Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Saat Busana Buatan Hana Tasya Salsabila Dikenakan di Ajang Nasional

Fahrizal Firmani • Jumat, 29 Desember 2023 | 00:35 WIB
AJANG NASIONAL: Hana Tasya Salsabila (pakai kerudung) bersama perwakilan putra-putri tenun songket asal Bali, Yurike Cindy Fauzit yang mengenakan busana karyanya.
AJANG NASIONAL: Hana Tasya Salsabila (pakai kerudung) bersama perwakilan putra-putri tenun songket asal Bali, Yurike Cindy Fauzit yang mengenakan busana karyanya.

Siapa yang tidak mau busana buatannya ditampilkan dalam ajang pageant tingkat nasional? Hana Tasya Salsabila berkesempatan menampilkan busana berbahan kain tenun endek buatannya dalam ajang putra dan putri tenun songket Indonesia. Busananya dikenakan oleh perwakilan Provinsi Bali.

FAHRIZAL FIRMANI, Probolinggo, Radar Bromo

Busana kain tenun endek buatan Hana Tasya Salsabila, 21, bisa tampil di ajang putra dan putri tenun songket Indonesia. Boleh dibilang ini karena ketidaksengajaan.

Perwakilan asal Provinsi Bali, Yurike Cindy Fauzit tidak sengaja melihat karyanya itu dikenakan oleh temannya.

Corak desainnya yang terkesan mewah menarik hati Cindy. Maka, pada Rabu (13/12) malam, Cindy mengirim pesan melalui direct massage (DM) di instagram miliknya. Saat ia membuka pesan itu, ia terkejut karena ternyata yang mengiriminya pesan adalah model dari agency Jakarta.

Dalam pesannya, Cindy memperkenalkan sebagai salah satu finalis dalam Putra Putri Tenun Songket Indonesia 2023. Dan ingin mengajaknya kerja sama dalam acara itu.

"Saya jarang sekali buka DM. Tapi tidak tahu kenapa malam itu ingin sekali melihat DM. Jadi semangat saat tahu finalis ajang pageant mengajak saya kerja sama," kata Hana.

Warga Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo ini langsung mengiyakan ajakan kerja sama itu. Dan tanpa pikir panjang, ia mengirimi Cindy nomor Whats App-nya.

Ternyata malam itu juga, Cindy langsung bertanya apakah ia berkenan meminjamkan baju desain berbahan kain tenun endek.

Katanya, ia pernah melihat busana buatan Hana dalam postingan temannya saat dipakai dalam salah satu acara fashion show di Kota Surabaya.

Awalnya ia sedikit bingung karena Hana merasa tidak pernah ikut show di Surabaya. Ia membuka postingan dua orang model yang mengenakan busana karyanya di ajang multivers di UM Malang.

"Rupanya salah satu dari mereka berdua membuat lokasi postingan di grand show itu menjadi di Surabaya. Saya langsung menghubungi Kak Cindy untuk menanyakan kelanjutannya," jelas mahasiswi pendididikan tata busana UM ini.

Tanpa pikir panjang, Hana langsung mengirimkan dua foto desain baju karyanya untuk Cindy pilih. Desain dua karyanya ini berbeda pada polanya. Pada karya pertama, ada tiga potongan busana.

Yaitu, long dress putih tulang, kemben gold, dan outer motif endek Bali. Sebab, ia ingin agar look pemakain tegas, bijaksana tapi memberi kesan tetap anggun.

Sementara, desain kedua ada empat potongan baju. Yaitu blouse dengan terumpet sleeve berwarna putih tulang, kamben hitam dengan detail manik kayu di bagian dada, rok, dan outer.

Dalam busana kedua ini, ia ingin pemakainya terlihat lebih anggun dan cantik saat memakainya. Selain itu, aksesoris antara keduanya juga berbeda.

"Pembicaraan kami masih berlanjut dengan mix and match baju dan juga outer. Kak Cindy minta outer yang desain pertama. Tetapi baju yang desain kedua. Tapi saya memberi saran untuk tidak merubah bajunya," jelasnya.

Ia meyakinkan Cindy, karena baju look kedua memiliki model trumpet sleeve. Jadi kalau dipadu padankan dengan outer kedua, look bisa berlebihan. Sebab , desain pola pada bagian bahu outer pertama cukup lebar dan sedikit panjang.

Ia juga memberi saran tidak memakai long dress putih pada busana pertama dan langsung memakai kemben dan bagian bawah diganti dengan berkain. Akhirnya, ia menyarankan pada Cindy agar tetap memakai outer kemben pada busana pertama. Tapi, tanpa baju long drees putih.

"Kata kak Cindy, banyak finalis yang menanyakan soal saya. Setelah acaranya selesai, beberapa finalis itu berharap bisa memakai busana rancangan saya," tutur Hana.

Lulusan SMA Bahasa Unuja Paiton ini mengaku tidak menyangka karyanya bisa dipakai finalis Putri Tenun Songket Indonesia 2023 perwakilan dari Bali. Ini merupakan salah satu mimpinya.

Ia bermimpi bisa menghelat peragaan busana di Indonesia ataupun melahirkan karya-karya yang harapannya bisa di pakai para pegeant maupun selebriti.

"Jadi rasanya seperti masih tidak percaya baju saya bisa di pakai oleh putri perwakilan dari Bali ini. Alhamdulillah seneng banget, Saya bersyukur karya saya bisa dibawakan di ajang Putra Putri Tenun Songket," katanya.

Menurutnya, karyanya ini mengacu pada trend forecast 2023/2024 Co-Exist dengan tema besar The Soul Searches dan sub tema rural.

Tema ini mengangkat daerah Bali dengan keseniannya, yaitu tari Pendet. Juga mengangkat sosok wanita penari Pendet sebagai sumber inspirasi desain yang dibuat, dengan menggunakan kain khas Bali yaitu kain tenun endek.

Ia memang sedang terinspirasi tentang Bali. Sebelumnya, ia sempat mencari inspirasi di Bali, dengan pulang ke rumahnya di Bali.

Hana lantas mengunjungi tempat pariwisata, seperti Tanahlot dan Kelungkung. Di Kelungkung, dia mengunjungi tempat pembuatan kain endek.

"Dalam busana ini saya ingin mengangkat karakter sosok wanita penari Pendet, serta mengambil beberapa warna sakral pakaian adat penari Pendet. Untuk memberikan kesan tari Pendet melalui konsep busana ready to wear," jelasnya. (hn)

Editor : Jawanto Arifin
#busana #perancang busana