alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Thursday, 19 May 2022

Kena Razia saat Bolos, Pelajar MA di Probolinggo Simpan Video Porno

KANIGARAN, Radar Bromo – Enam pelajar dari salah satu Madrasah Aliyah (MA) dan SMP di Kota Probolinggo, terjaring razia Satpol PP. Rabu (31/7), mereka diketahui nyangkruk di warung ketika jam sekolah. Setelah dimintai keterangan, ternyata salah satu dari mereka menyimpan video porno.

Satpol PP mulai melakuan razia sekitar pukul 08.30. Ada enam pelajar yang diamankan dari tempat berbeda. Lima siswa terjaring di Jalan Teratai, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran. Serta, seorang siswa diamankan di Jalan Cempaka, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan.

Kepada anggota Satpol PP, mereka kompak mengaku tidak membolos. Melainkan disuruh pulang oleh pihak sekolah karena terlambat. Namun, ternyata mereka memilih nyangkruk di warung. “Kami tidak bolos. Tapi, disuruh pulang karena terlambat,” ujar salah satu pelajar.

Kenapa tidak langsung pulang? Mereka juga kompak mengaku takut dimarahi orang tuanya. Sehingga, memilih menunggu jam pulang sekolah di warung sambil bermain game online melalui seluler masing-masing.

Para pelajar laki-laki ini mengaku akan pulang setelah teman-temannya yang tidak terlambat, juga pulang. Itu, untuk mengelabui orang tuanya, kalau seharian tidak bersekolah. “Kami mengamankan lima siswa. Mereka cangkrukan di warung dan ada yang merokok,” ujar Kasi Operasi Dinas Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma.

Di kantor Satpol PP mereka langsung didata dan dibina. Ternyata, banyak di antara mereka yang tidak hafal Pancasila. Bahkan, menyebut jumlah dan nama-nama bulan dalam setahun masehi juga tidak hafal. Parahnya, di antara mereka ada yang menyimpan video porno.

Selain didata, orang tua dan pihak sekolah para pelajar itu juga dipanggil. Serta, diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan membolos lagi. Hendra mengaku, pihaknya menggelar razia karena ada sejumlah siswa berada di luar sekolah saat jam sekolah.

“Selain hasil pantauan kami, juga ada laporan dari warga. Jika memang dipulangkan oleh pihak sekolah dengan berbagai alasan, hendaknya langsung pulang ke rumahnya. Pulang dulu, ganti seragam dengan pakaian sehari-hari. Kalau mau keluar, pamitan sama orang tuanya,” ujar Hendra.

Terkait siswa yang tidak hafal Pancasila dan jumlah serta nama bulan dalam setahun, Hendra mengaku akan menyampaikan kepada dinas terkait. Harapannya, pihak sekolah dan dinas terkait mengatahui bila masih ada pelajar setingkat SMA belum hafal Pancasila. “Kewajiban kami memberitahukan. Biar mereka dibina, sehingga hafal,” ujarnya.

Berkaitan dengan handphone salah satu siswa yang didapati terdapat video porno, Hendra mengaku, masih mendalaminya. Ia mengaku, sudah memberitahukan kepada keluarganya jika anaknya menyimpan film tak senonoh. “Kami masih dalami dulu. Yang jelas kami bina dan kasih tahu orang tuanya,” ujarnya. (rpd/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Enam pelajar dari salah satu Madrasah Aliyah (MA) dan SMP di Kota Probolinggo, terjaring razia Satpol PP. Rabu (31/7), mereka diketahui nyangkruk di warung ketika jam sekolah. Setelah dimintai keterangan, ternyata salah satu dari mereka menyimpan video porno.

Satpol PP mulai melakuan razia sekitar pukul 08.30. Ada enam pelajar yang diamankan dari tempat berbeda. Lima siswa terjaring di Jalan Teratai, Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran. Serta, seorang siswa diamankan di Jalan Cempaka, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan.

Kepada anggota Satpol PP, mereka kompak mengaku tidak membolos. Melainkan disuruh pulang oleh pihak sekolah karena terlambat. Namun, ternyata mereka memilih nyangkruk di warung. “Kami tidak bolos. Tapi, disuruh pulang karena terlambat,” ujar salah satu pelajar.

Kenapa tidak langsung pulang? Mereka juga kompak mengaku takut dimarahi orang tuanya. Sehingga, memilih menunggu jam pulang sekolah di warung sambil bermain game online melalui seluler masing-masing.

Para pelajar laki-laki ini mengaku akan pulang setelah teman-temannya yang tidak terlambat, juga pulang. Itu, untuk mengelabui orang tuanya, kalau seharian tidak bersekolah. “Kami mengamankan lima siswa. Mereka cangkrukan di warung dan ada yang merokok,” ujar Kasi Operasi Dinas Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma.

Di kantor Satpol PP mereka langsung didata dan dibina. Ternyata, banyak di antara mereka yang tidak hafal Pancasila. Bahkan, menyebut jumlah dan nama-nama bulan dalam setahun masehi juga tidak hafal. Parahnya, di antara mereka ada yang menyimpan video porno.

Selain didata, orang tua dan pihak sekolah para pelajar itu juga dipanggil. Serta, diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan membolos lagi. Hendra mengaku, pihaknya menggelar razia karena ada sejumlah siswa berada di luar sekolah saat jam sekolah.

“Selain hasil pantauan kami, juga ada laporan dari warga. Jika memang dipulangkan oleh pihak sekolah dengan berbagai alasan, hendaknya langsung pulang ke rumahnya. Pulang dulu, ganti seragam dengan pakaian sehari-hari. Kalau mau keluar, pamitan sama orang tuanya,” ujar Hendra.

Terkait siswa yang tidak hafal Pancasila dan jumlah serta nama bulan dalam setahun, Hendra mengaku akan menyampaikan kepada dinas terkait. Harapannya, pihak sekolah dan dinas terkait mengatahui bila masih ada pelajar setingkat SMA belum hafal Pancasila. “Kewajiban kami memberitahukan. Biar mereka dibina, sehingga hafal,” ujarnya.

Berkaitan dengan handphone salah satu siswa yang didapati terdapat video porno, Hendra mengaku, masih mendalaminya. Ia mengaku, sudah memberitahukan kepada keluarganya jika anaknya menyimpan film tak senonoh. “Kami masih dalami dulu. Yang jelas kami bina dan kasih tahu orang tuanya,” ujarnya. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/