alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Pelaku Pembacokan di Nguling Disebut ODGJ, Kerap Marah Jika Dengar Suara Azan

NGULING, Radar Bromo– Insiden berdarah yang dialami Usman, 70, membuat lelaki yang dikenal guru ngaji tersebut, mengalami luka parah. Hingga kini, polisi juga masih mendalami insiden tersebut. Apalagi ada kabar, Dul Samid, 65, yang merupakan pelaku pembacokan terhadap Usman, mengalami gangguan jiwa.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso menyebut, pihaknya masih mendalami kasus ini. Perwira polisi dengan tiga setrip dibahu tersebut masih menggali keterangan. Berdasarkan keterangan keluarga pelaku, Dul Samid memang kerap marah-marah tanpa sebab.

Terutama ketika mendengar suara azan maupun orang mengaji. Dul Samid juga tercatat pernah terlibat kasus pengeroyokan tahun 2018 lalu.

“Diduga pelaku ini mengalami depresi. Namun kami belum bisa memastikannya. Butuh keterangan dari ahli kejiwaan,” terang Slamet.

Lantaran itu pula, polisi belum bisa menentukan apakah kasus pembacokan itu akan dilanjutkan ke ranah pidana. Sebab jika memang pelaku mengalami gangguan jiwa, tentu tak bisa diproses hukum lebih jauh.

“Makanya kami dalami lebih dulu, kalau memang yang bersangkutan normal ini mengarah pada pidana penganiayaan berat,” jelas Slamet.

Seperti diberitakan sebelumnya, suasana khusuk di Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan mendadak buyar. Itu setelah Usman, seorang warga sekitar yang tengah mengaji di musala, dianiaya tanpa sebab. Pelakunya diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). (tom/fun)

NGULING, Radar Bromo– Insiden berdarah yang dialami Usman, 70, membuat lelaki yang dikenal guru ngaji tersebut, mengalami luka parah. Hingga kini, polisi juga masih mendalami insiden tersebut. Apalagi ada kabar, Dul Samid, 65, yang merupakan pelaku pembacokan terhadap Usman, mengalami gangguan jiwa.

Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota AKP Slamet Santoso menyebut, pihaknya masih mendalami kasus ini. Perwira polisi dengan tiga setrip dibahu tersebut masih menggali keterangan. Berdasarkan keterangan keluarga pelaku, Dul Samid memang kerap marah-marah tanpa sebab.

Terutama ketika mendengar suara azan maupun orang mengaji. Dul Samid juga tercatat pernah terlibat kasus pengeroyokan tahun 2018 lalu.

“Diduga pelaku ini mengalami depresi. Namun kami belum bisa memastikannya. Butuh keterangan dari ahli kejiwaan,” terang Slamet.

Lantaran itu pula, polisi belum bisa menentukan apakah kasus pembacokan itu akan dilanjutkan ke ranah pidana. Sebab jika memang pelaku mengalami gangguan jiwa, tentu tak bisa diproses hukum lebih jauh.

“Makanya kami dalami lebih dulu, kalau memang yang bersangkutan normal ini mengarah pada pidana penganiayaan berat,” jelas Slamet.

Seperti diberitakan sebelumnya, suasana khusuk di Desa Mlaten, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan mendadak buyar. Itu setelah Usman, seorang warga sekitar yang tengah mengaji di musala, dianiaya tanpa sebab. Pelakunya diduga merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). (tom/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/