2 Nakes RSUD Tongas Sembuh, Balita asal Banyuanyar Positif Korona

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jumlah pasien sembuh dari Covid-19 di Kabupaten Probolinggo bertambah. Itu setelah Minggu (31/5) dua orang terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari klaster tenaga kesehatan RSUD Tongas dinyatakan sembuh.

Dua pasien sembuh itu telah menjalani dua kali swab yang dinyatakan negatif.

Juru Bicara Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Anang Budi Yoelijanto mengatakan kedua tenaga medis yang sembuh berjenis kelamin perempuan. Berusia 32 tahun yang berdomisili di Kota Probolinggo dan berusia 25 tahun yang berasal dari Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu.

“Kondisi kedua tenaga kesehatan RSUD Tongas ini sehat. Mereka memang Orang Tanpa Gejala (OTG) mereka dinyatakan sembuh karena hasil swabnya dua kali negatif,” ujarnya.

Hasil swab kedua orang yang sudah sembuh ini keluar Minggu (31/5), langsung dari Surabaya. Meski sembuh, kedua pasien yang sembuh ini harus tetap melakukan isolasi mandiri dirumahnya masing-masing selama 14 hari. Serta diharuskan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya.

“Mereka tidak memiliki penyakit lain. Meskipun demikian tetap harus melakukan isolasi mandiri dirumah masing-masing dan harus memeriksakan diri ke puskesmas terdekat agar termonitor kesehatannya,” terangnya.

 

Satu PDP Positif Covid-19

Selain adanya pasien sembuh dari klaster tenaga tenaga kesehatan, per Minggu, juga ada tambahan pasien positif di kabupaten. Dengan begitu, total ada 91 orang yang terkonfirmasi positif di kabupaten. Dengan rincian 32 orang masih dirawat dan menjalani isolasi, 57 orang sembuh dan 2 orang meninggal dunia.

Tambahan 1 orang yang ke-91 terkonfirmasi positif Covid-19 berasal dari Desa Banyuanyar Kidul, Kecamatan Banyuanyar. Sebelumnya yang bersangkutan merupakan pasien dalam pengawasan (PDP). Satu PDP yang terkonfirmasi positif adalah balita perempuan yang berusia 1 tahun.

“Saat statusnya masih PDP, pasien dirawat di RSU Wonolangan. Akan tetapi saat dilakukan pemeriksaan swab dinyatakan positif covid-19,” ujar Anang Budi Yoelijanto.

Anang menjelaskan bahwa sumber penularan terjadi secara horizontal dan tidak jelas. Sehingga, dimasukkan dalam klaster pelangi. “Pasien yang terkonfirmasi ini keluhannya sesak nafas dan pneumolinya,” jelasnya.

Untuk tracking sudah dilakukan oleh tim tracking pelaksana gugus tugas percepatan penangangan covid 19 Kabupaten Probolinggo. Saat ini Ayah dan ibu pasien telah melakukan rapid test yang kemudian rencananya akan melakukan pemeriksaan swab. (ar/mie)