alexametrics
26.9 C
Probolinggo
Friday, 1 July 2022

Begini Kondisi Terbaru Bayi Kembar Siam Dempet Perut-Dada asal Lumbang

ASMAUL dan Husna, lahir dengan kondisi berbeda. Meski begitu, bayi kembar siam dempet perut dan dada asal Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, ini terlihat sangat ceria. Meskipun, hingga kini keduanya masih menggunakan bantuan oksigen untuk bernapas.

MUKHAMAD ROSYIDI, Lumbang

Saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke kediaman orang tua Asmaul dan Husna Rabu (1/8), keduanya tengah asyik berada dalam gendongan Desi Setia Ekawati, 28, ibunya. Tergambar jelas ikatan emosional antara ibu dan anak itu. Doni Kurniawan, 29, ayahnya pun demikian. Rasa cemas saat anaknya berada di rumah sakit beberapa waktu lalu, tak lagi tampak.

Saat berada di gendongan Desi, Asmaul dan Husna tampak aktif. Gerakan-gerakan kecil dilakukan bayi yang lahir dengan berat 4,2 kilogram itu. Saat hendak diletakkan di tempat tidurnya, keduanya menangis hampir bersamaan. Desi pun tanggap. Ia langsung menenangkan kedua putrinya.

Desi mengaku kedua anaknya yang pada 10 Agustus mendatang genap berusia 4 bulan itu bukanlah bayi yang rewel. Meskipun memiliki kelainan, namun Desi memastikan jika buah hatinya itu tidak merepotkan. “Kalau rewelnya ndak. Tetapi, mereka sangat aktif. Sehingga harus setiap saat ditemani dan tidak boleh ditinggal,” ujarnya.

Salah satu bentuk keaktifan keduanya, yakni sering memainkan selang oksigen, sampai kemudian lepas. “Iya itu dibuat mainan. Kan bahaya. Soalnya kalau copot bisa mengalami gangguan pernapasan,” terangnya.

Untuk nutrisi keduanya, Desi mengaku memberikan ASI. Memang tidak langsung disusui, melainkan dipompa dahulu. “Kalau yang satu lapar, satunya juga lapar. Jadi langsung dikasi kedua-duanya,” terangnya. Saat ini, kedua anaknya stop ASI dan diganti dengan susu formula.

Untuk mengurus Asmaul dan Husna, pasangan suami istri (pasutri) ini setiap harinya membagi waktu. Pada siang hari, mereka bergantian merawat dua jam sekali. Berbeda jika malam hari, maka Doni lah yang menjaga buah hatinya. Doni beralasan, sang istri butuh waktu yang cukup untuk istirahat.

Pasutri ini sangat bersyukur dikaruniai anak kembar. Meskipun terlahir dengan kondisi kembar siam, keduanya bertekad untuk membesarkannya.

Bagaimana jika nanti ada kesempatan untuk operasi pemisahan bayi? Doni mengaku akan menolaknya. Ia tidak rela salah satu dari mereka dikorbankan.

“Saya akan rawat keduanya. Ini adalah karunia yang diberikan kepada kami. Jadi, akan kami rawat hingga besar. Dan, semoga saat besar nanti, mereka menerima kondisi ini,” katanya.

Mereka juga bersyukur Asmaul dan Husna bisa bertahan hidup hingga saat ini. Bayi kembar tersebut adalah anak kedua dan ketiga, si sulung kini duduk di bangku SD.

Sementara itu, dokter spesialis anak RSUD Tongas dr. Vonny Mariany Deckerta mengatakan, kondisi bayi tersebut relatif stabil. Namun, hingga saat ini masih dibutuhkan oksigen. Tetapi, dosisnya sudah sangat sedikit. Tim dokter, menurut Vonny, akan terus bekerja keras demi Asmaul dan Husna.

“Untuk gagal jantungnya sampai dengan saat ini terkontrol dengan obat-obatan yang kami berikan. Dan, sudah ada peningkatan berat badan, peningkatan lingkar kepala, dan juga peningkatan panjang badan,” terang Vonny di sela-sela melakukan pemeriksaan terhadap Asmaul dan Husna.

Masih menurut Vonny, kondisi Asmaul dan Husna tidak jauh tertinggal dengan kondisi anak seusianya. “Tetapi memang tidak lepas, selain susu kami juga memberikan suplemen untuk membantu berat badan. Kami secara berkala berkunjung setiap dua minggu sekali. Sekali berangkat ada dua tim NICU dari Perinatologi. Setiap dua pekan sekali kami laporkan perkembangannya pada tim dokter di RSUD dr. Soetomo,” ujarnya.

Rabu (1/8) itu, Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad mengunjungi Asmaul dan Husna. Kunjungan Kapolres tersebut tak lain untuk memastikan adanya donasi untuk biaya perawatan Asmaul-Husna. Maklum, beberapa hari terakhir beredar di media sosial sebuah ajakan untuk memberi donasi pada bayi kembar siam ini.

“Banyak di media sosial yang menanyakan kepada kami apakah benar ada donasi untuk adik Asmaul-Husna ini. Jadi, untuk membutikan kami mengecek langsung. Dan, ternyata memang benar itu adalah donasi untuk Asmaul-Husna yang dilengkapi dengan nomor rekening ibunya. Menurut dokter, bayi ini memang masih dalam proses observasi,” kata Fadli Samad. (rf/mie)

ASMAUL dan Husna, lahir dengan kondisi berbeda. Meski begitu, bayi kembar siam dempet perut dan dada asal Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, ini terlihat sangat ceria. Meskipun, hingga kini keduanya masih menggunakan bantuan oksigen untuk bernapas.

