alexametrics
30.7 C
Probolinggo
Thursday, 30 June 2022

Pulang dari Tiongkok, 9 Mahasiswa dalam Pantauan Medis

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hingga Sabtu (1/2), total ada sembilan mahasiswa Tiongkok asal Kabupaten Probolinggo yang sudah pulang. Kini, mereka masih berada di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Kesehatan mereka dalam pantauan tim siaga RSUD. Namun, RSUD memastikan kondisi mereka sehat.

Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan, dr. Mansur menegaskan, mahasiswa Tiongkok asal Kabupaten Probolinggo yang sudah pulang, tidak dalam ruang isolasi ataupun penanganan isolasi. Keberadaan mereka di RSUD, untuk menjamin dan memastikan kondisi kesehatan mereka. Karena itu merupakan bagian dari hak mereka sebagai warga Kabupaten Probolinggo.

”Mereka tidak di ruang isolasi. Status mereka pun bukan pasien, tapi orang yang dalam pantauan kesehatan secara intensif. Itu sesuai petunjuk ibu Bupati (Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari, Red.) untuk memastikan kondisi kesehatan warganya,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Mansur menjelaskan, dalam dua hari terakhir, sudah ada sembilan mahasiswa yang tiba di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Mereka tiba bergantian dalam tiga gelombang.

Saat ini, mereka semua berada di ruang biasa, tapi dalam pantauan tim siaga. Penanganannya pun biasa. Termasuk keluarga diperbolehkan datang dan melihat. Makanan pun tidak ada larangan.

”Semua mahasiswa beraktivitas seperti biasa. Tidak pakai alat bantu infuse atau kesehatan lainnya. Termasuk tim medis yang memantau pun tidak menggunakan alat khusus,” paparnya.

Pantauan tim kesehatan yang diberikan menurut Mansur, karena mereka habis melakukan perjalanan jauh. Tentunya, butuh penanganan untuk memulihkan fisik tubuh dan kesehatannya.

Para mahasiswa itu sendiri, tiba di Probolinggo dengan membawa kartu kuning atau kartu kewaspadaan. Kartu kuning merupakan bukti bahwa kesehatan mereka sudah diperiksa.

”Pemkab memiliki tanggung jawab agar warganya dalam keadaan sehat. Memantau supaya kesehatan mereka prima. Makanan dan minum cukup. Jika perlu vitamin, diberi. Saat stamina prima, kuman dan virus tidak bisa menyerang,” ungkapnya.

Meski demikian, Mansur tidak dapat memastikan berapa lama para mahasiswa itu akan dipantau tim siaga. Standarnya sekitar 14 hari. Namun, semua tergantung hasil pantauan tim medis. Saat dirasa kondisi semua sudah sehat dan stamina prima, mereka bisa pulang.

”Yang pasti, kondisinya sampai saat ini semuanya sehat,” tegasnya. (mas/hn)

KRAKSAAN, Radar Bromo – Hingga Sabtu (1/2), total ada sembilan mahasiswa Tiongkok asal Kabupaten Probolinggo yang sudah pulang. Kini, mereka masih berada di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Kesehatan mereka dalam pantauan tim siaga RSUD. Namun, RSUD memastikan kondisi mereka sehat.

Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan, dr. Mansur menegaskan, mahasiswa Tiongkok asal Kabupaten Probolinggo yang sudah pulang, tidak dalam ruang isolasi ataupun penanganan isolasi. Keberadaan mereka di RSUD, untuk menjamin dan memastikan kondisi kesehatan mereka. Karena itu merupakan bagian dari hak mereka sebagai warga Kabupaten Probolinggo.

”Mereka tidak di ruang isolasi. Status mereka pun bukan pasien, tapi orang yang dalam pantauan kesehatan secara intensif. Itu sesuai petunjuk ibu Bupati (Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari, Red.) untuk memastikan kondisi kesehatan warganya,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Mansur menjelaskan, dalam dua hari terakhir, sudah ada sembilan mahasiswa yang tiba di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Mereka tiba bergantian dalam tiga gelombang.

Saat ini, mereka semua berada di ruang biasa, tapi dalam pantauan tim siaga. Penanganannya pun biasa. Termasuk keluarga diperbolehkan datang dan melihat. Makanan pun tidak ada larangan.

”Semua mahasiswa beraktivitas seperti biasa. Tidak pakai alat bantu infuse atau kesehatan lainnya. Termasuk tim medis yang memantau pun tidak menggunakan alat khusus,” paparnya.

Pantauan tim kesehatan yang diberikan menurut Mansur, karena mereka habis melakukan perjalanan jauh. Tentunya, butuh penanganan untuk memulihkan fisik tubuh dan kesehatannya.

Para mahasiswa itu sendiri, tiba di Probolinggo dengan membawa kartu kuning atau kartu kewaspadaan. Kartu kuning merupakan bukti bahwa kesehatan mereka sudah diperiksa.

”Pemkab memiliki tanggung jawab agar warganya dalam keadaan sehat. Memantau supaya kesehatan mereka prima. Makanan dan minum cukup. Jika perlu vitamin, diberi. Saat stamina prima, kuman dan virus tidak bisa menyerang,” ungkapnya.

Meski demikian, Mansur tidak dapat memastikan berapa lama para mahasiswa itu akan dipantau tim siaga. Standarnya sekitar 14 hari. Namun, semua tergantung hasil pantauan tim medis. Saat dirasa kondisi semua sudah sehat dan stamina prima, mereka bisa pulang.

”Yang pasti, kondisinya sampai saat ini semuanya sehat,” tegasnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU

/