Hamili Kekasih Gelap, Ogah Tanggung Jawab, Warga Dringu Diciduk

DRINGU-AR, 26 warga, Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo kini harus melewati hari-harinya dari balik jeruji besi. Itu setelah ia terjerat kasus persetubuhan di bawah umur.

Rabu pagi (1/8), ia diamankan petugas kepolisian Satreskrim Polres Probolinggo. Ia dijemput dari rumahnya di Randuputih sekitar pukul 09.30.

Kasatreskrim Polres Probolinggo, AKP Riyanto menjelaskan, AR ditangkap usai pihaknya menerima laporan dari NJ yang masih berusia 18 tahun. NJ merupakan warga setempat.

Aksi asusila itu terjadi pada Agustus 2017 lalu. “Awalnya, korban ini dijanjikan jadi istri terlapor yang kini jadi tersangka. AR juga janji kepada korban bahwa ia akan menceraikan istrinya,” jelas Riyanto.

Ya, AR sendiri sudah memiliki istri dan anak. Namun, ia tetap mendekati korban yang masih remaja itu.

Dari janji-janji AR itu, NJ pun terbuai. Ia pun akhirnya luluh saat dirayu AR. Dengan janji itu, NJ pun tak menolak saat diajak berhubungan intim oleh AR.

Nah, pada Februari 2018, korban NJ pun hamil. Namun, AR saat diminta pertanggung jawaban, menolak. Dari situlah, korban NJ lantas melaporkan kasus itu ke polisi.

Usai melakukan penyelidikan, tim buser Polres Probolinggo akhirnya menangkap AR, Rabu pagi. Ia kini diancam tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

“Tersangka kami jerat pasal 76 D jo pasal 81 UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak,” jelas perwira polisi dengan tiga setrip di pundaknya itu. (mas/mie)