MUKHAMAD ROSYIDI, Lumbang

Saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke kediaman orang tua Asmaul dan Husna Rabu (1/8), keduanya tengah asyik berada dalam gendongan Desi Setia Ekawati, 28, ibunya. Tergambar jelas ikatan emosional antara ibu dan anak itu. Doni Kurniawan, 29, ayahnya pun demikian. Rasa cemas saat anaknya berada di rumah sakit beberapa waktu lalu, tak lagi tampak.

Saat berada di gendongan Desi, Asmaul dan Husna tampak aktif. Gerakan-gerakan kecil dilakukan bayi yang lahir dengan berat 4,2 kilogram itu. Saat hendak diletakkan di tempat tidurnya, keduanya menangis hampir bersamaan. Desi pun tanggap. Ia langsung menenangkan kedua putrinya.

Desi mengaku kedua anaknya yang pada 10 Agustus mendatang genap berusia 4 bulan itu bukanlah bayi yang rewel. Meskipun memiliki kelainan, namun Desi memastikan jika buah hatinya itu tidak merepotkan. “Kalau rewelnya ndak. Tetapi, mereka sangat aktif. Sehingga harus setiap saat ditemani dan tidak boleh ditinggal,” ujarnya.

Salah satu bentuk keaktifan keduanya, yakni sering memainkan selang oksigen, sampai kemudian lepas. “Iya itu dibuat mainan. Kan bahaya. Soalnya kalau copot bisa mengalami gangguan pernapasan,” terangnya.

Untuk nutrisi keduanya, Desi mengaku memberikan ASI. Memang tidak langsung disusui, melainkan dipompa dahulu. “Kalau yang satu lapar, satunya juga lapar. Jadi langsung dikasi kedua-duanya,” terangnya. Saat ini, kedua anaknya stop ASI dan diganti dengan susu formula.

Untuk mengurus Asmaul dan Husna, pasangan suami istri (pasutri) ini setiap harinya membagi waktu. Pada siang hari, mereka bergantian merawat dua jam sekali. Berbeda jika malam hari, maka Doni lah yang menjaga buah hatinya. Doni beralasan, sang istri butuh waktu yang cukup untuk istirahat.

Pasutri ini sangat bersyukur dikaruniai anak kembar. Meskipun terlahir dengan kondisi kembar siam, keduanya bertekad untuk membesarkannya.

Bagaimana jika nanti ada kesempatan untuk operasi pemisahan bayi? Doni mengaku akan menolaknya. Ia tidak rela salah satu dari mereka dikorbankan.

“Saya akan rawat keduanya. Ini adalah karunia yang diberikan kepada kami. Jadi, akan kami rawat hingga besar. Dan, semoga saat besar nanti, mereka menerima kondisi ini,” katanya.

Mereka juga bersyukur Asmaul dan Husna bisa bertahan hidup hingga saat ini. Bayi kembar tersebut adalah anak kedua dan ketiga, si sulung kini duduk di bangku SD.

Sementara itu, dokter spesialis anak RSUD Tongas dr. Vonny Mariany Deckerta mengatakan, kondisi bayi tersebut relatif stabil. Namun, hingga saat ini masih dibutuhkan oksigen. Tetapi, dosisnya sudah sangat sedikit. Tim dokter, menurut Vonny, akan terus bekerja keras demi Asmaul dan Husna.

“Untuk gagal jantungnya sampai dengan saat ini terkontrol dengan obat-obatan yang kami berikan. Dan, sudah ada peningkatan berat badan, peningkatan lingkar kepala, dan juga peningkatan panjang badan,” terang Vonny di sela-sela melakukan pemeriksaan terhadap Asmaul dan Husna.

Masih menurut Vonny, kondisi Asmaul dan Husna tidak jauh tertinggal dengan kondisi anak seusianya. “Tetapi memang tidak lepas, selain susu kami juga memberikan suplemen untuk membantu berat badan. Kami secara berkala berkunjung setiap dua minggu sekali. Sekali berangkat ada dua tim NICU dari Perinatologi. Setiap dua pekan sekali kami laporkan perkembangannya pada tim dokter di RSUD dr. Soetomo,” ujarnya.

Rabu (1/8) itu, Kapolres Probolinggo AKBP Fadly Samad mengunjungi Asmaul dan Husna. Kunjungan Kapolres tersebut tak lain untuk memastikan adanya donasi untuk biaya perawatan Asmaul-Husna. Maklum, beberapa hari terakhir beredar di media sosial sebuah ajakan untuk memberi donasi pada bayi kembar siam ini.

“Banyak di media sosial yang menanyakan kepada kami apakah benar ada donasi untuk adik Asmaul-Husna ini. Jadi, untuk membutikan kami mengecek langsung. Dan, ternyata memang benar itu adalah donasi untuk Asmaul-Husna yang dilengkapi dengan nomor rekening ibunya. Menurut dokter, bayi ini memang masih dalam proses observasi,” kata Fadli Samad. (rf/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/