Dinyatakan Positif Korona, Dokter Senior di Probolinggo Meninggal  

MAYANGAN, Radar BromoKabar duka datang dari dunia kedokteran di Probolinggo. Seorang dokter senior, dr Abdul Cholig, 73, meninggal setelah dinyatakan positif korona.

Almarhum meninggal dunia Kamis (2/7) di RSUD dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo. Jenazahnya dilepas oleh Direktur RSUD dr Mohamad Saleh dr Abraar HS Kuddah bersama rekan tenaga medis di kamar mayat RSUD dr Mohamad Saleh.  Jenazah almarhum dimakamkan di Surabaya.

Menurut Keterangan yang dihimpun harian Jawa Pos Radar Bromo, Dokter Abdul Cholig yang tinggal di Dringu, Kabupaten Probolinggo. Awalnya, ia akan memeriksakan penyakit sinusitis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan, Rabu (1/7) pagi. Saat itu dia sudah merasakan gejala sesak napas, diare, dan tidak nafsu makan.

KIRIM DOA: Petugas mengirim doa usai menyalati jenazah dr Abdul Cholig yang meninggal usai dinyatakan positif korona. (Foto: Diskominfo Pemkot Probolinggo)

Sampai di RSUD Waluyo Jati, dia dites rapid. Hasilnya, IGM (immunoglobin) reaktif. Lantaran reaktif, pemeriksaan dilanjutkan dengan tes swab sebanyak dua kali, dan hasilnya positif.

Pihak keluarga berencana membawa dr Abdul Cholig ke RS Lavalet Malang. Namun, sudah penuh. Kemudian dr Cholig dirujuk ke RSUD dr Mohamad Saleh.

“Di sini (RSUD dr Moh Saleh), beliau diberikan terapi plasma darah. Namun, karena ada kegagalan multiorgan, almarhum tidak mampu bertahan dan akhirnya meninggal dunia,” terang juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Probolinggo dr Abraar HS Kuddah yang juga plt Direktur RSUD dr Moh Saleh.

Selain positif korona, almarhum menurut dr Abraar, memiliki penyakit penyerta “Almarhum dr Cholig memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes. Saat pandemi korona, dr Cholig melayani banyak pasien untuk berobat,” terangnya. (put/hn)