Oknum Kades di Rejoso Ini Divonis 9 Bulan Akibat Narkoba, Lebih Ringan Dari Tuntutan

PASURUAN – Terdakwa kasus penyalahgunaan narkotika, M Khoiron langsung menyatakan menerima saat majelis hakim menjatuhkan vonis 9 bulan kepadanya. Hukuman yang akan dijalaninya itu terbilang lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa selama 1 tahun 3 bulan.

Agenda sidang tersebut sedianya digelar pekan lalu. Akan tetapi sidang ditunda lantaran ketua majelis hakim berhalangan hadir karena cuti berduka. Sidang pembacaan putusan itu digelar di Pengadilan Negeri Kota Pasuruan, Rabu (31/10). Pantauan Jawa Pos Radar Bromo, terdakwa memasuki ruang sidang dengan didampingi penasihat hukumnya.

“Menghukum terdakwa M Khoiron untuk menjalani rehabilitasi sosial selama sembilan bulan di Lembaga Pemasyarakatan Pasuruan,” ujar Hakim Ketua Dameria Frisella Simanjuntak saat membacakan surat putusan.

Majelis hakim menilai Khoiron terbukti melanggar Pasal 127 UU Nomor 25/2009 tentang Narkotika. Menurut Dameria, Khoiron terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan 1 bagi diri sendiri.

Selain itu, Khoiron yang sebelumnya menyatakan pembelaannya mengonsumsi narkotika dengan alasan kesehatan, bersalah lantaran tidak ada resep medis. Ia menerangkan masa rehabilitasi sosial yang akan menjadi hukuman bagi Khoiron.

Penasihat hukum M Khoiron, Rahmat Sahlan mengungkapkan, pihaknya menerima sepenuhnya putusan hakim. “Kalau kami menerima atas putusan majelis,” ungkapnya.

Di sisi lain, JPU Murni mengaku pihaknya masih pikir-pikir atas putusan tersebut. “Kami masih pikir-pikir,” singkat dia.

Diketahui, M. Khoiron ditangkap Tim Satresnarkoba Polresta Pasuruan karena disangka memiliki narkoba. Dia dibekuk di depan sebuah minimarket di Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan, Selasa (22/5), sekitar pukul 00.35. Malam itu, tersangka diduga baru saja bertransaksi sabu-sabu. Bersamanya polisi juga mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 1,13 gram. (tom/fun)