Sekeluarga Pemilik Positif Korona, Ruman Makan di Tongas Ditutup

TONGAS, Radar Bromo – Bukan hanya perkantoran, tempat usaha kini dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Di Kabupaten Probolinggo saja, satu keluarga pemilik sebuah rumah makan terkenal dipastikan positif Covid-19.

Ada empat orang dalam keluarga itu yang positif Covid-19. Mereka semua saat ini dirawat di RSUD Tongas. Sementara usaha rumah makan mereka yang berada di Kecamatan Tongas, langsung ditutup. Bahkan, sudah sejak sepekan lalu rumah makan itu ditutup sementara.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, mereka diduga tertular dari salah satu anggota keluarga yang menempuh pendidikan di Malang. Beberapa waktu lalu, salah satu anggota keluarga yang kuliah di Malang mengeluh sakit.

Anggota keluarga laki-laki itu lantas berobat ke seorang dokter. Saat berobat itu, rapid test dilakukan dan hasilnya reaktif. Kemudian atas inisiatif sendiri, yang bersangkutan melakukan tes swab di RSUD Tongas. Dan sekitar sepekan lalu hasil tes swab keluar. Remaja ini dinyatakan positif Covid-19.

Begitu anggota keluarga tersebut dipastikan positif, tracking langsung dilakukan. Lalu, tes swab juga dilakukan pada anggota keluarga lainnya. Tes swab dilakukan di RSUD Tongas.

Dan hasilnya, tiga anggota keluarga yang lain dinyatakan positif juga. Sehingga, total ada empat orang dalam satu keluarga itu yang positif.

Kondisi itu dibenarkan dr. Anang Boedi Yoelijanto, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo. Pihak RSUD Tongas menurutnya, langsung berkoordinasi dengan Gugus Tugas setelah diketahui pasien pertama positif. Selanjutnya, Gugus Tugas berkoordinasi dengan Gugus Tugas tingkat kecamatan dan desa.

Saat itu juga pasien pertama diisolasi di RSUD Tongas. Menyusul tiga anggota keluarga yang lain, juga diisolasi di RSUD Tongas setelah tes swab dipastikan positif.

”Kabar yang kami terima, satu keluarga positif itu berjumlah empat orang. Sampai sore ini (Jumat, 31/7, Red) tetap empat orang satu keluarga. Saya tidak tahu kalau ada perkembangan lain. Belum saya terima,” kata dr. Anang.

Anang menambahkan, tracking tidak hanya dilakukan pada anggota keluar. Namun, juga pada para pekerja di rumah makan itu. Saat ini baru anggota keluarga yang dipastikan positif.

”Kami sudah tracking mereka yang kontak erat. Mulai keluarga besar, sampai pekerja. Semua yang kontak erat itu kami minta isolasi mandiri,” tegasnya.

Salah satu narasumber Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, satu keluarga yang positif Covid-19 itu semuanya dirawat di RSUD Tongas. Saat ini menurutnya, tiga orang di antaranya sudah dilepas slang infusnya.

”Semua dirawat di RSUD Tongas. Satu orang kondisinya masih terpasang slang infus. Tiga yang lain sudah dilepas,” kata pria asal Tongas yang enggan disebutkan namanya itu.

Sementara itu, langkah cepat dilakukan setelah satu keluarga dinyatakan positif Covid-19. Rumah makan milik keluarga yang ada di Tongas langsung ditutup. Terhitung sudah hampir sepekan rumah makan itu tutup.

Tidak hanya ditutup. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 langsung mensterilkan rumah makan itu dengan penyemprotan disinfektan. Rumah keluarga juga disemprot disinfektan.

Dokter Anang melanjutkan, saat awal ada anggota keluarga yang diketahui positif Covid-19, pihaknya langsung minta rumah makan itu ditutup. Tujuannya, untuk mencegah penyebaran virus korona lebih luas.

”Sudah hampir seminggu rumah makan itu ditutup. Sejak awal ada yang positif, kami langsung tracking dan minta tempat usahanya ditutup sementara,” tuturnya.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, dikatakan Anang, pihaknya langsung melakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan. Rumah keluarga besar dan tempat usaha disterilkan.

”Ada beberapa rumah masuk satu lingkup keluarga besar. Kami sudah sterilkan semua dengan penyemprotan disinfektan,” terangnya. (mas/hn/mie)