alexametrics
28.1 C
Probolinggo
Sunday, 3 July 2022

Begal di Jalan Barito, Polisi Sebut Sudah Identifikasi Pelaku

PROBOLINGGO – Begal yang menimpa Andrian Maksum, 15, siswa SMK Negeri 2 asal Kelurahan Kareng lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, masih jadi pekerjaan rumah polisi. Hingga Selasa (31/7), polisi belum berhasil menangkap pelaku.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengaku masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. Namun, ia mengklaim jika pelaku sudah teridentifikasi. “Kami sudah temukan ciri-ciri pelaku. Saat ini masih dilakukan pencarian,” tambahnya.

Aksi begal yang kerap terjadi belakangan ini benar-benar membuat masyarakat resah. Karena itu, untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polres Probolinggo Kota telah membentuk satuan tugas khusus. “Satgas ini akan dipimpin langsung oleh KBO Reskrim. Dengan harapan, aksi kriminal dapat ditekan,” terang Kapolresta.

Untuk mengantisipasi aksi kejahatan jalanan, pihaknya menerapkan dua sistem pengamanan. Pertama, yakni sistem pengamanan secara terbuka, yang dilakukan oleh tim patroli. Kedua, pengamanan yang dilakukan secara tertutup. Pengamanan secara tertutup inilah yang nantinya akan bergerak tim satgas.

AKBP Alfian mengklaim lokasi pengamanan sudah ditentukan. Hanya saja ia tak mau membeber lokasi tersebut. Ia sudah menginstruksikan tembak di tempat bagi pelaku kejahatan jalanan. Hal itu diambil ketika pelaku melakukan perlawanan pada petugas.

Diketahui, Andrian menjadi korban begal saat perjalanan pulang ke rumahnya, Senin (30/7). Tak hanya kehilangan motor Honda Beat, korban juga menderita luka bacok di kepala. (rpd/mie)

PROBOLINGGO – Begal yang menimpa Andrian Maksum, 15, siswa SMK Negeri 2 asal Kelurahan Kareng lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, masih jadi pekerjaan rumah polisi. Hingga Selasa (31/7), polisi belum berhasil menangkap pelaku.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengaku masih melakukan penyelidikan atas peristiwa tersebut. Namun, ia mengklaim jika pelaku sudah teridentifikasi. “Kami sudah temukan ciri-ciri pelaku. Saat ini masih dilakukan pencarian,” tambahnya.

Aksi begal yang kerap terjadi belakangan ini benar-benar membuat masyarakat resah. Karena itu, untuk mengantisipasi kejadian serupa, Polres Probolinggo Kota telah membentuk satuan tugas khusus. “Satgas ini akan dipimpin langsung oleh KBO Reskrim. Dengan harapan, aksi kriminal dapat ditekan,” terang Kapolresta.

Untuk mengantisipasi aksi kejahatan jalanan, pihaknya menerapkan dua sistem pengamanan. Pertama, yakni sistem pengamanan secara terbuka, yang dilakukan oleh tim patroli. Kedua, pengamanan yang dilakukan secara tertutup. Pengamanan secara tertutup inilah yang nantinya akan bergerak tim satgas.

AKBP Alfian mengklaim lokasi pengamanan sudah ditentukan. Hanya saja ia tak mau membeber lokasi tersebut. Ia sudah menginstruksikan tembak di tempat bagi pelaku kejahatan jalanan. Hal itu diambil ketika pelaku melakukan perlawanan pada petugas.

Diketahui, Andrian menjadi korban begal saat perjalanan pulang ke rumahnya, Senin (30/7). Tak hanya kehilangan motor Honda Beat, korban juga menderita luka bacok di kepala. (rpd/mie)

MOST READ

BERITA TERBARU

/