pun menikahi korban secara siri. Ia pun memberi mas kawin kepada korban NJ. “Saya sudah tanggung jawab dengan menikahinya dan mas kawin perahu seharga Rp 30 juta,” kata AR.

Namun, hal itu rupanya dinilai belum cukup oleh NJ dan keluarganya. “Keluarganya minta dinikahi secara resmi,” keluhnya.

AR yang tiap harinya jadi nelayan pun mengaku tak mampu memenuhi permintaan keluarga korban NJ itu. Ia pun tak menyangka bila kasus itu akhirnya berujung dengan laporan polisi.

Persis pada 21 Juli 2018, korban NJ melaporkan tersangka AR ke Satreskrim Polres Probolinggo. Dari laporan itu, polisi akhirnya menahan AR. Ia dijerat kasus persetubuhan di bawah umur. Sebab, saat aksi itu terjadi korban NJ masih dibawah umur.

“Iya saya memang pernah janji akan menikahinya (Korban NJ). Tapi, saya gak pernah janji menceraikan istri saya,” jelas AR saat ditemui di sela-sela pemeriksaan unit PPA Polres Probolinggo, Kamis (2/8). (mas/mie)