alexametrics
30.2 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Kades Ngadirejo Mengaku Nyabu karena Banyak Tekanan sebagai Kades

PAJARAKAN – Kembar Sanyoto, kepala Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, mengaku baru enam kali memakai sabu. Alasannya sungguh mengejutkan. Ia mengaku memakai sabu karena banyaknya tekanan saat menjabat sebagai kades. Lihat videonya disini.

Hal itu diungkapkan Sanyoto saat rilis yang digelar Polres Probolinggo, Jumat (1/2). “Saya menggunakannya baru enam kali,” terangnya. “Salah satunya itu (tekanan jabatan sebagai kades, Red),” imbuhnya. Namun, ia tak menjelaskan tekanan apa yang ia terima sehingga menjadikan barang terlarang sebagai pelarian.

Saat rilis, Sanyoto sudah mengenakan baju tahanan. Wajahnya juga ditutup balaclava. Sanyoto terus menundukkan wajahnya untuk menghindari sorotan kamera wartawan. Matanya tampak memerah. “Saya khilaf dan saya menyesal. Karena perbuatan itu, saya jadi begini,” katanya lirih.

Ia mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seorang temannya. Meski ia tak menjelaskan siapa teman yang dimaksud. Selain Sanyoto, Kaur Keuangan Desa Ngadirejo Sudrajat juga ditangkap. Ia diamankan bersama kades saat pesta sabu di rumahnya. Juga ada supir jip kades yaitu Supriyono, warga Desa Ngadas.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, dari hasil penangkapan, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu 3,59 gram. Barang bukti tersebut saat ini berada di polres beserta ketiga tersangka.

“Saat ini ketiganya kami tahan di polres. Ketiganya terjerat pasal 114 sub 112 UU RI Nomor 35/2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika dengan ancaman 5 tahun penjara,” katanya.

Menurut pria yang akrab disapa Eddwi itu, penangkapan terhadap perangkat desa dan kades-nya itu dilakukan saat Operasi Tumpas Narkoba Semeru.

Dari hasil operasi tersebut, ada empat perangkat desa dan satu kades. “Ada perangkat desa di Kecamatan Tiris dan Kecamatan Wonomerto juga. Kami akan terus melakukan penindakan untuk menciptakan masyarakat aman dan damai,” jelasnya.

Diketahui, Satreskoba Polres Probolinggo menggerebek Kades Ngadirejo saat pesta sabu. Dua orang lain berhasil kabur. Kades Kembar Sanyoto sendiri memang sudah menjadi target operasi (TO) polisi. (sid/rf/mie)

PAJARAKAN – Kembar Sanyoto, kepala Desa Ngadirejo, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, mengaku baru enam kali memakai sabu. Alasannya sungguh mengejutkan. Ia mengaku memakai sabu karena banyaknya tekanan saat menjabat sebagai kades. Lihat videonya disini.

Hal itu diungkapkan Sanyoto saat rilis yang digelar Polres Probolinggo, Jumat (1/2). “Saya menggunakannya baru enam kali,” terangnya. “Salah satunya itu (tekanan jabatan sebagai kades, Red),” imbuhnya. Namun, ia tak menjelaskan tekanan apa yang ia terima sehingga menjadikan barang terlarang sebagai pelarian.

Saat rilis, Sanyoto sudah mengenakan baju tahanan. Wajahnya juga ditutup balaclava. Sanyoto terus menundukkan wajahnya untuk menghindari sorotan kamera wartawan. Matanya tampak memerah. “Saya khilaf dan saya menyesal. Karena perbuatan itu, saya jadi begini,” katanya lirih.

Ia mengaku mendapatkan sabu tersebut dari seorang temannya. Meski ia tak menjelaskan siapa teman yang dimaksud. Selain Sanyoto, Kaur Keuangan Desa Ngadirejo Sudrajat juga ditangkap. Ia diamankan bersama kades saat pesta sabu di rumahnya. Juga ada supir jip kades yaitu Supriyono, warga Desa Ngadas.

Kapolres Probolinggo AKBP Eddwi Kurniyanto mengatakan, dari hasil penangkapan, pihaknya berhasil mengamankan barang bukti berupa sabu 3,59 gram. Barang bukti tersebut saat ini berada di polres beserta ketiga tersangka.

“Saat ini ketiganya kami tahan di polres. Ketiganya terjerat pasal 114 sub 112 UU RI Nomor 35/2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika dengan ancaman 5 tahun penjara,” katanya.

Menurut pria yang akrab disapa Eddwi itu, penangkapan terhadap perangkat desa dan kades-nya itu dilakukan saat Operasi Tumpas Narkoba Semeru.

Dari hasil operasi tersebut, ada empat perangkat desa dan satu kades. “Ada perangkat desa di Kecamatan Tiris dan Kecamatan Wonomerto juga. Kami akan terus melakukan penindakan untuk menciptakan masyarakat aman dan damai,” jelasnya.

Diketahui, Satreskoba Polres Probolinggo menggerebek Kades Ngadirejo saat pesta sabu. Dua orang lain berhasil kabur. Kades Kembar Sanyoto sendiri memang sudah menjadi target operasi (TO) polisi. (sid/rf/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/