23.6 C
Probolinggo
Wednesday, May 31, 2023

Santri Kabur dari Pondok Lalu Gantung Diri, Kabarnya Tak Betah Mondok

GRATI, Radar Bromo– Warga Kecamatan Grati mendadak heboh. Itu setelah AH, 16, warga Grati, Kabupaten Pasuruan, ditemukan tewas kendat di dalam dapur milik Ach, Rabu (2/6) siang.

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 12.50. Siang itu, Lukman Hakim hendak menemui Ach di rumahnya. Dia hendak meminjam cangkul. Lukman Hakim masuk ke rumah milik Ach melalui pintu belakang rumah.

Betapa terkejutnya Lukman Hakim saat ia akan masuk ke dalam rumah tersebut. Sebab dia melihat AH dalam posisi gantung diri di kayu blandar di dapur dengan menggunakan seutas kain warna hitam.

Lukman Hakim spontan berlari ke samping rumah Ach untuk memberitahu Mjr yang tak lain istri Ach. “Lukman Hakim lantas menghubungi warga sekitar dan pemilik rumah yakni, Ach. Saat banyak warga datang, Ach dan Kades bersama warga, menurunkan korban dengan cara melepas tali jeratannya,” ungkap Endy Purwanto, Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota.

Baca Juga:  Polisi Buru Eks Kades Sumberdawesari dan Anaknya, Ditetapkan Jadi DPO

AH diketahui adalah sorang santri pondok. Sehari sebelumnya, dia memang ke rumah Ach, yang masih kerabatnya. Dia kesana karena baru saja kabur dari pondok. Kabarnya, dia tidak betah mondok. Rumah AH dan Ach berlainan desa.

Rabu (2/6) pagi, kedua orangtua AH sempat ke rumah Lukman Hakim. Tapi entah mengapa, AH memilih mengurung diri dan mengunci pintu di kamar rumah Ach. Hingga di siang harinya, AH ditemukan sudah gantung diri.

Polisi sudah melakukan olah TKP dan memerika jenazah korban. Tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Polisi juga hendak melakukan visum. Tapi pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum. Korban lantas dibawa oleh keluarga ke rumah duka untuk segera dimakamkan. (riz/fun)

Baca Juga:  Buang Hajat di Irigasi, Warga Bugul Kidul Meninggal Dunia, Warga Sempat Khawatir karena Musim Pandemi

 

GRATI, Radar Bromo– Warga Kecamatan Grati mendadak heboh. Itu setelah AH, 16, warga Grati, Kabupaten Pasuruan, ditemukan tewas kendat di dalam dapur milik Ach, Rabu (2/6) siang.

Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 12.50. Siang itu, Lukman Hakim hendak menemui Ach di rumahnya. Dia hendak meminjam cangkul. Lukman Hakim masuk ke rumah milik Ach melalui pintu belakang rumah.

Betapa terkejutnya Lukman Hakim saat ia akan masuk ke dalam rumah tersebut. Sebab dia melihat AH dalam posisi gantung diri di kayu blandar di dapur dengan menggunakan seutas kain warna hitam.

Lukman Hakim spontan berlari ke samping rumah Ach untuk memberitahu Mjr yang tak lain istri Ach. “Lukman Hakim lantas menghubungi warga sekitar dan pemilik rumah yakni, Ach. Saat banyak warga datang, Ach dan Kades bersama warga, menurunkan korban dengan cara melepas tali jeratannya,” ungkap Endy Purwanto, Kasubag Humas Polres Pasuruan Kota.

Baca Juga:  Diparkir di Teras, Motor Dinas Kades Ranuklindungan Grati Dicuri

AH diketahui adalah sorang santri pondok. Sehari sebelumnya, dia memang ke rumah Ach, yang masih kerabatnya. Dia kesana karena baru saja kabur dari pondok. Kabarnya, dia tidak betah mondok. Rumah AH dan Ach berlainan desa.

Rabu (2/6) pagi, kedua orangtua AH sempat ke rumah Lukman Hakim. Tapi entah mengapa, AH memilih mengurung diri dan mengunci pintu di kamar rumah Ach. Hingga di siang harinya, AH ditemukan sudah gantung diri.

Polisi sudah melakukan olah TKP dan memerika jenazah korban. Tidak ada tanda-tanda kekerasan.

Polisi juga hendak melakukan visum. Tapi pihak keluarga menolak untuk dilakukan visum. Korban lantas dibawa oleh keluarga ke rumah duka untuk segera dimakamkan. (riz/fun)

Baca Juga:  Maling Motor Beraksi di Grati, Pelakunya Pakai Pelat Nomor Palsu

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru