alexametrics
30.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 November 2020

Satu Keluarga asal Blitar Kecelakaan di Tol Gempol–Kejapanan, Ibu dan Dua Anaknya Tewas

GEMPOL, Radar Bromo– Nahas nian nasib yang dialami satu keluarga asal Dusun/Desa Ploso, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Kamis (2/1) pagi mobil Honda Civic bernopol AG 1795 KI yang dikendarai mereka, menabrak truk boks yang tengah berhenti di bahu jalan ruas tol Gempol-Kejapanan. Akibat insiden itu, tiga orang tewas dan dua lainnya luka-luka.

Kecelakaan itu terjadi di Km 772, di Desa Legok, Kecamatan Gempol. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, insiden tersebut terjadi sekitar pukul 07.15. Kecelakaan bermula  saat satu keluarga asal Blitar ini, mau ke Surabaya.

Saat itu yang mengemudikan mobil adalah Daryanto, 39. Duduk di sampingnya sang istri yakni Dewi Mardiana, 39, yang tengah menggendong Ahdan Wijayanto, bayi mereka yang masih berusia 7 bulan. Di belakang kursi Dewi Mardiana, duduk Sifa Aulia Suci, 9. Sementara di sebelah Sifa atau di belakang kursi sopir, duduk Raihan Wijayanto, 1,4 tahun.

Perjalanan satu keluarga ini sejatinya lancar-lancar saja. Sial menghampiri saat mereka  melintas tol Gempol-Kejapanan di Km Km 772, di Desa Legok, Kecamatan Gempol. Saat itu di bahu jalan, ada truk boks muatan barang paket nopol B 9279 YS. Truk boks tersebut dikemudikan Abdul Khaq, 49, asal Desa/Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jateng. Saat itu truk boks memang tengah berhenti darurat lantaran hendak mengganti ban.

DIAMANKAN: Truk boks yang ditabrak Honda Civic. Nampak Abdul Khaq (baju merah), sopir truk boks dimintai keterangan petugas. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Nah, saat itulah tiba-tiba mobil Honda Civic yang dikendarai Daryanto, melaju kencang. Mobil melintas di bahu jalan dan tiba-tiba menabrak truk boks yang tengah berhenti di bahu jalan.Tabrakan langsung membuat mobil ringsek. Tiga penumpang mobil Civic, langsung tewas di lokasi kejadian.

“Korban luka dan tewas satu keluarga, merupakan pengendara dan penumpang mobil sedan Honda Civic. Sementara ayah atau sopir (Daryanto, Red) dan satu orang anak laki-lakinya (Raihan Dijayanto, Red) selamat. Keduanya hanya luka ringan. Sedangkan istri dan dua anaknya yang lain tewas di TKP,” terang Kanit Laka Satlantas Polres Pasuruan Iptu Marti.

Sesaat setelah kejadian, petugas lantas Polsek Gempol dan Satlantas Polres Pasuruan tiba di TKP. Petugas membawa korban yang selamat maupun tewas, ke RS. Bhayangkara, Porong, Sidoarjo. Semua korban dievakuasi menggunakan mobil ambulans milik Jasamarga. (zal/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

20 Raperda jadi Prioritas Tahun 2021 di Kab Probolinggo

Tahun depan diperkirakan ada 20 rancangan peraturan daerah atau Perda Kabupaten Probolinggo yang bakal dibahas.

Temukan Sejumlah Proyektil saat Eskavasi Goa Jepang

Proses eskavasi di Goa Jepang, di Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, memasuki hari ketiga.

Kasus Covid-19 Tinggi, Wali Kota Probolinggo Akan Tutup Pasar Tugu

Penutupan pasar yang digelar saban Sabtu dan Minggu di alun-alun itu dirasa perlu demi melindungi warga dari serangan korona.

Kasus Positif di Kota Pasuruan Meningkat usai Libur Panjang

Di Kota Pasuruan, kasus Covid-19 kembali tinggi. Diduga, hal itu merupakan dampak libur panjang pada akhir Oktober lalu.

Harus Intens Patroli di Alun-Alun agar Curanmor Berkurang

Curanmor di Alun-alun Kraksaan kian marak belakangan ini. Ruang terbuka hijau ini tak ramah lagi bagi pengunjung.