Minta Perusahaan Ikut Produksi APD, Satu Pabrik di Probolinggo Terima Pesanan 2 Juta

KADEMANGAN, Radar Bromo – Di tengah mewabahnya virus korona, perusahaan yang bergerak di bidang garmen di Kota Probolinggo, tak luput dari perhatian Pemkot Probolinggo. Mereka juga diminta untuk memproduksi alat pelindung diri (APD) yang saat ini banyak dibutuhkan para tenaga medis.

Kemarin, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin bersama Kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo Rey Suwigtyo melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah perusahaan garmen. Wali Kota juga didampingi oleh juru bicara Satgas Penanganan Wabah Covid-2019 Kota Probolinggo Abraar Kuddah.

Salah satu pabrik yang disidak adalah PT Putrateja Sempurna. Pabrik ini sudah sejak sebulan terakhir memproduksi APD pesanan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. “Total pesanan untuk baju APD ini mencapai 2 juta. Kami sudah mulai memproduksi sejak sebulan lalu,” ujar Direktur PT Putrateja Sempurna Supriyono.

Namun, Supriyono enggan menyebutkan berapa biaya produksi setiap APD di pabriknya. Menurutnya, pembuatan APD ini melibatkan seluruh karyawan. “Untuk kapasitas produksi setiap hari kami bisa mengerjakan sampai 10 ribu APD. Pengerjaan ini dilakukan tanpa batas waktu,” ujarnya.

Wali Kota juga mendatangi Pabrik Eratex Djaja, menemui pihak manajemen Eratex, terkait bantuan untuk ikut memproduksi APD. Wali Kota ditemui langsung oleh Direktur PT Eratex Djaja Mandip Singh. “Kami siap membantu produksi APD, namun kami terkendala ketersediaan bahan,” ujar Mandip.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengatakan, pihaknya meminta pelaku usaha, terutama perusahaan garmen ikut memproduksi APD. Langkah ini bisa dilakukan untuk mendukung keberlangsungan usaha di tengah wabahnya korona.

“Dikhawatirkan wabah korona akan berdampak pada kontrak kerja yang telah berjalan saat ini, mengingat kondisi ekonomi negara tujuan ekspor banyak yang mengalami penurunan. Jika melakukan produksi APD, diharapkan mampu terus menggerakkan usaha di Kota Probolinggo,” ujarnya.

Menurutnya, ada satu perusahaan di Kota Probolinggo yang telah memastikan memproduksi APD. Pihaknya berharap PT Eratex Djaja juga bisa melakukan langkah yang sama. “Mengingat PT Eratex memiliki jumlah karyawan yang sangat banyak,” ujarnya.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Probolinggo Abraar Kuddah mengatakan, APD yang diproduksi PT Putrateja Sempurna terbuat dari material dupont tyfek. Material ini standar yang diterapkan WHO untuk baju pelindung diri.

“Ada 3 macam bahan untuk membuat APD, yaitu dupont tyfek, spoonbond dengan ketebalan 75 gram, dan polyester. Tapi, yang direkomendasikan WHO adalah dupont tyfek. Saya berharap bisa memasok juga untuk APD di Kota Probolinggo. Tapi, pabrik ini menerima pesanan dari Pemerintah Pusat, artinya ini untuk memenuhi kebutuhan nasional,” ujarnya. (put/rud/fun)