Kena OTT Peras Kades Karanggeger, Ketua LSM Reformasi Jadi Tersangka

PAJARAKAN, Radar Bromo – Setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Saber Pungli Polres Probolinggo, Ketua LSM Reformasi Abdul Wahid ditetapkan jadi tersangka. Ia jadi tersangka setelah diperiksa intensif Senin (29/6) di Ruang Tipikor Prolres Probolinggo sejak ditangkap.

Kapolres Probolinggo AKBP Ferdy Irawan menjelaskan, Senin (29/6) pihaknya mengamankan oknum LSM. Tersangka kedapatan memeras Kades Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Bawon Santoso. “Setelah diamankan, kemarin yang bersangkutan langsung ditahan. Dan statusnya saat ini menjadi tersangka,” katanya.

Menurutnya, yang bersangkutan meminta uang Rp 5 juta kepada kades. Jika tidak diberi, tersangka mengancam akan melaporkan masalah Dana Desa (DD). “Jadi, kades diancam akan dilaporkan mengenai dana desa oleh tersangka,” ungkapnya.

Saat ditangkap, petugas juga mengamankan barang bukti (BB) berupa uang sebesar Rp 3 juta. Baik pelaku dan barang buktinya, saat ini berada di Mapolres untuk kepentingan penyelidikan.

Sementara itu, Kades Karanggeger Bawon Santoso saat dikonfirmasi membantah dirinya menjebak tersangka. “Saya tidak menjebak. Wahid memang meminta uang Rp 5 juta kepada saya. Dan saya saat itu tidak punya. Tapi saya carikan untuk diberikan kepadanya,” katanya.

Ia juga menegaskan, tersangka memang meminta uang Rp 5 juta, bukan meminta sepeda. Karena itu, dirinya memberikan uang yang diminta. Dan tersangka langsung menerima uang itu.

“Saya kasih, dia langsung terima. Ketika ada petugas datang, dia langsung melemparkan uangnya ke saya. Jadi, bukan saya yang melemparkan uang itu karena dia menolak. Dia yang melemparkan uang itu ke saya karena ada petugas,” tandasnya.

Bawon lantas menjelaskan kronologi awal kejadian itu. Menurutnya, tersangka memang sering meminta uang kepadanya. Bahkan, hampir setiap minggu.

Tiga hari sebelum kejadian, tersangka telepon berkali-kali. Karena dirinya tidak punya uang, akhirnya nomor ketua LSM Reformasi itu diblokirnya. Hingga kemudian, Senin (29/6) ia meladeni telepon tersangka.

“Kalau kalau tidak direspons, dia akan telepon berkali-kali. Bahkan ratusan kali. Karena itu saya sempat blokir nomornya. Dia sering meminta uang kepada saya, ya saya berikan,” terangnya.

 

Baca Juga: Ketua LSM di Probolinggo Terjaring OTT, Minta Sepeda ke Kades

 

Bawon sendiri mengaku berkawan baik dengan tersangka. Namun, dirinya akhirnya jengkel pada tersangka. Sebab, tersangka mengancam. “Mengancam-ngancam itu yang saya tidak suka. Karena itu saya laporkan ke Tim Saber Pungli,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua LSM Reformasi Abdul Wahid diamankan oleh Tim Saber Pungli Polres Probolinggo. Warga Kelurahan Patokan, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, itu  dibekuk sekitar pukul 13.00. Ia diduga memeras Kades Karanggeger Bawon Santoso.

Wahid sendiri sebelumnya mengaku dijebak. Awalnya, kata Wahid, sekitar pukul 10.00, pihaknya melakukan panggilan ke nomor handphone Bawon. “Saya missed call nomor Pak Kades. Karena sebelumnya nomor saya diblokir,” ujarnya.

Tak lama kemudian, Wahid mengaku mendapatkan telepon balik dari Bawon. Saat itulah mereka membahas masalah duit. “Kades cair (tidak menjelaskan maksud dari cair, Red), terus saya bilang bagi-bagi dan minta belikan sepeda seharga Rp 5 juta,” katanya.

Setelah itu, telepon tersebut langsung dimatikan. Selang sekitar satu jam, Bawon kembali menelepon dan memanggilnya untuk memberikan uang Rp 3 juta. Wahid mengaku menolak dan memilih dirupakan sepeda. Namun, Bawon tetap memberikan uang. Sekitar pukul 13.00, Wahid mendatangi rumah Bawon.

“Saya awalnya tidak mau. Saya bilang saya dijebak. Saya minta belikan sepeda saja seharga Rp 5 juta. Karena dipaksa, saya terus datang ke rumahnya dan kades langsung memberikan uang kepada saya dan saya tolak,” jelasnya. Uang yang ditolak itu lantas dilemparkan kepadanya. Katanya, saat itulah ia ditangkap oleh Tim Saber Pungli Polres Probolinggo. (sid/hn)